Swedia harus terima ditahan imbang Yunani 2-2 dalam laga uji coba terakhir menjelang Piala Dunia 2026 di Strawberry Arena, Swedia, pada Jumat (5/6/2026) WIB. (Foto: Football Whispers).
JAKARTA, (ERAKINI) - Tim nasional Swedia harus mengubur harapan meraih kemenangan dalam laga uji coba terakhir menjelang Piala Dunia 2026 setelah ditahan imbang Yunani dengan skor 2-2. Pertandingan yang berlangsung di Strawberry Arena, Swedia, pada Jumat (5/6/2026) WIB tersebut menyuguhkan drama hingga detik-detik terakhir.
Skuad tuan rumah sebenarnya sudah berada di ambang kemenangan setelah berhasil membalikkan keadaan pada babak kedua. Namun, gol yang tercipta pada masa tambahan waktu membuat Yunani pulang dengan membawa hasil imbang.
Tim tamu membuka keunggulan lebih dahulu saat pertandingan baru berjalan 10 menit. Berawal dari situasi sepak pojok, Konstantinos Tsimikas berhasil memanfaatkan bola liar di depan gawang dan menuntaskannya menjadi gol. Yunani pun memimpin 1-0.
Setelah gol tersebut, kedua tim terlibat duel sengit di berbagai lini. Swedia berupaya meningkatkan tekanan, sementara Yunani tampil disiplin dalam menjaga pertahanan mereka.
Memasuki babak kedua, sejumlah pergantian pemain yang dilakukan kedua pelatih membuat ritme pertandingan semakin hidup. Swedia tampil lebih agresif dan mulai mendominasi jalannya laga.
Usaha keras tuan rumah akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-53. Viktor Gyokeres sukses mencetak gol penyama kedudukan melalui eksekusi tendangan bebas yang mengarah ke sudut bawah gawang. Kiper Yunani tak mampu mengantisipasi bola sehingga skor berubah menjadi 1-1.
Momentum positif tersebut terus dimanfaatkan oleh Swedia. Pada menit ke-69, pemain pengganti Taha Ali menunjukkan kontribusi penting dengan menciptakan peluang berbahaya. Bola kemudian berhasil diselesaikan dengan baik oleh Gustav Nilsson untuk membawa Swedia berbalik unggul 2-1.
Keunggulan itu bertahan cukup lama dan membuat publik tuan rumah mulai percaya diri menyambut kemenangan. Namun, Yunani belum menyerah.
Ketika pertandingan memasuki masa injury time, Giorgos Masouras muncul sebagai pahlawan bagi tim tamu. Ia sukses mencetak gol penyeimbang yang membungkam stadion sekaligus menggagalkan kemenangan yang sudah berada di depan mata Swedia.
Hingga peluit akhir dibunyikan, skor 2-2 tidak berubah. Hasil tersebut menjadi evaluasi penting bagi tim asuhan Graham Potter yang masih perlu meningkatkan fokus dan konsentrasi, terutama pada menit-menit krusial pertandingan.
Menjelang Piala Dunia 2026, Swedia tergabung di Grup F bersama Tunisia, Belanda, dan Jepang. Mereka dijadwalkan memulai perjuangan di turnamen tersebut dengan menghadapi Tunisia pada 15 Juni, sebelum melanjutkan laga melawan Belanda dan Jepang pada pertandingan berikutnya.