Gelandang Fiorentina Edoardo Bove secara tiba-tiba kolaps di lapangan saat La Viola menjamu Inter Milan dalam lanjutan Serie A Italia, Senin (2/12/2024) dini hari WIB. Foto: FOOTBALL ITALIA
JAKARTA, (ERAKINI) - Gelandang Fiorentina Edoardo Bove secara tiba-tiba kolaps di lapangan ketika laga baru berlangsung 15 menit saat La Viola menjamu Inter Milan dalam lanjutan Serie A Italia, Senin (2/12/2024) dini hari WIB.
Sontak, kejadian ini membuat cemas para pemain dan beberapa pemain sempat terlihat menangis. Penonton di stadion juga terdiam dan menunjukkan kekhawatiran yang sama atas kondisi Bove. Wasit yang memimpin pertandingan akhirnya menghentikan laga tersebut.
Para pemain dan legenda sepakbola turut memberikan doa serta dukungan untuk Bove. Salah satunya kiper Fiorentina, David De Gea. "Tuhan, tolong," tulis De Gea di akun X pribadinya.
Legenda Arsenal, Thierry Henry, juga sempat terdiam saat melihat insiden Bove tersebut dari televisi. Ia juga ikut mendoakan untuk kesehatan Bove.
"Saya sedang menonton pertandingan itu dan hanya bisa terdiam. Pikiran dan doa saya bersama Edoardo Bove dan keluarganya," kata Henry dikutip dari laman Instagram pribadinya.
Ini bukan kejadian pertama di lapangan sepakbola. Sejumlah pemain sepakbola sudah mengalami apa yang menimpa Bove yang secara tiba-tiba kolaps di lapangan.
Penggemar sepakbola mungkin masih ingat kejadian yang menimpa kapten Denmark Christian Eriksen saat bertanding melawan Finlandia di Piala Eropa 2020.
Saat itu Eriksen tiba-tiba jatuh dan tak sadarkan diri di lapangan. Hanya, Christian Eriksen terselamatkan dan bisa kembali bermain di Piala Eropa 2024 Jerman.
1. Antonio Puertas
Kejadian tragis menimpa Antonio Puertas, sahabat karib legenda Real Madrid Sergio Ramos saat membela Sevilla. Antonio Puertas meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit setelah kolaps di lapangan ketika bertanding di laga pembuka La Liga 2007/2008 pada
28 Agustus 2007.
2. Piermario Morosini
Piermario Morosini meninggal dunia pada 14 April 2012. Ketika bertanding membela Livorno di laga kontra Pescara. Piermario Morosini meninggal dunia saat usianya baru 25 tahun, karena mengalami serangan jantung. Ia sempat jatuh-bangun di lapangan, seperti berjuang melawan serangan jantung yang menyerangnya, sebelum kemudian ajal menjemputnya.
3. Daniel Jarque
Daniel Jarque terkena serangan jantung saat berlatih bersama timnya Espanyol pada 8 Agustus 2009. Kapten Espanyol yang merupakan sahabat karib Andres Iniesta itu meninggal secara tiba-tiba di Florence, Italia, sebelum Espanyol melakukan laga pramusim melawan Bologna.
4. Marc Vivien Foe
Atlet sepak bola lainnya yang meninggal dunia saat bertanding lainnya adalah Marc Vivien Foe. Marc Vivien Foe merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki Kamerun. Ia pernah meraih dua Piala Afrika pada 2000 dan 2002. Namun perjalanan hidupnya mesti berakhir secara tragis saat semifinal Piala Konfederasi 2003 di Prancis antara Kamerun vs Kamboja pada 26 Juni 2003.
Pemain yang berposisi sebagai gelandang itu tiba-tiba kolaps di tengah lapangan. Ia sempat tak sadarkan diri selama 45 menit sebelum meninggal dunia saat dibawa ke pusat medis Stade de Gerland, Lyon, Prancis. Dia mengalami kolaps akibat hipertrofi kardiomiopati atau penebalan otot jantung. Ia kemudian meninggal dunia di rumah sakit dalam usia 28 tahun.
5. Eri Irianto
Dari Tanah Air ada nama Eri Erianto. Gelandang Timnas Indonesia itu meninggal dunia pada 3 April 2000 saat laga Persebaya Surabaya vs PSIM Yogyakarta di Stadion Tambaksari. Eri Irianto yang saat itu membela Persebaya Surabaya bertabrakan dengan gelandang PSIM asal Gabon, Samson Noujine Kinga, lalu tak sadarkan diri.
Eri Irianto sempat dibawa ke rumah sakit. Namun, pada malam harinya Eri Irianto dinyatakan meninggal dunia karena ternyata terkena serangan jantung. Eri saat itu tengah menikmati masa emasnya sebagai pemain profesional, yakni dengan usia baru 26 tahun.
6. Ricky Yacobi
Pemain lainnya yang pernan membela Timnas Indonesia adalah Ricky Yacobi.Striker legendaris timnas Indonesia ini meninggal dunia di Rumah Sakit Mintoharjo, Jakarta, pada 21 November 2020. Ricky Yacobi dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami serangan jantung saat bermain sepak bola pada ajang Trofeo Medan Selection di Lapangan A Senayan, Jakarta.
Pria yang saat itu berusia 57 tahun sedang melakukan selebrasi usai mencetak gol. Namun, Ricky Yacobi tiba-tiba kolaps. Setelah mendapatkan perawatan singkat dari rekan-rekannya, Ricky Yacobi dibawa ke rumah sakit. Namun, nyawa peraih medali emas SEA Games 1987 itu tidak tertolong.