Musim Rambutan Hilang di Akhir Tahun, Pakar Buah Tropika IPB Ungkap Penyebabnya
Thomas Pulungan
BOGOR, (ERAKINI) – Musim rambutan biasanya muncul pada akhir tahun hingga awal tahun. Namun, kondisi ini tidak terlihat di penghujung tahun 2025.
Rambutan biasanya berbunga pada awal musim hujan, yakni sekitar Oktober-November, lalu panen pada Desember. Namun, kini tak lagi mudah dijumpai sehingga menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Pakar buah tropika dari IPB University Prof Sobir mengungkapkan bahwa hilangnya musim rambutan dipengaruhi oleh faktor iklim, fisiologi tanaman, dan pergeseran nilai ekonomi.
“Ada tiga kemungkinan utama penyebab minimnya produksi rambutan pada akhir 2025,” ujar Prof Sobir, dikutip dari laman resmi IPB University, Jumat (9/1/2026.
Prof Sobir menjelaskan, faktor pertama adalah kondisi iklim yang cenderung mengalami kemarau basah pada tahun 2025, sehingga induksi pembungaan tidak berlangsung optimal.
Kedua, tanaman rambutan memiliki sifat berbuah lebat pada satu tahun dan cenderung berkurang pada tahun berikutnya (biannual bearing). Hal ini karena cadangan hasil fotosintesis terkuras pada panen sebelumnya, sehingga produksi panen berikutnya berkurang.
“Pohon buah-buahan tropika seperti rambutan akan berbunga bila tanaman memiliki cadangan hasil fotosintesis yang cukup dan mendapat periode kering selama 2–4 minggu. Biasanya tanaman berbunga di awal musim hujan, sekitar Oktober–November, dan dipanen pada Desember saat musim hujan,” katanya.
Terkait adanya anggapan bahwa pohon rambutan kini semakin sedikit atau tidak lagi berbuah, kata dia kedua hal tersebut bisa saja terjadi. Nilai ekonomi rambutan yang relatif rendah membuat petani atau pemilik pohon enggan memanen ketika jumlah buah sedikit karena dianggap tidak ekonomis.

















