Dua tim Eropa akan bentrok pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 saat Prancis menghadapi Swedia di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Rabu (1/6) dini hari pukul 04.00 WIB. Foto: Ilustrasi
JAKARTA, (ERAKINI) - Dua tim Eropa akan bentrok pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 saat Prancis menghadapi Swedia di Stadion MetLife, East Rutherford, New Jersey, Rabu (1/6) dini hari pukul 04.00 WIB. Les Bleus datang sebagai salah satu favorit kuat juara, sementara Swedia mencoba melanjutkan kejutan di fase gugur.
Prancis tampil impresif sepanjang fase grup dengan menyapu bersih tiga pertandingan di Grup I. Semua kemenangan diraih dengan selisih lebih dari satu gol. Tim asuhan Didier Deschamps menutup fase grup dengan koleksi sembilan poin sempurna, mencetak 10 gol dan hanya kebobolan dua kali.
Sebaliknya, Swedia lolos ke babak gugur sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik dari Grup F setelah meraih satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan. Swedia sempat menang besar 5-1 atas Tunisia, tetapi juga menelan kekalahan telak 1-5 atas Belanda, sebelum menutup fase grup dengan hasil imbang 1-1 kontra Jepang.
Secara ranking FIFA, Prancis jauh lebih unggul dengan menempati posisi ketiga dunia. Sedangkan Swedia berada di peringkat ke-38. Les Bleus juga memiliki catatan positif dengan memenangi empat dari lima pertemuan terakhir melawan Swedia, termasuk kemenangan terakhir pada 2020.
Meski demikian, hasil-hasil mengejutkan di awal fase gugur menjadi pengingat bahwa tidak ada tim yang benar-benar aman di Piala Dunia kali ini. Brasil nyaris tersingkir saat menghadapi Jepang, Paraguay secara mengejutkan menyingkirkan Jerman lewat adu penalti, dan Maroko berhasil membalikkan keadaan untuk memulangkan Belanda.
Karena itu, Prancis diperkirakan tetap akan tampil waspada meski diunggulkan hampir di semua sektor permainan. Lini serang Prancis menjadi kekuatan utama tim. Kylian Mbappe masih menjadi andalan dan salah satu kandidat kuat peraih Sepatu Emas turnamen. Penyerang Real Madrid itu tampil tajam sepanjang fase grup dan terus menjadi ancaman bagi setiap lawan.
Selain Mbappe, performa Ousmane Dembele juga menjadi sorotan. Kecepatan dan kreativitas pemain sayap tersebut membuat lini serang Prancis semakin berbahaya. Di lini tengah, Aurelien Tchouameni menjadi motor permainan, sementara William Saliba memimpin lini belakang yang tampil solid sepanjang turnamen.
Sementara itu, Swedia tetap memiliki sejumlah pemain yang bisa menciptakan kejutan. Alexander Isak menjadi ancaman utama di lini depan dengan kemampuan menyerang balik yang cepat. Swedia juga mengandalkan ketajaman Viktor Gyokeres serta kreativitas Dejan Kulusevski dalam membangun serangan.
Pertandingan diperkirakan berlangsung terbuka dengan potensi banyak gol. Prancis rata-rata mencetak lebih dari tiga gol per pertandingan di turnamen ini, sedangkan Swedia memiliki lini serang yang cukup tajam untuk memberi perlawanan.
Di atas kertas, Prancis memang jauh lebih unggul dan diprediksi mampu mengamankan tiket ke babak berikutnya. Namun, kejutan demi kejutan yang terjadi di fase gugur membuat laga ini diperkirakan tidak akan berjalan mudah bagi Les Bleus.
Prancis menjadi favorit besar menurut bursa taruhan. Les Bleus diunggulkan lolos ke babak 16 besar dan diprediksi mampu menang dengan selisih lebih dari satu gol. Prancis diprediksi menang 3-1.