Nuno Espirito Santo, sosok di balik kesuksesan Nottingham Forest tembus 4 besar Liga Inggris musim ini. Foto: nottinghampost
JAKARTA, (ERAKINI) - Nottingham Forest sukses mencuri perhatian di Liga Inggris musim ini, setelah turut memanaskan persaingan di papan atas. Skuad Nuno Espirito Santo kini bercokol di peringkat empat klasemen.
Nottingham melesat ke posisi empat besar setelah mengumpulkan 34 poin dari 18 laga. Dari jumlah laga itu Nottingham sukses memetic 10 kemenangan.
Kemenangan penting terakhir yang didapat Nottingham adalah mengalahkan Tottenham Hotspur 1-0 pada pertandingan Boxing Day di Stadion City Ground, Kamis (27/12/2024) malam. The Garibaldi menang lewat gol semata wayang Anthony Elanga.
Ini menjadi kemenangan liga keempat beruntun yang diraih Nottingham Forest. Pemilik dua gelar Liga Champions Eropa itu mengulangi pencapaian yang terakhir dibuat pada tahun 1995. Menariknya, Nuno sukses mempermalukan klub yang pernah memecatnya setelah 4 bulan melatih.
Tim yang sebelumnya hampir terdegradasi pada musim lalu kini memang tampil mengejutkan. Nuno Espirito Santo yang baru bergabung dengan Nottingham Forest pada akhir tahun 2023, telah memberikan perubahan signifikan bagi tim ini.
Sebelumnya, di musim lalu, Forest bergelut di zona degradasi, namun kini tim yang bermarkas di City Ground ini menjadi salah satu pesaing di papan atas Liga Premier Inggris.
Di bawah kepemimpinan Nuno, Forest telah mencatatkan beberapa hasil mengejutkan, seperti kemenangan tandang atas Manchester United dengan skor 2-3 dan hasil imbang 1-1 melawan Chelsea. Hasil-hasil tersebut memperlihatkan betapa tangguhnya Forest musim ini di bawah arahan pelatih asal Portugal tersebut.
Namun, meskipun berada di posisi ketiga dan meraih hasil-hasil gemilang, Nuno tetap merendah dan tidak terbawa euforia. Ia menegaskan bahwa timnya belum meraih apa-apa dan masih banyak yang harus diperbaiki.
"Keyakinan itu ada di sini, tetapi keyakinan itu tidak menyembunyikan kenyataan. Kenyataannya, kami belum mencapai apa pun dan kami punya dua hari untuk memulihkan diri, beristirahat, dan bersiap untuk pertandingan melawan Everton. Itulah kenyataannya," ujar Nuno setelah pertandingan melawan Tottenham.
Nuno juga menekankan pentingnya kerja sama tim dan komitmen setiap pemain. "Kami yakin kami bisa bersaing selama semua orang memahami bahwa setiap pemain dalam skuad sangat penting bagi kami. Kami yakin kami bisa bersaing dengan baik," tambahnya.
Karier Nuno Espirito Santo Nuno Espirito Santo, yang lahir pada 25 Januari 1974 di Sao Tome, Portugal, memiliki perjalanan karier yang menarik baik sebagai pemain maupun pelatih. Nuno adalah mantan pemain profesional asal Portugal. Dengan tinggi badan 1,88 meter, ia berposisi sebagai penjaga gawang selama kariernya sebagai pemain.
Karier sepakbolanya dimulai saat memperkuat Vitoria Guimaraes pada 1992. Pada 1997, Nuno merapat ke Deportivo La Coruña hingga tahun 2002. Setelah menjadi pemain pinjaman bagi Osasuna, Nuno kemudian ke FC Porto pada 2002 hingga 2004. Selepas itu, dia hijrah ke Dynamo Moscow, kemudian ke Aves dan kembali berlabuh ke Porto pada 2007.
Meskipun tidak pernah mencatatkan penampilan untuk tim nasional senior Portugal, Nuno menjadi bagian dari skuad Portugal di UEFA Euro 2008.
Setelah pensiun, Nuno beralih menjadi pelatih. Karir kepelatihannya dimulai sebagai asisten pelatih di Panathinaikos. Ia kemudian menjadi pelatih kepala Rio Ave pada 2012. Di sana, ia membawa Rio Ave ke dua final Piala Portugal dan lolos ke Liga Europa untuk pertama kalinya.
Keberhasilannya di Rio Ave mengantarkannya untuk melatih Valencia pada tahun 2014. Tak butuh lama, dia membawa tim Spanyol itu ke Liga Champions setelah finis keempat pada musim 2014-2015.
Hanya setahun di LaLiga, Nuno kemudian kembali ke Portugal untuk melatih mantan klubnya, Porto selama satu tahun. Setelah itu, pada 31 Mei 2017, Nuno mengambil alih Wolverhampton Wanderers. Nuno menghabiskan empat musim di Wolves dan membantunya promosi ke Liga Premier di musim pertamanya.
Dia juga berhasil membawa klub yang bermarkas di Stadion Molineux itu memenangkan gelar Championships 2017-2018. Promosi ke Liga Premier, prestasi Wolverhampton tidak terlalu buruk. Nuno berhasil membawa Wolverhampton finis ketujuh berturut-turut pada dua musim pertama.
Pada musim 2019-2020, Nuno memimpin Wolves ke Eropa sampai perempat final Liga Europa. Setelah empat musim sukses di Wolverhampton, Nuno melanjutkan kariernya di Tottenham Hotspur pada 2021. Namun ia hanya bertahan selama empat bulan di sana.
Setelah dipecat klub London, Nuno memilih terbang ke Arab Saudi untuk melatih Al Ittihad. Di sana ia sukses meraih dua gelar, yakni Saudi Arabian Championship dan Saudi Super Cup, sebelum akhirnya kembali ke Inggris untuk menangani Nottingham Forest.