Pelatih MU Ruben Amorim mulai frustrasi usai timnya mengalami kekalahan memalukan dari West Ham United, dan memberi isyarat segera mundur jika tak mampu mengatasi masalah. Foto: premierleague.com
JAKARTA, (ERAKINI) - Manchester United (MU) belum juga mampu keluar dari tekanan di Liga Premier Inggris. Sang pelatihRuben Amorim kini mulai frustrasi usai mengalami kekalahan memalukan dari West Ham United, dan memberi isyarat segera mundur jika tak mampu mengatasi masalah secepatnya.
Kekalahan 0-2 dari West Ham United di Old Trafford pada Minggu (11/5) malam menjadi titik nadir terbaru Setan Merah musim ini. Itu merupakan kekalahan ke-17 di Liga Ingris musim ini dan memperpanjang rekor tanpa kemenangan menjadi tujuh laga berturut-turut.
Posisi MU pun terpuruk di peringkat ke-16 klasemen dengan hanya mengoleksi 39 poin, jarak yang tidak aman dari zona degradasi. Sementara West Ham naik ke posisi 15 hasi raihan 40 poin, sekaligus mengakhiri paceklik kemenangan dalam delapan pertandingan..
Ditanya soal perasaannya melihat posisi klasemen, Amorim menjawab jujur, sangat malu. "Bagaimana seharusnya perasaan seorang manajer Manchester United saat berada di posisi itu? Malu," kata Amorin dikutip dari premierleague.com.
Pelatih asal Portugal itu mengakui bahwa krisis yang dialami United lebih dari sekadar hasil buruk. Ia menyoroti hilangnya mental juara di skuadnya.
"Ini masalah besar yang kami miliki di klub. Ini adalah momen yang menentukan dalam sejarah klub. Kami harus menghadapinya," tukasnya.
"Masalah ini besar karena berkaitan dengan mentalitas. Kami tidak takut kalah sebagai Manchester United. Kami sudah kehilangan rasa takut itu, dan itu adalah hal paling berbahaya yang bisa dimiliki klub besar," lanjutnya.
Namun, Amorim menolak menyalahkan para pemain, dan justru mengambil tanggung jawab penuh atas keterpurukan tim. Bahkan, ia secara implisit menyatakan siap angkat kaki bila tak mampu membalikkan keadaan.
"Ini bukan kesalahan para pemain. Ini kesalahan saya, saya yang bertanggung jawab. Jika kami tidak bisa mengubah ini dengan cepat, saya sebaiknya menyerahkan posisi saya kepada orang lain," katanya.
Amorim juga memperingatkan bahwa klub tidak boleh terlalu fokus pada final Liga Europa melawan Tottenham Hotspur pada 21 Mei mendatang. Sebab masalah yang dihadapi klub jauh lebih besar daripada sekadar kembali ke Liga Champions.
"Semua orang terfokus pada final (Liga Europa). Tapi final bukanlah hal terbesar di klub sepak bola ini. Kami harus mengubah banyak hal. Jika kami tidak mengubah cara bermain, cara tampil, dan tidak merasakan urgensi untuk menang di setiap pertandingan, maka kami tidak pantas bermain di Liga Champions," tegasnya.
Bagi dia, MU sebaiknya belajar kembali menjadi kompetitif secara konsisten di Liga Inggris.
"Kami sebaiknya tetap di Liga Premier dan belajar bagaimana menjadi kompetitif dari minggu ke minggu," ucapnya.
Tumbang di Kandang
Diketahui, Manchester United kembali gagal meraih kemenangan di Liga Inggris setelah dipermalukan West Ham United dengan skor 0-2 di Stadion Old Trafford. Dua gol kemenangan West Ham dicetak oleh Tomas Soucek pada menit ke-26 dan Jarrod Bowen di menit ke-57.
MU sejatinya mengawali pertandingan dengan cukup agresif. Peluang emas datang dari Bruno Fernandes dan Amad Diallo, namun keduanya belum mampu menembus ketangguhan kiper West Ham, Alphonse Areola.
Sebaliknya, tim tamu justru berhasil memecah kebuntuan lebih dulu. Tomas Soucek mencatatkan namanya di papan skor usai memaksimalkan umpan dari Mohammed Kudus pada menit ke-26. Skor 1-0 untuk West Ham bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, Setan Merah mencoba bangkit. Mason Mount nyaris menyamakan kedudukan lewat tendangannya, namun kembali digagalkan Areola.
Alih-alih menyamakan skor, MU justru kembali kebobolan. Kali ini Jarrod Bowen berhasil menggandakan keunggulan West Ham setelah memanfaatkan kesalahan umpan dari Aaron Wan-Bissaka.
Tertinggal dua gol, MU meningkatkan intensitas serangan. Sayangnya, semua upaya tim asuhan Ruben Amorim tak membuahkan hasil hingga peluit panjang berbunyi.