Lionel Messi bersiap menghadapi mantan klubnya, PSG, ketika Inter Miami bertemu Les Parisiens di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025, Minggu (29/6) malam ini. Foto: Ilustrasi/FIFA.com
JAKARTA, (ERAKINI) - Lionel Messi bersiap menghadapi mantan klubnya, Paris Saint‑Germain (PSG), ketika Inter Miami bertemu Les Parisiens di babak 16 besarPiala Dunia Antarklub 2025, di Kennesaw State University, AS, Minggu (29/6) malam pukul 23.00 WIB. Laga ini akan menjadi pertarungan sarat dan bagi Messi yang pernah dua musim membela sebelum pindah ke Miami pada Juni 2023.
Di bawah terik matahari Atlanta, PSG menjalani sesi latihan terakhir di Kennesaw State University. Sorotan utama jelas tertuju pada Messi, yang akan menghadapi tim tempat ia meraih dua gelar Ligue 1 dan satu Trophee des Champions selama dua musim memperkuat klub ibu kota Prancis tersebut.
Superstar asal Argentina itu hengkang ke Florida dan bergabung dengan Inter Miami pada Juni 2023, menggebrak Major League Soccer (MLS) dan menarik perhatian dunia.
Kepergiannya, bersama Neymar dan Kylian Mbappe, pun menandai akhir sebuah era di PSG. Namun, di bawah asuhan Luis Enrique, PSG justrubangkit dan akhirnya menjuarai Liga Champions Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub.
Kini, Inter Miami yang dipimpin pelatih Javier Mascherano, bersiap memberi kejutan pada sang juara Eropa. Meski bukan tugas mudah, The Herons percaya diri, terlebih dengan Messi yang baru saja merayakan ulang tahun ke-38, tetap tampil menawan sepanjang turnamen ini.
Laga ini mempertemukan Messi dengan banyak pemain muda PSG yang tumbuh mengidolakannya. Salah satunya, bintang muda Desire Doue. “Dia adalah salah satu pemain terhebat sepanjang masa. Dia GOAT. Dia inspirasi saya sejak kecil, dan warisannya akan terus hidup,” kata Doue, dilansir FIFA.com.
Meskipun baru bergabung dari Rennes pada Agustus 2024 dan tidak pernah satu ruang ganti dengan Messi, sembilan pemain PSG saat ini pernah bermain bersamanya. Mereka adalah Gianluigi Donnarumma, Achraf Hakimi, Presnel Kimpembe, Marquinhos, Fabian Ruiz, Vitinha, Nuno Mendes, Bradley Barcola, dan Warren Zaire-Emery.
Bek Lucas Hernandez juga mengenal Messi dengan baik, setelah beberapa kali berhadapan dengannya saat bermain untuk Atletico Madrid, Bayern Munchen, dan Timnas Prancis, termasuk laga dramatis 4-3 di Piala Dunia 2018. “Dia ikon global, pemain fenomenal. Kalau dia ada di lapangan, Anda tahu itu takkan mudah,” katanya.
Namun Hernendez menegaskan PSG tidak akan mengubah cara main mereka. “Bukan kami yang menyesuaikan diri dengan lawan, tapi mereka yang harus menyesuaikan diri dengan kami,” ujarnya percaya diri.
Joao Neves, gelandang yang cepat jadi pilar PSG sejak bergabung tahun lalu, menambahkan, “Kami mempersiapkan diri seperti biasa. Tapi menghadapi pemain seperti Messi tentu memberi dorongan ekstra. Fokus kami tetap pada tim dan gaya main kami.”
Meski Messi jadi pusat perhatian, Inter Miami menunjukkan mereka bukan tim satu pemain. Luis Suarez mencetak gol indah ke gawang Palmeiras, Sergio Busquets, mengatur tempo di lini tengah, dan sejumlah wajah baru tampil mengesankan di fase grup. “Mereka tim kuat, penuh nama besar. Kami tahu mereka akan menguji kami,” ujar Doue.
Kini, panggung besar siap menyambut laga blockbuster ini. PSG masuk ke babak gugur sebagai juara Grup B. Setelah menang 4-0 atas Atletico de Madrid, kalah mengejutkan dari Botafogo, lalu menang lagi 2-0 atas Seattle Sounders, membawa PSG lolos berkat penampilan gemilang Kvicha Kvaratskhelia, Vitinha, dan Doue. Hanya, Ousmane Dembele, Pemain Terbaik Liga Champions musim lalu, masih diragukan tampil karena cedera hamstring.
Sementara Inter Miami melaju sebagai runner-up grup. Setelah imbang tanpa gol kontra Al Ahly, Messi menginspirasi kemenangan 2-1 atas FC Porto. Di laga terakhir, Suarez mencetak satu gol dan satu assist saat hampir mengalahkan Palmeiras.