Henti jantung mendadak dapat terjadi pada siapa saja, termasuk atlet yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya. Foto: Ilustrasi/BBC
JAKARTA, (ERAKINI) - Pebulu tangkis China Zhang Zhi Jie meninggal dunia usai pingsan saat bermain. Zhang Zie Jie tiba-tiba colaps saat bertarung melawan wakil Jepang Kazuma Kawamo di pertandingan terakhir penyisihan grup BNI Badminton Asia Junior Championships 2024 di GOR Amongrogo, Minggu (30/6/2024) malam.
Kepala Bidang Humas PBSI Broto Happy mengatakan, berdasarkan kesimpulan pemeriksaan dan penanganan korban, baik di RSPAU Dr S Hardjolukito, maupun RSUP Dr Sardjito menunjukkan hasil yang sama, yaitu korban mengalami .
Kesehatan jantung memang selalu menjadi perbincangan yang tidak ada habisnya. Terutama pada kelompok usia tertentu dimana masalah kardiovaskular mulai banyak mengintai. Masalah kesehatan jantung seringkali memiliki penampilan berupa gejala yang fatal yang tidak jarang berjalan sangat cepat, hingga kematian mendadak.
Lantas apa sebenarnya apa yang dimaksud dengan henti jantung mendadak? Dokter Rindayu Yusticia Indira Putri dari RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta dalam sebuah artikel yang dipulish di laman yankes.kemkes.go.id menjelaskan, henti jantung mendadak (HJM) adalah berhentinya secara tiba-tiba dari aktivitas normal jantung yang disertai dengan kolaps hemodinamik yang berasal dari masalah jantung.
Hal ini dapat terjadi dalam hitungan detik, dimana aktivitas listrik dan pompa jantung berhenti medadak dan menyebabkan seluruh sistem sirkulasi manusia kolaps atau berhenti berjalan.
Pasien yang mengalami HJM tentu akan mengalami hilang kesadaran mendadak dan jatuh. Hal ini biasanya yang menjadi penyebab seseorang terjatuh tiba-tiba di tempat umum atau fasilitas olahraga yang membutuhkan pertolongan segera.
HJM menempati 50 % dari kematian pada masalah jantung. Dan yang menjadi masalah adalah kejadian HJM ini sebanyak 50% merupakan gejala pertama yang muncul pada pasien yang sebelumnya tidak memiliki riwayat masalah jantung, sehingga dapat juga diartikan sebagai silent killer.
"Pada pasien yang memiliki kelainan jantung tetapi sebelumnya tidak ada keluhan yang muncul sama sekali, bisa saja HJM adalah gejala pertama yang muncul," ujarnya dikutip Selasa (2/7/2024).
Kejadian henti jantung juga semakin meningkat seiring peningkatan usia seseorang. Data dari European Society of Cardiology (ESC), HJM terjadi pada 50 dari 100.000 pasien berusia 50-60 tahun dan lebih sering terjadi pada jenis kelamin laki-laki.1
Di negara barat, HJM paling sering terjadi akibat penyakit jantung koroner (PJK), dimana terjadi pada 75-80 % kasus. Berbeda dari anjuran yang umum diberikan pada pasien dengan masalah jantung, aktivitas fisik dan olahraga, terutama yang berat, justru menjadi pencetus HJM saat atau setelah olahraga pada beberapa populasi.
Penyebab dan jenis HJM bervariasi bergantung dari rentang usia seseorang. Baik angka kejadian maupun variasinya amat berbeda dalam sebaran usia yang berbeda.
Seorang pasien yang relatif berusia muda akan didominasi oleh masalah kelainan listrik jantung bawaan, infeksi jantung dan kardiomiopati. Dimana pada pasien di usia dekade ke-4 atau lebih, setengah dari kasus HJM memiliki latar belakang penyebab dari PJK, terutama serangan jantung koroner.
HJM dapat terjadi pada siapa saja, termasuk atlet yang tidak memiliki riwayat penyakit jantung sebelumnya. Hal mengingat ini dapat merupakan gejala pertama yang muncul. Terdapat kelainan listrik jantung yang memang sulit untuk dideteksi dengan pemeriksaan sederhana.
Namun, pemeriksaan lanjut di bidang kardiologi seperi rekam jantung/ elektrokardiografi (EKG), foto thorax, serta USG jantung (ekokardiografi) dan treadmill secara umum dapat dapat mendeteksi secara awal pasien yang memiliki potensi untuk terjadinya HJM yang mengancam nyawa.