Pasangan suami istri yang sehari-hari bekerja sebagai buruh pabrik ini, dengan penuh bahagia menyaksikan sang anak dari pelataran Istana Merdeka, Jakarta. Kini sang anak resmi menyandang pangkat Letnan Dua (Letda).
Bagi keluarga asal Bekasi ini, momen tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi hasil penantian panjang yang akhirnya menjadi kenyataan. Sujadiyono tak kuasa menahan haru saat memeluk putranya yang kini resmi menjadi perwira pertama dalam keluarga mereka. Sang anak juga telah mewujudkan impiannya yang gagal menjadi prajurit TNI.
Sujadiyono mengaku saat muda sempat mencoba mendaftar jadi anggota TNI hingga tiga kali, tetapi selalu gagal. Oleh karena itu, bagi Sujadiyono, pencapaian yang diraih Haryo bukan hanya prestasi sang anak, tetapi menjadi momen berakhirnya penantian panjangnya.
"Pesan saya kepada Haryo, saya harapkan anak saya teguh, jujur, terus semangat juang, pantang menyerah sampai mencapai pangkat yang tertinggi supaya mengemban tugas negara," kata Sujadiyono, dilansir Antara.
Sang ibu, Robianti, juga mendoakan anaknya itu selalu diberi semangat dan kesehatan. "Rajin shalatnya, ingat orang tua, untuk tugas negara dan bangsa," kata Robianti.
Dia mengaku telah merelakan Haryo mengabdi dan berkorban jiwa raga untuk negara, meskipun rasa was-was dan cemas kerap menghampiri manakala mengetahui tugas berat yang menanti anaknya itu. "Kalau seorang ibu itu pasti khawatir, tetapi itu, harus (rela) melepas seorang anak untuk negara," kata Robianti.
Bagi Haryo, momen hari ini tentu sebuah kebanggaan luar biasa. Apalagi ia bisa mewujudkan impian sang ayah. "Tentunya sangat bangga, terlebih karena menaikkan derajat kedua orang tua. Maka itu, kami juga siap untuk ditugaskan di mana saja sesuai dengan apa yang sudah kami ucapkan," kata Haryo.
Kata Haryo, jalan menuju pelantikan ini tidak mudah. Usai lulus SMA, ia sempat gagal dalam seleksi Akademi Angkatan Laut (AAL). Namun, ia tidak menyerah. Dengan persiapan lebih matang, ia kembali mencoba di tahun berikutnya dan akhirnya diterima di AAL Surabaya, Jawa Timur.
"Perjuangan saya banyak tantangannya, tapi Alhamdulillah semua terbayar. Sejak kecil memang sudah ingin jadi tentara, dan sekarang saya sudah jadi perwira," kata Haryo penuh syukur.
Haryo yang lahir di Tangerang, Banten, dan menetap di Bekasi, pun terbang ke Surabaya untuk digembleng di kawah candradimuka sebagai calon perwira TNI AL.
Haryo pun mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tuanya karena doa dan dukungan mereka yang mengantarkan dirinya menjadi perwira remaja TNI AL.
"Sejak kecil sudah ingin (punya) cita-cita menjadi tentara dan alhamdulillah akhirnya menjadi perwira," ucapnya. "Terima kasih untuk orang tua saya. Apa pun kondisinya, mereka selalu support, selalu ada," tutup Haryo, sembari menggenggam tangan ibunya.