Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) bagi santri untuk menempuh pendidikan sarjana di dalam negeri telah dibuka. Foto: Ilustrasi
JAKARTA, (ERAKINI) – Kabar baik bagi para santri. Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) bagi santri untuk menempuh pendidikan sarjana di dalam negeri telah dibuka.
Pendaftaran Beasiswa Santri Sarjana dibuka mulai 1 April hingga 31 Mei 2026. Program ini menawarkan kuliah S1 gratis di 46 perguruan tinggi dengan skema pendanaan penuh.
Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Agama dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang didanai melalui Dana Abadi Pendidikan. Dalam pelaksanaannya, Kementerian Agama melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) bertanggung jawab pada pengelolaan program, sementara LPDP mengelola pendanaan dan menjamin akuntabilitas.
Beasiswa Santri Sarjana, yang sebelumnya dikenal sebagai Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB), ditujukan khusus bagi santri atau lulusan pesantren untuk melanjutkan studi S1.
Komponen Pendanaan Beasiswa Santri Sarjana adalah skema pendanaan penuh. Penerima beasiswa mendapatkan seluruh komponen pendanaan, baik dana pendidikan maupun dana pendukung, mencakup. 1. Dana Pendidikan
a. Dana pendaftaran
b. Dana SPP/biaya kuliah/UKT
c. Dana tunjangan buku
d. Dana penelitian skripsi
2. Dana Pendukung
a. Dana transportasi
b. Dana asuransi kesehatan
c. Dana hidup bulanan
Sasaran Program Beasiswa Santri Sarjana ditujukan bagi seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) dengan kriteria pendaftar santri, dan pendaftar kriteria afirmasi, terdiri atas daerah afirmasi dan penyandang disabilitas
Setiap kriteria pendaftar memiliki persyaratan khusus yang berbeda. Pendaftar wajib memenuhi persyaratan umum dan persyaratan khusus.
Pendaftar beasiswa ditujukan bagi pendaftar dengan status profesi/pekerjaan pada profil sebagai berikut:
1. Santri/lulusan pondok pesantren di bawah binaan Kementerian Agama, yaitu:
Pendidikan Madrasah Tsanawiyah/SMP atau Madrasah Aliyah/SMA/SMK
Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Wustha/Ulya
Pendidikan Kesetaraan pada Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) Wustha/Ulya
Satuan Pendidikan Mu’adalah (SPM) Wustha/Ulya
2. Diprioritaskan bagi pendaftar yang memiliki prestasi akademik atau non-akademik, berupa:
Penghafal Al-Qur’an (tahfidz) minimal 10 juz; atau
Juara 1, 2, 3 kompetisi tingkat internasional atau nasional, seperti Kompetisi Robotik Internasional, Olimpiade Sains Nasional (OSN), Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI), Kompetisi Sains Madrasah (KSM), dan kompetisi lainnya; atau
Juara 1, 2, 3 kompetisi keagamaan tingkat internasional atau nasional, seperti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), Musabaqah Qiroatul Kutub (MQK), Musabaqah Syarhil Qur’an (MSQ), dan Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ).
Aktif dalam organisasi setingkat Badan Pengurus Harian (BPH), seperti OSIS, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), dan Pramuka.
Seleksi Beasiswa Santri:
1. Seleksi administrasi.
2. Seleksi assessment kapasitas akademik dan psikologis (Seleksi Bakat Skolastik).
3. Seleksi wawancara (substansi).
Tahapan:
Pendaftaran beasiswa: 1 April–31 Mei
Seleksi administrasi: 1–15 Juni
Pengumuman hasil seleksi administrasi: 16 Juni
Masa sanggah: 17–18 Juni
Pengumuman hasil masa sanggah: 22 Juni
Seleksi assessment kapasitas akademik dan psikologis: 25–29 Juni
Pengumuman hasil seleksi assessment: 1 Juli
Seleksi wawancara: 3–20 Juli
Pengumuman kelulusan: 27 Juli
Periode perkuliahan: Agustus
Mekanisme Pendaftaran Beasiswa:
1. Melakukan pendaftaran secara mandiri dan daring melalui platform pendaftaran: https://beasiswalpdp-terintegrasi.kemenkeu.go.id/
2. Mengisikan status “Santri” pada profil sesuai sasaran program, serta melengkapi dan mengunggah seluruh dokumen yang dipersyaratkan sesuai ketentuan pedoman program.
3. Menyelesaikan proses pendaftaran hingga melakukan submit dan mendapatkan nomor registrasi pendaftaran beasiswa.
Memenuhi batas usia maksimal 24 tahun per 31 Desember tahun pendaftaran
Lulusan pendidikan menengah (MA/SMA/SMK) dalam 3 tahun terakhir (2026, 2025, 2024)
Tidak sedang menempuh atau telah menyelesaikan studi S1
Terdaftar pada EMIS Kementerian Agama, dengan melampirkan NSPP dan NISN
Melampirkan surat rekomendasi dari pimpinan pesantren yang menyatakan telah mukim minimal 3 tahun serta mampu membaca kitab kuning
Melampirkan rapor santri 2 tahun terakhir atau syahadah
Melampirkan surat keterangan kesehatan (maksimal 3 bulan terakhir)
Menulis profil diri pada aplikasi pendaftaran
Menulis personal statement/essay
Menulis komitmen kembali ke Indonesia dan rencana kontribusi
Mengisi riwayat prestasi dan organisasi (jika ada)
Menyetujui pernyataan komitmen dan integritas
Beasiswa hanya untuk perguruan tinggi dan program studi yang ditetapkan Kementerian Agama
Pendaftar jalur kemitraan PTN melampirkan bukti SNBP/SNBT.
Kelas yang diperbolehkan:
a. Kelas reguler penuh waktu
b. Kelas kerja sama dengan instansi mitra
Kelas yang tidak diperbolehkan:
a. Eksekutif
b. Khusus
c. Karyawan
d. Jarak jauh
e. Di luar kampus induk
f. Internasional (untuk studi dalam negeri)
g. Multi-negara
h. Kelas lain yang tidak sesuai ketentuan
Persyaratan Khusus
Persyaratan Khusus Pendaftar Kriteria Umum
1. Mengunggah ijazah dan transkrip pendidikan dasar dan menengah. Jika belum tersedia, dapat melampirkan Surat Keterangan Lulus (SKL), atau surat keterangan kelas XII dari kepala satuan pendidikan.
2. Pendaftar program Beasiswa Santri Sarjana Dalam Negeri dipersyaratkan memiliki kemampuan bahasa (dibuktikan dengan sertifikat).
Untuk selengkapnya terkait persyaratan khusus dan informasi kampus tujuan dapat dilihat di link ini.