Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert menegaskan tak gentar jelang duel panas melawan Arab Saudi di pembuka Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Foto: Instagram@patrickkluivert9
JAKARTA, (ERAKINI) – Pelatih Timnas IndonesiaPatrick Kluivert menegaskan tak gentar jelang duel panas melawan Arab Saudi di pembuka Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Baginya, rasa takut hanyalah bentuk kelemahan, dan datang ke Jeddah untuk menunjukkan kekuatan.
“Saya tidak takut. Karena jika Anda takut, Anda menunjukkan kelemahan Anda,” tegas Kluivert jelang laga yang dimainkan di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah, Kamis (9/10) dini haripukul 00.15 WIB.
Menurutnya, rasa takut hanya akan memberi keuntungan bagi lawan. “Tentu saja kita perlu percaya diri dan menghormati lawan, tetapi jika Anda menunjukkan rasa takut dan kelemahan, itu justru memberi lawan kekuatan,” ujarnya.
Kluivert menyebut skuad Garuda akan melakukan apa pun untuk meraih hasil maksimal demi merebut tiket lolos langsung ke putaran final Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
“Kami menganggap pertandingan ini sebagai final. Kami akan melakukan apa pun untuk mendapatkan hasil positif, dan kami punya keyakinan bahwa kami akan tampil kuat,” tegasnya.
Pelatih asal Belanda itu juga menekankan pentingnya ketenangan di lapangan. “Kami tidak memiliki kekhawatiran apa pun tentang pertandingan ini. Saya punya kepercayaan penuh pada tim saya. Kami terbiasa bermain dalam suasana seperti ini,” katanya.
Kluivert mengakui Arab Saudi adalah lawan berpengalaman, dengan enam kali tampil di Piala Dunia, termasuk dua edisi terakhir di Rusia 2018 dan Qatar 2022.
“Kita tahu betapa kuatnya Arab Saudi, terutama karena mereka bermain di kandang sendiri dengan dukungan penuh suporter. Jadi, kami harus fokus. Pola pikir adalah hal terpenting, dan tetap tenang dalam segala situasi,” ujarnya.
Setelah menghadapi Arab Saudi, Indonesia akan menantang Irak pada Minggu (12/10) pukul 02.30 WIB. Untuk dua laga ini, Kluivert membawa 29 pemain, 15 di antaranya bermain di luar negeri dan 14 di kompetisi dalam negeri.
Dari 15 pemain luar negeri itu, empat tampil di level atas sepak bola Eropa. Jay Idzes bermain di Serie A bersama Sassuolo, sementara Calvin Verdonk (Lille), Dean James (Go Ahead Eagles), dan Miliano Jonathans (FC Utrecht) juga tampil di kompetisi elite Eropa termasuk Liga Europa.
Kluivert pun mengaku bangga melihat perkembangan pemain-pemainnya. “Semakin tinggi level pemain bermain, semakin banyak pengalaman yang mereka bawa ke tim nasional,” tandasnya.