Barcelona mengamankan gelar La Liga ke-28 usai menang lawan Espanyol pada Jumat dini hari. Foto: FC Barcelona
JAKARTA, (ERAKINI) - Dimulai pada 15 Agustus 2024, trofi La Liga Spanyol akhirnya menemukan pemiliknya setelah 272 hari, yakni Barcelona. Tim asuhan Hansi Flick mengunci gelar La Liga ke-28 usai memenangkan derby Catalan melawan Espanyol, Jumat dini hari tadi.
Trofi La Liga ini melengkapi dua gelar domestik sebelumnya yang sudah dibawa pulang Blaugrana, yakni Piala Super Spanyol dan Copa del Rey, sehingga El Barca sukses meraih
musim ini. Filosofi bermain dan sosok Hansi Flick dianggap sebagai kunci kesuksesan Barca musim ini. Pelatih asal Jerman itu mampu memaksimalkan potensi para pemain dan mengembalikan kejayaan Barça.
Sebenarnya, Flick datang ke Barcelona pada Mei 2024 bukan dalam kondisi skuad yang siap tempur untuk bersaing di jalur juara. Ia datang dengan modal warisan pemain muda dan berbakat, tetapi minim pengalaman.
Tetapi, dalam waktu singkat Flick berhasil meraih respek dan kepercayaan dari para pemain. Ia berhasil memadukan talenta muda dengan pengalaman pemain senior untuk menjadikan tim yang solid, atraktif, serta berkarakter kuat dengan permainan menyerang yang mengagumkan.
Barça tampil dengan filosofi sepak bola menyerang dan menghibur. Robert Lewandowski dkk sejauh ini sudah mengoleksi 96 gol di La Liga sehingga menjadi salah satu tim tertajam musim ini. Lewandowski tampil tertajam dengan 25 gol, disusul Raphinha 18 gol, dan Lamine Yamal 8 gol. Trio penyerang ini juga didukung Ferran Torres (10 gol, 6 assist) dan Dani Olmo (9 gol, 3 assist).
Sang arsitek Flick, memang menciptakan sistem di mana bola menjadi pusat permainan, bukan hanya untuk penguasaan tetapi sebagai senjata menuju gawang lawan. Serangan bisa datang dari berbagai bentuk, baik bola mati, sisi lapangan, tengah, serangan balik, atau penguasaan lambat.
Flick juga memberikan kepercayaan besar kepada pemain muda seperti Yamal, Pedri, Gavi, Fermín, Cubarsí, dan Balde. Ia juga memberi debut kepada tujuh pemain muda dari akademi La Masia sepanjang musim ini.
Di sisi lain, pilar senior seperti Lewandowski, Inigo Martínez, dan Jules Koundé memberikan kestabilan permainan tim. Frenkie de Jong bangkit dari cedera dengan performa impresif, dan Wojciech Szczęsny yang keluar dari pensiun menggantikan Ter Stegen, turut menjadi bagian penting dari kesuksesan tim.
Mental Baja dan Kemenangan Comeback
Meski dihuni banyak pemain muda, namun Barca memiliki mental baja. Barcelona menunjukkan karakter luar biasa dengan mencatat 9 kemenangan comeback, termasuk 6 di La Liga.
Tiga di antaranya bahkan saat tertinggal dua gol lebih, yakni menang 4-2 atas Atletico di laga tandang, 4-3 atas Celta lewat gol telat Raphinha, dan membalikkan keadaan menjadi 4-3 atas Real Madrid di laga El Clasico terakhir, yang menjadi kunci dalam perburuan gelar.
Meski sempat terseok di akhir 2024, tertinggal tujuh poin dari Madrid, Barça mampu bangkit dan menorehkan 16 laga tanpa kekalahan di tahun 2025. Barca sukse menyalip sang rival dan mengunci gelar juara.
Tak hanya mengalahkan sang rival Real Madrid dalam perebutan juara La Liga, Barcelona juga menyapu bersih kemenangan dari 4 laga El Clssico musim ini.
Gelar juara ini menjadi momen kebangkitan Blaugrana di bawah kepemimpinan Flick. Meski gagal melaju ke final Liga Champions, performa Barcelona musim ini menunjukkan pondasi kuat untuk masa depan.
Dengan tiga trofi domestik dan generasi baru penuh potensi, masa depan Barcelona diyakini akan cerah. Hansi Flick telah menghidupkan kembali semangat juang dan identitas permainan Barcelona.
“Kami belum sempurna, tapi tim ini bisa jauh lebih baik. Kami sudah berada di jalur yang benar,” ujar Flick dikutip dari laman resmi klub.
Flick mengaku kunci kesuksesan timnya menjuarai La Liga musim ini adalah kekeluargaan. Ia bangga dengan kekompakan tim sebagai hal yang belum pernah dialaminya sebelumnya.
Flick tak ingin menyebut satu nama sebagai kunci kesuksesan tim musim ini, termasuk dirinya maupun Lamine Yamal.
“Yang menentukan musim ini adalah keluarga yang kami bangun. Semua bekerja dengan gairah dan tahu peran mereka penting. Itu sangat membantu saya untuk mencapai target,” kata Flick. “Kami ini tim. Semua bekerja keras dan memberi yang terbaik,” tutupnya.