DPR Sebut 80 Kursi Haji Dibayar Penuh ke Garuda
Abdul Rahman Ahdori
JAKARTA, (ERAKINI)-Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPR Indra Iskandar mengungkapkan bahwa permintaan institusinya kepada Garuda Indonesia agar menyediakan 80 kursi kelas bisnis bertujuan untuk tugas pengawasan.
"Tiket itu untuk tim pengawas haji DPR ke Tanah Suci Mekkah, dalam rangka menjalankan tugas pengawasan tidak gratis, namun dibayar penuh oleh Sekretariat DPR RI," kata Indra belum lama ini.
Pernyataan itu disampaikan-nya sebagai klarifikasi atas sejumlah pemberitaan yang terkesan menuding DPR meminta "jatah" kursi untuk berangkat ke Tanah Suci, dalam rangka menunaikan ibadah haji.
Indra menjelaskan bahwa dalam menjalankan tugas pengawasan haji, DPR RI membentuk dua tim, yakni Tim Pengawasan Persiapan Haji dan Tim Pengawasan Pelaksanaan Haji.
Karena itu menurut dia, untuk mengakomodasi tim yang terdiri dari anggota DPR beserta tim pendukung dari Sekretariat Jenderal DPR RI itu, maka dibutuhkan 80 kursi kelas bisnis.
"Karena sampai 3 hari lalu, kami belum mendapat gambaran yang pasti dari biro perjalanan kami, maka saya telepon Dirut Garuda, meminta tolong agar bisa disediakan kebutuhan itu. Tentunya dibayar bukan gratis, karena ini untuk kepentingan tugas negara dalam rangka pengawasan DPR yang anggarannya sudah disediakan," tuturnya.
Dia meminta masyarakat jangan salah paham karena 80 kursi kelas bisnis tersebut bukan dalam konteks meminta untuk kepentingan pribadi anggota DPR. Menurut dia, DPR memesan tiket tersebut untuk pemberangkatan tim pengawas haji dari DPR.

















