Pertemuan Mustasyar dan Syuriah PBNU di Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur (Foto: Ist)
KEDIRI, (ERAKINI) - Rapat Konsultasi Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Mustasyar PBNU yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12/2025), menghasilkan keputusan penting berupa islah antara kubu Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Rais AamPBNU KH Miftachul Akhyar.
Kesepakatan ini diambil sebagai jalan keluar atas dinamika dan konflik internal yang terjadi di tubuh PBNU.
2. Langkahdamaiakhiripolemik
Rapat konsultasi Syuriyah dan Mustasyar PBNU dipandang sebagai langkah strategis untuk mengakhiri polemik berkepanjangan secara konstitusional dan bermartabat.
3. Semuapihakyangberkonflikhadir
Rapat yang digelar pada 4 Rajab 1447 Hijriah tersebut dihadiri Rais AamPBNU KH Miftachul Akhyar beserta jajaran Syuriyah PBNU.
Hadir pula Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bersama jajaran Tanfidziyah PBNU, para Mustasyar PBNU, serta sejumlah sesepuh Nahdlatul Ulama.
4. Mengedepankankepentinganjam’iyah
Juru Bicara Pertemuan Lirboyo, Abdul Muid Shohib, mengatakan keputusan rapat diambil melalui musyawarah mendalam dengan mengedepankan kepentingan Jam’iyah Nahdlatul Ulama.
“Forum sepakat bahwa jalan terbaik untuk mengakhiri polemik yang berkepanjangan adalah menggelar Muktamar Ke-35 NU sesegera mungkin. Ini merupakan ikhtiar islah demi menjaga keutuhan dan kemaslahatan Jam’iyah Nahdlatul Ulama,” ujar Abdul Muid di Lirboyo.
Menurut Abdul Muid, rapat konsultasi tersebut juga mencerminkan keprihatinan para ulama dan sesepuh NU terhadap eskalasi konflik internal PBNU yang belum mereda.
“Muktamar dinilai sebagai forum organisasi paling tepat untuk menyelesaikan persoalan secara menyeluruh,” kata dia.
Ia menjelaskan, keputusan tersebut merupakan puncak dari rangkaian musyawarah para ulama dan sesepuh NU, mulai dari pertemuan di Ploso, Tebuireng, hingga Musyawarah Kubro di Lirboyo.
6. Muktamardigelarbersama
Abdul Muid menjelaskan, Muktamar Ke-35 NU nantinya akan diselenggarakan bersama oleh Rais AamPBNU KH Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
Penentuan waktu, tempat, serta kepanitiaan akan melibatkan Mustasyar PBNU, para sesepuh, dan pengasuh pesantren.
“Pelibatan para mustasyar, sesepuh, dan pengasuh pesantren dimaksudkan agar muktamar benar-benar menjadi ruang islah, persatuan, serta penguatan khidmah NU bagi umat dan bangsa,” ujarnya.
7. Diharapkanditerimaseluruhjemaah
Abdul Muid berharap keputusan hasil Pertemuan Lirboyo dapat diterima oleh seluruh elemen Nahdlatul Ulama dan menjadi titik balik konsolidasi organisasi ke depan.
“Semangat utama yang ingin dijaga adalah persatuan. NU harus kembali solid agar dapat menjalankan peran keumatan dan kebangsaan secara maksimal,” pungkasnya.