Suasana penuh emosional dan mendebarkan menyelimuti Stadion San Siro jelang laga Inter Milan vs Lazio dalam laga pekan ke-37 Serie A Italia, Senin dini hari. Foto: Ilustrasi/inter.it
JAKARTA, (ERAKINI) - Suasana penuh emosional dan mendebarkan menyelimuti Stadion San Siro jelang laga Inter Milan vs Lazio dalam laga pekan ke-37 Serie A Italia. Pertandingan yang akan berlangsung pukul Senin (19/5/2025) dini hari WIB, menjadi penampilan terakhir Nerazzurri di kandang musim ini.
Laga ini bukan sekadar pertandingan biasa. Selain menjadi perpisahan Inter dengan publik San Siro musim ini, pertandingan ini juga menjadi penentu dalam perebutan gelar juara Serie A atau Scudetto.
Inter saat ini duduk di peringkat kedua dengan 77 poin, hanya terpaut satu angka dari pemuncak klasemen, Napoli, yang akan bertandang ke markas Parma pada waktu bersamaan.
Head-to-Head Duel Klasik Serie A
Pertemuan Inter dan Lazio selalu menjadi salah satu laga klasik di Serie A. Dari total 163 pertemuan sebelumnya di liga, Inter unggul dengan 69 kemenangan. Sementara Lazio mencatat 39 kemenangan, dan 55 laga berakhir imbang.
Secara statistik memang berpihak kepada Inter. Nerazzurri juga memenangkan tiga dari empat pertemuan terakhir melawan Lazio, dengan mencetak total 12 gol atau rata-rata 3 gol per laga. Di San Siro, Inter juga mendominasi dengan empat kemenangan dari lima laga kandang terakhir melawan Biancocelesti.
Inter juga membidik kemenangan dan clean sheet, sesuatu yang belum terjadi dalam dua pertemuan kandang beruntun melawan Lazio sejak musim 2009/10, musim bersejarah saat Inter meraih treble winner.
Inter musim ini tampil luar biasa, tidak hanya dalam hasil tetapi juga dalam kualitas permainan. Skuat asuhan Simone Inzaghi mencatat 612 rangkaian operan dengan minimal 10 sentuhan, terbanyak di Serie A, dan menghasilkan 11 gol dari skema tersebut, tertinggi di lLiga Italia.
Inter juga mendominasi penguasaan bola dengan rata-rata 59,9% per pertandingan, bukti kontrol teknis dan psikologis Nerazzurri di atas lapangan. Lebih hebat lagi, Inter mencatat 19 pencetak gol berbeda musim ini di liga, mencetak rekor klub baru mengungguli rekor 18 pemain dari musim 2007/08 dan 2019/20.
Namun di sisi lain, Lazio datang ke Milan dengan motivasi tinggi. Skuat asuhan Marco Baroni tengah bersaing ketat memperebutkan tiket Liga Champions. Saat ini Lazio berada di peringkat keempat dengan 64 poin, sama dengan Juventus.
Dari lima laga terakhir, Lazio mengoleksi 9 poin hasil dari dua kemenangan tandang (melawan Genoa dan Empoli) serta tiga hasil imbang (melawan Roma, Parma, dan Juventus).
Valentín Castellanos menjadi top skor Lazio musim ini dengan 10 gol. Namun, Lazio harus tampil tanpa sejumlah pemain inti seperti, Luca Pellegrini, Patric, Tavares, dan Zaccagni yang mengalami cedera dan skorsing.
Baroni diperkirakan akan menurunkan formasi 4-2-3-1 dengan Mandas sebagai penjaga gawang; Marusic, Gila, Romagnoli, dan Hysaj di lini pertahanan; Guendouzi dan Rovella
di lini tengah; serta Isaksen, Dia dan Noslin akan beroperasi di belakang sang penyerang tunggal Castellanos.
Sedangkan di kubu Inter tidak memiliki pemain yang terkena larangan bermain. Namun, sejumlah pemain seperti Asllani, Bisseck, Pavard, serta sang pelatih Simone Inzaghi, harus waspada kartu kuning jika tak mau terkena skorsing di laga pamungkas kontra Como di pekan ke-38.
Inzaghi juga patut waspada para pemain mengalami cedera jelang final Liga Champions melawan PSG yang akan digelar di Munich, Sabtu 31 Mei.
Laga ini dipastikan akan disaksikan penuh oleh ribuan pendukung Nerazzurri. Tiket pertandingan sudah terjual habis (sold out). Akankah malam ini San Siro bersorak atau bersedih? Duel sengit Inter vs Lazio menarik untuk ditunggu.