Gregoria Mariska Tunjung mencatatkan namanya sebagai atlet pertama Indonesia yang meraih medali di Olimpiade Paris 2024. Foto: PBSI/Dok
JAKARTA, (ERAKINI) - Gregoria Mariska Tunjung mencatatkan namanya sebagai atlet Indonesia pertama yang meraih medali di . Gregoria juga menjadi satu-satunya wakil bulutangkis Indonesia yang meraih medali.
Gregoria dipastikan meraih medali perunggu dalam cabang bulutangkis tunggal putri setelah semifinalis Carolina Marin terpaksa mengundurkan diri dari pertandingan semifinal akibat cedera lutut, pada Minggu (4/8/2024).
Dilansir laman resmi PBSI, Gregoria merupakan pebulutangkis tunggal putri yang lahir di Wonogiri pada 11 Agustus 1999. Gergoria diketahui menganut agama Katolik.
Ia terinspirasi dengan sosok legenda bulutangkis Indonesia Taufik Hidayat. Gregoria memulai karier bergabung dengan PB Mutiara Cardinal Bandung, Jawa Barat.
Pada tahun 2013, PBSI memilihnya untuk bergabung di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur. Sejak bergabung dengan Pelatnas Cipayung, Gregoria langsung menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam kariernya.
Pada tahun 2014, Tunjung mencapai final Malaysia International dari babak kualifikasi setelahmengalahkan unggulan pertama, Aprilia Yuswandari. Meskipun kalah di final dari Chen Jiayuan, prestasinya sudah membuktikan potensi besar yang dimilikinya.
Tahun 2015 menjadi tahun yang bersejarah bagi Tunjung, ketika ia meraih gelar juara di Singapura Internasional setelah mengalahkan favorit tuan rumah, Yeo Jia Min, di final.
Ia kemudian menambahkan gelar lain dengan memenangkan Indonesia International Challenge di Surabaya. Di tahun 2016, Tunjung meraih medali perak di nomor tunggal putri pada Kejuaraan Junior Asia.
Kariernya semakin cemerlang pada tahun 2017, di mana ia mencapai final Grand Prix BWF di Syed Modi International, meskipun kalah dari PV Sindhu. Ia juga berhasil meraih medali perunggu di SEA Games untuk nomor individu dan beregu.
Puncaknya, pada bulan Oktober, Tunjung menjadi orang Indonesia pertama dalam 25 tahun yang memenangkan gelar tunggal putri Kejuaraan Dunia Junior.
Namun, perjalanan Gergoria di dunia bulu tangkis senior tidak selalu mulus. Pada tahun 2018, ia hanya memenangkan satu gelar di Finlandia Terbuka, meskipun berhasil meraih medali perak di SEA Games 2019. Debutnya di Olimpiade Tokyo 2020 berakhir di babak 16 besar setelah kalah dari Ratchanok Intanon.
Tahun 2022 menjadi tahun yang lebih baik bagi Gergoria , dimana ia memimpin tim putri Indonesia di Kejuaraan Beregu Asia dan membantu tim meraih kemenangan. Ia juga meraih medali perunggu di SEA Games 2021 dan mencapai final pertamanya di BWF World Tour di Australia Terbuka 2022.
Keberhasilannya di Australia membawa peringkat dunia Tunjung naik ke peringkat 10, menjadikannya pemain tunggal putri Indonesia pertama yang masuk 10 besar sejak 2008.
Pada awal 2023, Tunjung mengalami beberapa kesulitan, tetapi ia kembali menunjukkan performa yang mengesankan dengan mencapai semifinal di Swiss Terbuka.
Ia lalu memenangkan gelar Tur Dunia BWF pertamanya di Spanyol Masters dengan mengalahkan PV Sindhu di final. Ini juga menjadi kemenangan pertamanya atas Sindhu dalam delapan pertandingan.
Setelah pencapaian tersebut, peringkat dunia Gregoria Tunjung naik ke peringkat 10 dan menjadikannya pemain tunggal putri Indonesia pertama yang masuk 10 besar sejak Maria Kristin Yulianti pada tahun 2008.
Pada tahun 2024, Gergoria terpilih menjadi anggota tim putri Indonesia di Piala Uber dan berhasil mencapai final untuk pertama kalinya sejak 2008, meskipun Indonesia kalah dari China.
Kini, Gergoria kembali mengharumkan nama Indonesia. Ia menjadi satu-satunya atlet bulutangkis yang meraih medali di Olimpiade Paris 2024.