Kylian Mbappe mencatatkan rekor baru sebagai pencetak gol terbanyak Paris Saint-Germain (PSG) di Parc des Princes, setelah menyabet Piala Super Prancis. Foto: .psg.fr
PARIS, (ERAKINI) - Kylian Mbappe mencatatkan rekor baru sebagai pencetak gol terbanyak Paris Saint-Germain (PSG) di Parc des Princes, setelah menyabet Piala Super Prancis. Mbappe mencetak 1 gol untuk membawa timnya menang 2-0 melawan Toulouse di laga final, Kamis (4/1/2024).
Dikutip dari laman kulb, dengan tambahan 1 gol, pemain bernomor punggung 7 itu kini mencetak total 111 gol bagi PSG di kandangnya. Golnya itu melampaui rekor sebelumnya, 110 gol milik Edinson Cavani (2013 dan 2020).
Kylian Mbappe mencapai tonggak sejarah tersebut di musim ketujuhnya di PSG. Sebuah perjalanan yang dimulai pada 30 September 2017, ketika ia mencetak gol kandang pertamanya dalam kemenangan 6-2 atas Girondins de Bordeaux.
Ke-111 gol Mbappe tercipta di gawang 42 lawan berbeda. Dimulai dengan yang paling sering menjadi korbannya Dijon (7 gol), Lille, Metz, dan Monaco (6 gol), serta Angers, Lyon, Marseille, Montpellier, Nantes, dan Saint-Etienne (5 gol).
Musim paling produktif Kylian Mbappe di Parc des Princes adalah 2018-2019, dengan mencetak 23 gol. Diikuti oleh 2021-2022 (20 gol) dan 2022-23 (18 gol).
Sementara Cavani, musim 2017-18 adalah musim tersuksesnya dengan 24 gol di Parc. Disusul musim 2016-17 (21 gol) dan 2014-15 (20 gol).
Statistik kedua pemain berdasarkan kompetisi hampir identik, yakni 83 gol Ligue 1, 17 gol Liga Champions UEFA, 7 gol Coupe de France, dan 3 gol Coupe de la Ligue untuk Cavani.
Lalu Mbappe, 88 gol Ligue 1, 18 gol Liga Champions UEFA, 3 gol Coupe de France, 1 gol Coupe de la Ligue, dan terbaru 1 gol Trophee des Champions.
Perbedaan satu-satunya antara keduanya adalah Kylian mencetak satu-satunya gol quadruple dari keduanya di Parc des Princes melawan Lyon pada 7 Oktober 2018.
PSG menyabet Piala Super Prancis setelah membungkm Toulouse di laga final dengan skor 2-0. Ini merupakan trofi Piala Super Prancis ke-12 bagi PSG.
"Tujuan kami selalu untuk menang. Final selalu pertandingan spesial, pertandingan dimana selama 90 menit Anda harus bisa bermain lebih baik dari lawan Anda," ujar kata pelatih PSG Luis Enrique, dikutip dari laman resmi klub, Kamis. "Dan saya pikir kami bermain sangat baik. Mungkin pertandingan terbaik sejak kami bermain, lanjutnya.
Enrique mengaku timnya sempat kewalahan setelah Toulouse bermain sangat baik di babak kedua. Ia pun bangga timnya berhasil mempertahankan kemenangan.
"Saya merasa luar biasa. Sejujurnya saya sangat senang. Kami harus mengingat dan memberi penghormatan kepada mantan pelatih, Christophe Galtier, yang memenangkan liga untuk lolos ke pertandingan ini. Berkat dia saya bisa memenangkan Trophée des Champions ini. Dan sekarang, saya berharap ini bukan yang terakhir bagi saya," katanya.