Iga Swiatek (kiri) melaju ke final Wimbledon 2025 usai menyingkirkan Belinda Bencic di semifinal, Jumat (11/7) pagi WIB. Unggulan kedelapan itu menang mudah 2 set langsung. Foto: wimbledon.com
JAKARTA, (ERAKINI) - Iga Swiatek melaju ke final Wimbledon 2025 usai menyingkirkan Belinda Bencic di semifinal, Jumat (11/7) pagi WIB. Unggulan kedelapan itu menang mudah dalam waktu satu jam 12 menit.
Perjalanan Iga Swiatek di musim panas ini benar-benar mencuri perhatian. Setelah bertahun-tahun dianggap kurang cocok bermain di lapangan rumput, asal Polandia itu justru tampil luar biasa di Wimbledon 2025.
Dalam semifinal yang berlangsung di Centre Court, London, Inggris, Swiatek hanya butuh dua set cepat (6-2 dan 6-0)untuk melangkah ke final pertamanya di turnamen bergengsi tersebut.
Dikutip dari laman wimbledon.com, hari ini Swiatek seperti menemukan versinya yang paling percaya diri di lapangan rumput. Bahkan, saat memukul bola di udara dalam pemanasan, gerakannya terlihat penuh semangat dan percaya diri.
Ketika pertandingan benar-benar dimulai, ia tampil agresif dan dominan, membuat Bencic, petenis non unggulan asal Swiss, tak berdaya di bawah teriknya Centre Court.
Meski dikenal sangat mencintai rutinitas dan selalu mendengarkan lagu-lagu rock klasik seperti AC/DC dan Guns N’ Roses sebelum bertanding, Swiatek kini menemukan sesuatu yang lebih penting, yakni kenyamanan bermain di rumput, permukaan yang selama ini jadi “musuh” alaminya.
“Sejujurnya, aku bahkan tidak pernah bermimpi bisa main di final Wimbledon. Jadi aku benar-benar senang dan bangga pada diriku sendiri,” kata Swiatek usai pertandingan.
“Aku merasa gerakanku membaik, servisku lebih tajam, dan aku bermain dengan percaya diri. Aku hanya ingin terus melanjutkan ini karena semuanya berjalan baik,” lanjutnya.
Swiatek dikenal punya pola pikir analitis. Ia senang mengisi waktu dengan teka-teki silang di sela turnamen. Tapi tantangan terbesar dalam kariernya justru adalah Wimbledon. Sebelum Wimbledon, Swiatek juga tampil di final turnamen lapangan rumput pertamanya di Bad Homburg, Jerman.
Kini, ia berada satu langkah lagi untuk meraih gelar Wimbledon dan menyempurnakan kariernya menuju Career Grand Slam. Sebelum tahun ini, prestasi terbaiknya hanya mencapai perempat final. Padahal, dia sudah mengoleksi empat gelar French Open dan satu US Open.
Wimbledon menjadi satu-satunya Grand Slam yang belum ia taklukkan. Hanya Amanda Anisimova yang berdiri di hadapannya menuju trofi Venus Rosewater Dish. Menariknya, Anisimova juga baru pertama kali tampil di final Wimbledon.
Unggulan ke-13 ini melaju ke final setelah menumbangkan unggulan pertama Aryna Sabalenka 6-4, 4-6, 6-4 di semifinal Wimbledon, Kamis (10/7) waktu setempat. Dua minggu lalu, saat undian Wimbledon diumumkan, tak ada yang menyangka Anisimova bakal menjadi penghalang terbesar Aryna Sabalenka menuju final impiannya.
Tahun lalu, Anisimova bahkan gagal menembus babak kualifikasi Wimbledon. Kini, di tengah perjalanan bangkit dari berbagai cobaan hidup di usianya yang baru 23 tahun, ia tampil luar biasa dan menyingkirkan unggulan pertama dunia, dalam laga penuh drama dan determinasi.
“Jujur aja, kalau ada yang bilang aku bakal ke final Wimbledon tahun ini, aku enggak akan percaya. Ini benar-benar titik balik hidupku dalam satu tahun terakhir,” katanya,
Kini, Anisimova bersiap membuat kejutan saat menghadapi Swiatek. “Dia pasti bermain luar biasa. Gaya permainannya memang cocok dengan rumput,” ujar Swiatek soal lawannya itu.
Tentang perjuangan Anisimova yang sempat vakum demi menjaga kesehatan mental, Swiatek menambahkan, “Siapa pun yang bisa bangkit dari masa sulit seperti itu pantas mendapat respek besar.”
Yang unik, musim panas ini Swiatek juga menunjukkan sisi yang lebih santai dan jenaka. Ia bahkan memperkenalkan cara baru menikmati stroberi khas Wimbledon, yakni dengan pasta. Di luar dugaan, Swiatek mulai terlihat nyaman dan bahagia di lingkungan yang dulunya terasa asing.