Pelatih Man City Pep Guardiola menegaskan, duel kontra Real Madrid ini menjadi barometer penting untuk mengukur kualitas skuadnya di Liga Champions. Foto: Man City
Jelang big match Real Madrid vs Manchester City, Pep Guardiola menyebut laga ini sebagai momen krusial bagi para pemainnya, terutama yang baru pertama kali merasakan panasnya atmosfer kandang Los Blancos. Pep Guardiola menantang para pemain Man City untuk membuktikan kapasitas mereka saat melawat ke markas Real Madrid.
Ia menyebut Santiago Bernabeu sebagai panggung ideal untuk menunjukkan karakter tim sebenarnya. Laga tandang ke Bernabeu bukan sekadar pertandingan biasa, melainkan kesempatan emas bagi Manchester City untuk unjuk kekuatan.
The Citizens dalam beberapa tahun terakhir memang rutin bertandang ke ibu kota Spanyol. Mereka merasakan sejumlah momen manis sekaligus beberapa kekalahan menyakitkan. Namun dengan banyaknya pemain baru yang belum pernah merasakan atmosfer Bernabeu, Guardiola menilai momen ini menjadi kesempatan tepat untuk unjuk mental dan kualitas.
“Kami berada di fase grup. Ini berbeda jika Anda bermain di babak 16 besar, perempat final, atau semifinal. Musim lalu kami datang dengan banyak masalah, tetapi pertandingan-pertandingan lainnya selalu berlangsung ketat dan bagus," ujar Guardiola, dikutip dari laman resmi klub, Rabu (10/12/2025).
“Kami memiliki pemain penting yang untuk pertama kalinya tampil di Bernabeu. Para pemain besar yang membangun legacy selama satu dekade, yakni Kevin De Bruyne, Walker, Gundogan, Stones, tidak ada di sini. Banyak yang baru, mereka ingin merasakan itu,” lanjutnya.
Manchester City datang ke Bernabeu dengan kepercayaan diri tinggi usai menghajar Sunderland akhir pekan lalu dan meraih tiga kemenangan beruntun di Premier League. The Citizens kini bertengger di posisi kedua klasemen.
City juga belum terkalahkan di laga tandang Liga Champions musim ini, yakni menang atas Villarreal (0-2) dan imbang melawan Monaco (2-2). Di kandang, mereka memenangkan dua laga (vs Napoli dan Borussia Dortmund) dan hanya sekali kalah, yakni dari Bayer Leverkusen. Erling Haaland masih menjadi mesin gol utama City dengan torehan 20 gol di semua kompetisi, yakni 15 di Premier League dan 5 di Liga Champions.
City datang ke Spanyol saat Real Madrid tengah berada di posisi kedua La Liga. Kekalahan 0-2 dari Celta Vigo pada Minggu lalu memicu spekulasi media Spanyol terkait masa depan Xabi Alonso, namun Guardiola menepis hal tersebut. “Itu pendapat mereka. Saya tidak setuju, tetapi itu pendapat mereka,” tegasnya.
Guardiola juga mengaku bersimpati kepada Alonso, mantan pemainnya di Bayern Munich. “Kami bersama selama dua tahun dan itu pengalaman luar biasa. Barcelona dan Real Madrid adalah klub tersulit untuk dilatih karena tekanannya. Banyak pemain cedera seperti kami musim lalu, tapi dia mampu menghadapi tuntutan sebagai pelatih Real Madrid,” katanya
Menurut Guardiola, tuntutan untuk menang akan selalu menjadi tekanan utama. “Di mana pun sekarang Anda harus menang, kalau tidak Anda punya masalah. Di Inggris, apa yang terjadi di ruang ganti tetap di sana. Di Spanyol, semua orang tahu segalanya,” ucapanya.
Dengan tiga laga tersisa di fase pertama Liga Champions, pertandingan ini menjadi krusial bagi Real Madrid. Kemenangan kelima akan menjaga posisi lima besar serta mendekatkan target finis delapan besar agar bisa langsung ke babak 16 besar tanpa melalui playoff.
“Ini Liga Champions, kami bermain di Bernabeu dan harus tampil bagus,” ujar Xabi Alonso dalam konferensi pers.