Search

Jakarta Mulai Rangkaian HUT ke-499 di Lokasi Baru CFD Rasuna Said, Luncurkan Gerakan Pilah Sampah

JAKARTA, (ERAKINI) —  Jakarta resmi memulai rangkaian perayaan HUT ke-499  di lokasi baru Car Free Day (CFD), Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (10/5/2025).

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pemilihan Jalan HR Rasuna Said sebagai lokasi pencanangan dilakukan karena kawasan tersebut telah dibenahi untuk menjadi ikon baru Jakarta.

"Kenapa diadakan di Jalan Rasuna Said ini? Kami ingin memperlihatkan kepada publik bahwa Jakarta sedang berbenah," ujar Pramono.

Menurut dia, Jalan HR Rasuna Said yang dahulu dipenuhi ratusan tiang monorel mangkrak kini telah berubah wajah setelah tiang-tiang tersebut dirobohkan.

Pramono mengatakan, meski pembangunan di Jalan HR Rasuna Said masih terus berlangsung, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Karena itu, Pemprov DKI membuka CFD dan menggelar sejumlah kegiatan di kawasan tersebut.

"Nantinya CFD secara efektif akan kami lakukan per 1 Juni. Kenapa ini diadakan? Karena memang permintaan publik yang luar biasa dan tadi saya juga surprise dan kaget," katanya..

Kegiatan Car Free Day di kawasan Rasuna Said dimulai pukul 05.30 WIB, sama seperti di kawasan Sudirman-Thamrin.

Luncurkan Gerakan Pilah Sampah
Dalam kesempatan itu, Pramono juga resmi meluncurkan Gerakan Pilah Sampah. Ia menjelaskan deklarasi tersebut difokuskan pada penanganan sampah dari hulu.

Berdasarkan instruksi gubernur dan arahan pemerintah pusat, Pemprov DKI Jakarta mulai mewajibkan gerakan pilah sampah yang dilaksanakan secara serentak di lima wilayah kota administrasi dan Kabupaten Kepulauan Seribu.

Pramono menargetkan, apabila pemilahan sampah organik dan anorganik dari sumbernya berjalan optimal, maka pada Agustus mendatang Jakarta hanya akan membuang residu akhir ke TPST Bantar Gebang.

"Kita mulai dengan memilah terlebih dahulu. Selain Bantar Gebang, kita juga memiliki RDF Rorotan dan TPST 3R yang akan menjadi penampung sampah. Kami juga memberikan izin kepada pasar-pasar di Jakarta untuk mengelola sampahnya sendiri, seperti di Kramat Jati," terangnya.

Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Zulkifli Hasan, mengapresiasi langkah proaktif Pemprov DKI Jakarta dalam menangani persoalan sampah.

"Pemilahan sampah rumah tangga menjadi kunci untuk mengubah sampah menjadi sumber energi listrik," ungkapnya.

Ia menyebut penanganan sampah di Bantar Gebang akan dilakukan melalui teknologi waste to energy. Untuk skala darurat di atas 1.000 ton ditargetkan selesai pada 2028, sedangkan penanganan skala 100 hingga 200 ton ditargetkan rampung pada 2029.

Zulkifli berharap gerakan yang diinisiasi Pemprov DKI Jakarta dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.

"Problem utama saat ini adalah bagaimana memisahkan sampah menjadi tiga jenis, yakni organik, anorganik, dan bahan berbahaya serta beracun (B3). Jika itu selesai, maka sampah dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan listrik penerangan Jakarta dan daerah lainnya," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) RI, Jumhur Hidayat, menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat agar gerakan tersebut tidak berhenti sebagai program birokrasi semata.

"Ini harus menjadi gerakan warga Jakarta, bukan hanya gerakan birokrasi. Jakarta akan menjadi contoh bagi kita semua. Kami sepenuhnya mendukung agar sampah yang tadinya menjadi musuh berubah menjadi sesuatu yang bernilai," tandasnya.