Barcelona menyegel gelar juara Liga Spanyol 2024/25 setelah meraih kemenangan dramatis atas rival sekota, Espanyol, dalam laga derby yang digelar Jumat (16/5/2025) dini hari. Kemenangan 2-0 ini sekaligus memastikan gelar liga ke-28 sepanjang sejarah klub asal Catalonia. Foto: FC Barcelona
BARCELONA, (ERAKINI) - Barcelona menyegel gelar juaraLa Liga Spanyol 2024/25 setelah meraih kemenangan dramatis atas rival sekota, Espanyol, dalam laga derby yang digelar Jumat (16/5/2025) dini hari. Kemenangan 2-0 ini sekaligus memastikan gelar liga ke-28 sepanjang sejarah klub asal Catalonia.
Meski tampil di bawah tekanan dan jauh dari performa terbaiknya, Barcelona mampu memecah kebuntuan lewat gol sensasional dari pemain muda Lamine Yamal pada menit ke-53. Sementara gol penutup dicetak Fermín López di masa injury time, yang memastikan pesta juara bagi skuad asuhan Hansi Flick.
Gelar ini menjadi sangat spesial bagi Barcelona karena diraih lewat perjuangan yang tidak mudah. Mengandalkan skuad muda tanpa beban ekspektasi besar, Blaugrana tampil impresif di paruh pertama musim hingga sempat disebut-sebut bisa mengunci gelar sebelum Natal. Namun, performa mereka sempat anjlok dengan tiga kekalahan beruntun di kandang yang membuat mereka turun ke peringkat ketiga klasemen.
Namun sejak memasuki tahun 2025, Barcelona bangkit dan mencatat rekor tak terkalahkan di La Liga. Konsistensi luar biasa inilah yang membawa mereka kembali ke puncak dan akhirnya dinobatkan sebagai juara dua laga sebelum musim berakhir.
Laga kontra Espanyol berlangsung menegangkan. Kedua tim punya kepentingan besar—Barça mengejar gelar, sementara Espanyol berjuang menghindari degradasi. Babak pertama berakhir tanpa gol meski Espanyol tampil lebih tajam dalam menciptakan peluang. Untungnya, kiper Wojciech Szczesny tampil gemilang menyelamatkan gawang Barcelona dari kebobolan.
Laga sempat dihentikan sementara akibat insiden di luar stadion, di mana sebuah mobil menabrak kerumunan suporter dan melukai 13 orang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dan pertandingan bisa dilanjutkan.
Pada babak kedua, bintang muda Lamine Yamal menjadi pembeda lewat gol indah dari luar kotak penalti yang melengkung ke sudut atas gawang. Espanyol sempat mendapatkan angin segar setelah Leandro Cabrera diusir wasit karena meninju perut Lamine. Namun, sisa 10 pemain Espanyol justru tampil semakin berani menyerang.
Saat pertandingan tampak akan berakhir dengan skor tipis, Fermín Lopez memastikan kemenangan lewat gol kedua di menit akhir injury time. Gol ini menjadi pelipur lara baginya setelah sebelumnya sempat dianulir dalam laga melawan Real Madrid.
Dengan gelar La Liga ini, Barcelona sukses meraih treble domestik musim ini setelah sebelumnya menjuarai Piala Super Spanyol dan Copa del Rey. Ini menjadi pencapaian luar biasa di musim perdana era pelatih Hansi Flick, yang digadang-gadang menjadi awal dari masa keemasan baru Blaugrana.