Potensi Cuaca Ekstrem, Basarnas Siagakan 11 Alutsista Amankan Mudik Lebaran 2024 di Pulau Jawa
Akhmad Baihaqi Arsyad






Upaya itu ditempuh seiring tingginya potensi cuaca ekstrem kebencanaan di wilayah itu. Hal itu disampaikan oleh Kepala Basarnas Kusworo dalam rapat kerja dengan anggota Komisi V DPR RI di Jakarta, Selasa (2/4/2024).
Atas kondisi cuaca yang demikian, kata dia, maka dalam operasi pengamanan keselamatan mudik Lebaran tahun ini telah disiagakan sebanyak 11 unit alutsista berupa helikopeter dan kapal laut SAR tersebut di wilayah Pulau Jawa.
Kusworo merinci, masing-masing terbagi untuk pengamanan pelabuhan laut bagian barat pulau jawa (Merak-Bakauheni) disiagakan sebanyak dua unit kapal SAR dan satu unit helikopter Dauphin AS365, kemudian sebanyak dua kapal SAR di Pantai Mutiara Jakarta.
Untuk di bagian tengah Pulau Jawa (Pati, Semarang, Demak) disiagakan sebanyak satu unit helikopter Dauphin AS356 yang posisi pangkalan di Pintu Gerbang Tol Cikopo-Kalikangkung dan dua unit kapal SAR di Cirebon dan Tanjung Mas Semarang.
Kemudian, di bagian timur Pulau Jawa disiagakan satu unit helikopter Dauphin A536 satu unit di Banyuwangi beserta sebanyak dua unit kapal SAR yang posisi pangkalan di Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya) dan Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi).
“Ada ribuan orang personel SAR terlatih turut disiagakan karena tekad kami bisa mengantisipasi potensi kedaruratan dalam aspek SAR yang intinya dapat berbuat cepat, aman, terpadu dan terkoordinasi dengan segenap unsur terkait agar suasana mudik aman lancar dan terkendali khususnya di Pulau Jawa ini,” ujarnya.
Di sisi lain, Kuswanto mengingatkan supaya para operator kapal penyeberangan laut, pesawat udara, dan transportasi umum darat (kereta api dan bus) untuk benar-benar menaati standar operasional prosedur yang diwajibkan oleh pemerintah sehingga perjalanan masyarakat tetap kondusif.
Artinya, kata dia, dengan menaati standar operasional itu maka kondisi armada transportasi termasuk fisik operatornya mutlak harus dalam keadaan prima, terlebih dalam kondisi ancaman cuaca buruk selama arus mudik Lebaran ini. "Tekad kita ya, jangan sampai terjadi kondisi yang membahayakan bagi manusia atas kelengahan itu sendiri,” ujarnya.
Adapun upaya penebalan personel SAR di Pulau Jawa itu merujuk dari hasil analisa Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi sebagian besar wilayah di sana masih akan dilanda hujan ringan, sedang - lebat yang juga berpeluang menimbulkan cuaca ekstrem dan gelombang laut tinggi dari 1,25 - 2,5 meter.
Disampaikan oleh Kepala BMKG Dwikorita bahwa kondisi ini terjadi karena dinamika atmosfer di Indonesia sangat dinamis dipengaruhi oleh bibit siklon tropis ataupun siklon tropis yang terjadi di Samudera Hindia masuk perairan selatan Indonesia.
BMKG, secara umum membagi kondisi tersebut dalam tiga fase. Pada fase pertama sepekan sebelum lebaran (3-9 April 2024), BMKG memperkirakan terjadi hujan intensitas sedang-lebat (150 mm-200 mm).
Pada fase kedua, sepekan saat Lebaran yaitu pada tanggal 10-16 April 2024 yang diprediksi kondisi cuaca di Indonesia secara umum cerah berawan berpeluang untuk hujan masih ada.
Lalu, fase ketiga atau sepekan setelah Lebaran yaitu pada tanggal 17-23 April, BMKG memprediksi Indonesia bagian utara dan tengah berpotensi mengalami hujan dengan kategori ringan - sedang.
Sementara itu, BMKG memprakirakan untuk gelombang tinggi ini akan terjadi di Samudera Hindia selatan, berimplikasi pada penyeberangan laut di Pelabuhan Merak dan Bakauheni, kemudian Pelabuhan Gilimanuk yang berpotensi banjir rob selama arus perjalanan libur Lebaran. (ant)
