Bocah asal NTB yang mewakili Indonesia, M. Zian Fahrezi (kanan) sukses menyabet juara I MTQ Internasional Al-Ameed ke-3 yang digelar di Karbala, Irak. (Foto: Kemenag).
KARBALA, (ERAKINI) – Indonesia kembali mencatatkan prestasi membanggakan di panggung dunia. Dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional Al-Ameed ke-3 yang digelar di Karbala, Republik , delegasi Tanah Air sukses meraih Juara I kategori anak-anak, mengharumkan nama bangsa di forum tilawah Al-Qur’an internasional.
Prestasi tertinggi tersebut diraih oleh M. Zian Fahrezi, qari cilik asal Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Keberhasilan ini menegaskan kualitas pembinaan seni baca Al-Qur’an Indonesia yang telah diakui secara global.
MTQ Internasional Al-Ameed diselenggarakan oleh Komite Tinggi Atabah Huseiniyah di Karbala dan berlangsung pada 22 Januari hingga 5 Februari 2026, bertepatan dengan bulan Syakban 1447 Hijriah. Kompetisi ini diikuti para qari terbaik dari berbagai negara dengan standar seleksi yang sangat ketat.
Indonesia mengirimkan peserta pada dua kategori, yakni dewasa dan anak-anak. Berikut capaian delegasi Indonesia:
Kategori Dewasa
1. Maman Setiawan (Sulawesi Barat) – Babak penyisihan
2. Reza Maulana Nurdin (Kota Bogor, Jawa Barat) – Semifinal
3. Mahfud Abdul Aziz (Kabupaten Lumajang, Jawa Timur) – Semifinal
Kategori Anak-Anak
1. M. Zian Fahrezi (Kota Bima, NTB) – Juara I
2. Muhammad Iqbal (Kota Batam, Kepulauan Riau) – Semifinal
Seluruh peserta terpilih melalui seleksi awal berupa pengiriman video tilawah yang dinilai oleh panitia internasional. Dari ratusan pendaftar, hanya 35 peserta dewasa dan 15 peserta anak-anak yang lolos dan diundang langsung ke Irak, dengan seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah setempat.
Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI, Muchlis M. Hanafi, menyebut kemenangan Zian sebagai pencapaian tertinggi Indonesia dalam ajang tersebut. “Keberhasilan M. Zian Fahrezi meraih juara pertama menjadi capaian tertinggi Indonesia dalam ajang ini dan menunjukkan keberhasilan pembinaan tilawah Al-Qur’an sejak usia dini di Indonesia. Saat ini Zian berusia 11 tahun dan masih duduk di kelas IV SD,” kata Muchlis M Hanafi, di Bandara Internasional Baghdad, Jumat (6/2/2026).
Menurut dia, Ajang MTQ Internasional Al-Ameed dikenal memiliki standar penilaian yang ketat, mencakup aspek tajwid, fashahah, kualitas suara, penguasaan maqamat, serta adab tilawah.
Ia mengatakan, Kementerian Agama Republik Indonesia menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para peserta, pembina, dan seluruh pihak yang telah berperan dalam pembinaan MTQ. Dengan prestasi ini, Indonesia kembali menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu pusat pengembangan seni baca Al-Qur’an di dunia.
“Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mencintai, mempelajari, dan mengamalkan Al-Qur’an, serta memperkuat peran MTQ sebagai sarana pembinaan keagamaan dan penguatan karakter bangsa,” katanya.