Ruben Amorim kecewa Manchester United kalah 0-1 dari Tottenham di final Liga Europa. Dominan tapi gagal cetak gol, MU tutup musim tanpa trofi. Foto: manutd.com
Dengan kekalahan ini membuat United menutup musim tanpa gelar dan gagal kembali ke Liga Champions musim depan. Amorim menyebut situasi ini menyakitkan.
“Sulit membicarakan hal positif hari ini, tapi kami harus mengambil sisi baik dari semua ini. Kami akan menderita karena tidak bermain di Liga Champions dan itu berat bagi klub," ujar Amorim dikutip dari laman resmi klub.
Namun demikian, kata dia, setuasi ini bisa menjadi peluang untuk membangun ulang tim. Dengan hanya fokus di satu kompetisi, MU akan punya lebih banyak waktu untuk mengembangkan tim, memperhatikan akademi, dan bersiap untuk masa depan.
"Itu jelas. Kami harus memanfaatkan setiap menit untuk meningkatkan tim dan kami sudah punya rencana menghadapi bursa transfer musim panas,” ucapnya.
Meski tekanan meningkat dan sorotan publik makin tajam, Amorim menegaskan bahwa ia tidak akan mundur. Ia justru merasa semakin yakin bahwa dirinya adalah sosok yang tepat untuk memimpin Setan Merah.
“Saya yakin saya masih orang yang tepat untuk posisi ini, bahkan lebih yakin dari awal saya datang. Saya tahu ini akan berat, saya tahu kami kalah dari tim Inggris, saya tahu kesabaran fans akan sangat pendek musim depan, tapi saya jamin, saya tidak akan mundur, saya tidak akan pergi," tegasnya.
Bahkan, Amorim kini malah semakin percaya diri. Sebab ia sudah mulai mengenal klub. "Tahu apa artinya melatih di sini, tahu apa yang dibutuhkan tim ini. Jadi, saya punya lebih banyak alat untuk melakukan pekerjaan saya,” ucapnya.
Untuk saat ini, Amorim mengajak seluruh elemen klub untuk menerima rasa sakit dari kekalahan ini, sebelum melangkah ke tahap evaluasi dan pembenahan menyeluruh.
MU gagal mengalahkan Tottenham Hotspur di laga final, Jumat (23/5) dini hari WIB. Setan Merah menyerah 0-1 lewat gol tunggal Brennan Johnson menjelang turun minum.
Meski tampil lebih mendominasi di babak kedua, Manchester United gagal membobol gawang Spurs. Meski demikian, Amorim tetap menyatakan kebanggaannya atas performa tim yang menurutnya layak untuk menang.
“Kami jelas sangat terpukul. Kami hanya kalah sekali di kompetisi ini, dan itu terjadi di laga terakhir. Secara keseluruhan, saya pikir kami adalah tim yang lebih baik. Tapi kalau tidak mencetak gol, kamu tidak bisa menang,” kata Amorim.
Laga memang berjalan seimbang di babak pertama, namun situasi berubah selepas jeda. United terus menggempur pertahanan Spurs dan menguasai jalannya pertandingan. Sayangnya, peluang demi peluang tak ada yang berbuah gol.
“Babak pertama sedikit tegang. Bola banyak bergulir di lini tengah. Tapi di babak kedua kami menekan habis-habisan, mendorong mereka ke kotak penalti, mencoba berbagai cara. Tapi mereka bertahan dengan keunggulan satu gol dan kami tidak bisa menyamakan kedudukan,” jelas Amorim.
Satu hal mencolok dalam laga ini adalah keputusan Amorim yang baru melakukan pergantian pemain di 20 menit akhir. Ia mengungkapkan bahwa keputusan itu bukan karena keraguan, melainkan karena tim tampil bagus di awal babak kedua.
“Saya tidak akan mengganti pemain hanya supaya terlihat seperti saya melakukan sesuatu. Kami menguasai permainan, dan saat merasa butuh perubahan, barulah saya melakukannya,” ucapnya.