Kementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) dalam Pertemuan Eksekutif Pimpinan di UIN Mataram, membahas beasiswa hingga riset Indonesia Bangkit. (Foto: Puspenma Kemenag).
MATARAM, (ERAKINI) - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) terus mendorong peningkatan kualitas dosen Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) melalui program dan pendanaan . Hal ini dibahas dalam Pertemuan Eksekutif Pimpinan di UIN Mataram baru-baru ini.
Kepala Puspenma, Ruchman Basori, menegaskan bahwa untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 dibutuhkan sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global. “Karenanya para dosen harus menempuh jenjang Pendidikan tertinggi, hingga doktor,” kata Ruchman Basori di hadapan puluhan Pimpinan UIN Mataram.
Menurut Ruchman, Puspenma di tahun 2026 ini akan kembali merekrut calon AwardeeBIB untuk kurang lebih 1.900 orang, S1-S3 di Dalam dan Luar Negeri. Ia meminta dosen-dosen baru UIN Mataram yang sudah PNS untuk segera studi lanjut S3, terutama ke Luar Negeri untuk meningkatkan reputasi perguruan tinggi di kancah nasional bahkan internasional.
“BIBKemenag memberikan full pendanaan dari mulai biaya studi, biaya hidup, asuransi kesehatan, biaya buku, dana seminar internasional, penulisan jurnal internasional, desertasi, hingga tunjangan keluarga,” katanya.
Selain soal BIBKemenag, Ruchman juga mengajak kepada para dosen untuk memanfaatkan pendanaan RisetIndonesia Bangkit yang sering disebut dengan MoRA The Air Funds. Pendanaan riset kolaboratif antara Kemenag dengan LPDP, untuk mendorong agar para dosen melakukan riset berdampak bagi pembangunan nasional.
“UIN Mataram Adalah PT yang terbanyak mendapatkan RisetIndonesia Bangkit tahun 2024 dan 2025 baik jumlah tim maupun nilai nominal yang dikelolanya,” kata Ruchman.
Ruchman yang juga Doktor Manajemen Kependidikan Universitas Negeri Semarang (UNNES) meminta agar para dosen dengan dikomandani LPPM untuk mempersiapkan proposal riset terbaiknya, untuk berkompetisi di tahun 2026 ini.
“InsyaAllah akan kami buka pendaftarannya pada bulan Mei 2026, agar para dosen semangat melakukan penelitian dan memberikan sosulsi atas problem-problem social kemasyarakatan”, katanya.
Sementara itu, Rektor UIN Mataram Prof Dr Masnun Thahir menyambut baik atas program-program Puspenma, baik riset, beasiswa, dan juga KIP Kuliah. “UIN Mataram sangat siap dan terus mendorong kepada para dosen untuk ikut ambil bagian program-program strategis ini,” kata Masnun.
Selain itu, Masnun juga memberikan apresiasi atas langkah cepat Puspenma dalam memberikan layanan pendanaan riset dan juga beasiswa. “Para dosen dan Pimpinan UIN Mataram siap menjadi mitra strategis baik dalam optimalisasi layanan riset dan beasiswa, karena kami sangat membutuhkannya,” kata Masnun.
Sebagai informasi, Kemenag sejak 2022 telah berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan RI, telah memberikan pembiayaan untuk BeasiswaIndonesia Bangkit (BIB), bagi dosen PTK, dosen Agama di PTU dan Ma’had Aly serta aktor Pendidikan Keagamaan lainnya, seperti Guru, Ustadz, Kyai, Guru PAI di Sekolah, Tendik, Alumni Pendidikan Keagamaan, hingga pegawai Kementerian Agama.
Pertemuan Eksekutif Pimpinan UIN Mataram ini turut dihadiri oleh Ketua Tim Kerja Kerjasama, Investasi Pendidikan dan Riset Puspenma Hendro Dwi Antoro, Wakil Rektor 1 Prof. Adli Fadli, Wakil Rektor III Prof Jumarin, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Mataram Dr H Deni Priansyah, para Dekan, Wakil Dekan, Ketua Lembaga dan Kepala Pusat serta sejumlah dosen.