Timnas Spanyol bersiap tampil pada putaran final Piala Dunia untuk ke-17 kalinya dengan membawa ambisi besar meraih gelar juara dunia kedua. Foto: FIFA.com
JAKARTA, (ERAKINI) – Timnas Spanyol bersiap tampil pada putaran final Piala Dunia untuk ke-17 kalinya dengan membawa ambisi besar meraih gelar juara dunia kedua. La Roja datang ke Piala Dunia 2026 sebagai juara Eropa setelah menjuarai EURO CUP 2024 dan menjadi finalis UEFA Nations League 2024/25.
Menjelang Piala Dunia 2026, Spanyol kembali hadir sebagai salah satu tim yang paling diperhitungkan. Dengan kombinasi pemain berpengalaman, talenta muda bertalenta luar biasa, serta pelatih yang memahami filosofi sepak bola negaranya, La Roja memiliki peluang besar untuk menambah koleksi gelar dunia dan mengulang kejayaan di Afrika Selatan pada 2010.
La Roja datang dengan status sebagai salah satu favorit juara. Tim asuhan Luis de la Fuente mengusung misi bangkit dari kekecewaan pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Saat itu, Spanyol harus mengakhiri perjalanan di babak 16 besar setelah kalah adu penalti dari Maroko usai bermain imbang tanpa gol selama 120 menit.
Empat tahun berselang, wajah tim Matador berubah signifikan. Perpaduan pemain senior dan generasi muda berbakat membuat Spanyol kembali diperhitungkan sebagai kandidat kuat peraih trofi dunia.
Luis de la Fuente resmi menangani Timnas Spanyol pada Desember 2022 menggantikan Luis Enrique. Sebelumnya, ia sukses menangani tim kelompok usia Spanyol, termasuk membawa tim U-19 dan U-21 meraih berbagai prestasi.
Di bawah kepemimpinannya, Spanyol tetap mempertahankan filosofi permainan menyerang dan dominasi penguasaan bola yang telah menjadi identitas mereka selama bertahun-tahun. Namun, De la Fuente juga menghadirkan pendekatan yang lebih fleksibel dengan mengombinasikan penguasaan bola, serangan balik cepat, serta transisi yang lebih efektif.
Pendekatan tersebut terbukti berhasil. Spanyol tampil impresif dengan menjuarai EURO CUP 2024 dan melaju hingga final UEFA Nations League 2024/25. Kesuksesan itu semakin mengukuhkan posisi mereka sebagai salah satu kekuatan utama sepak bola dunia menjelang Piala Dunia 2026.
Generasi Baru La Roja
Keberhasilan Spanyol dalam beberapa tahun terakhir tidak lepas dari munculnya sejumlah talenta muda yang menjadi tulang punggung tim.
Nama seperti Lamine Yamal, Nico Williams, Pau Cubarsí, dan Dean Huijsen menjadi simbol regenerasi yang berjalan mulus. Mereka melengkapi kehadiran pemain-pemain berpengalaman seperti Rodri yang tetap menjadi motor permainan tim.
Lamine Yamal menjadi sorotan utama setelah tampil luar biasa di EURO CUP 2024. Di usia yang masih sangat muda, pemain Barcelona tersebut telah menjelma menjadi salah satu bintang paling menjanjikan dalam sepak bola dunia.
Sementara itu, Nico Williams memberikan ancaman dari sektor sayap melalui kecepatan dan kemampuan dribelnya. Di lini belakang, Cubarsí dan Huijsen menghadirkan kombinasi ketenangan, kualitas distribusi bola, dan kedewasaan bermain yang melampaui usia mereka.
Perjalanan Mulus Menuju Amerika Utara
Spanyol menjalani kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan sangat meyakinkan. La Roja menyapu bersih dua pertemuan melawan Bulgaria dan Georgia serta mencatat kemenangan telak 6-0 atas Turki di Konya.
Satu-satunya poin yang hilang terjadi saat bermain imbang melawan Turki. Hasil seri 2-2 di Sevilla pada pertandingan terakhir sudah cukup untuk memastikan langkah mereka ke putaran final. Performa tersebut menunjukkan bahwa Spanyol mampu mempertahankan konsistensi sejak keberhasilan mereka menjuarai Eropa.
Jadwal Spanyol di Fase Grup Piala Dunia 2026
Spanyol tergabung dalam grup yang berisi Tanjung Verde, Arab Saudi, dan Uruguay.
Jadwal pertandingan La Roja:
15 Juni 2026: Spanyol vs Tanjung Verde (Atlanta Stadium)
21 Juni 2026: Spanyol vs Arab Saudi (Atlanta Stadium)
26 Juni 2026: Uruguay vs Spanyol (Estadio Guadalajara)
Uruguay diperkirakan menjadi lawan terberat dalam perebutan posisi juara grup. Namun secara kualitas skuad, Spanyol tetap diunggulkan untuk melangkah ke babak gugur.
Sejarah Panjang di Piala Dunia Piala Dunia 2026 menjadi penampilan ke-17 Spanyol di turnamen tersebut. Spanyol pertama kali tampil pada edisi 1934 di Italia dan langsung mencapai babak perempat final.
Sepanjang sejarah keikutsertaannya, Spanyol telah mencatatkan 67 pertandingan dengan torehan 31 kemenangan, 17 hasil imbang, dan 19 kekalahan. La Roja juga telah mencetak 108 gol dan kebobolan 75 gol.
Sejak Piala Dunia 1978, Spanyol tidak pernah absen dari putaran final. Artinya, edisi 2026 menjadi penampilan ke-13 mereka secara beruntun.
Puncak sejarah sepak bola Spanyol terjadi pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Di bawah arahan Vicente del Bosque, Spanyol menampilkan permainan tiki-taka yang kemudian menjadi acuan sepak bola modern.
Tim tersebut dihuni para bintang seperti Iker Casillas, Sergio Ramos, Carles Puyol, Gerard Piqué, Sergio Busquets, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, Xabi Alonso, David Villa, Fernando Torres, hingga Cesc Fabregas.
Meski kalah dari Swiss pada pertandingan pembuka, Spanyol bangkit dan melaju hingga final. Pada laga puncak melawan Belanda, Andres Iniesta mencetak gol kemenangan pada menit ke-116 babak perpanjangan waktu untuk memastikan gelar juara dunia pertama dalam sejarah negara tersebut.
Rekor dan Statistik
David Villa masih menjadi pencetak gol terbanyak Spanyol sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi sembilan gol.
Sementara itu, rekor penampilan terbanyak di Piala Dunia dipegang bersama oleh Iker Casillas, Sergio Ramos, dan Sergio Busquets yang masing-masing tampil dalam 17 pertandingan.
Kemenangan terbesar Spanyol di Piala Dunia terjadi pada 23 November 2022 saat membantai Kosta Rika 7-0 pada fase grup Piala Dunia Qatar.