JAKARTA, (ERAKINI) — Nama Arimbi Syifana perlahan mulai mencuri perhatian publik voli Indonesia. Si bocah terbang asal Semarang itu tampil berani di level senior dan kini digadang-gadang mengikuti jejak atlet voli nasional hingga dunia, seperti Megawati Hangestri Pertiwi yang dijuluki Megatron.
Publik penggemar bola voli Tanah Air pertama kali dibuat terkejut ketika Jakarta Livin Mandiri (JLM) merekrut Arimbi pada akhir 2025 untuk mengarungi Proliga 2026. Rekrutmen tersebut sekaligus memecahkan rekor pemain termuda yang tampil di Proliga, menggeser rekor sebelumnya yang dipegang Nurlaili Kusumah Diningrat, yang debut pada usia 14 tahun.
Bermain sebagai opposite, Arimbi kerap merepotkan lawan saat membela Rajawali O2C Ciparay di Livoli Divisi Utama. Menghadapi pemain senior dan bintang nasional pun tak membuat nyalinya ciut. Meski baru berusia 13 tahun, Arimbi menunjukkan mental bertanding yang matang. Ia bahkan tak gentar saat berhadapan langsung dengan Megawati Hangestri pada Final Four Livoli Divisi Utama 2025.
Menariknya, Arimbi secara terbuka mengakui Megawati sebagai sosok inspirasi dan panutan utamanya dalam meniti karier di dunia bola voli. Ia bangga sudah merasakan langsung bertanding melawan idolanya tersebut.
Nama Arimbi pertama kali benar-benar mencuri perhatian volimania Tanah Air saat memperkuat Rajawali O2C, tim besutan Coach Octavian, di Livoli Divisi Utama 2025. Kala itu, Arimbi dipanggil sebagai pemain pengganti karena sejumlah pemain utama harus mengikuti pemusatan latihan tim nasional serta adanya faktor cedera.
Meski belum genap berusia 14 tahun, Arimbi Syifana Andayani mampu menunjukkan kualitas teknik dan mentalitas yang tak kalah dari para seniornya di tim O2C.
Sang ibunda, Yani (49), mengungkapkan perjalanan panjang sang anak yang kini dijuluki “bocah terbang” berkat kemampuan lompatannya yang luar biasa. Menurut Yani, bakat voli Arimbi sudah terlihat sejak kecil. Arimbi kerap menonton pertandingan voli bersama sang ayah, Soleman Lasno, yang merupakan mantan atlet voli.
Awalnya hanya bermain-main, Arimbi kemudian menunjukkan ketertarikan serius. Ia mulai dilatih teknik passing, lalu bergabung dengan klub voli putri di Semarang. “Ditanya sama ayahnya, ‘kamu mau jadi pemain voli?’ Dia jawab ‘iya’. Ayahnya bilang, ‘kalau jadi pemain voli harus nurut, karena latihannya berat’. Anaknya mau,” tutur Yani.
Sejak kecil, Arimbi dikenal disiplin berlatih. Selain latihan klub tiga kali sepekan, ia rutin digembleng langsung oleh sang ayah di rumah. Latihannya meliputi lari sprint di tanjakan, lompat palangan, hingga latihan pukulan bola pasir.
Perjalanan Arimbi menembus klub besar tak selalu mulus. Ia sempat merasa takut saat diminta Coach Octavian bergabung ke Bandung bersama Rajawali O2C. Saat itu, Arimbi masih duduk di bangku kelas 5 SD.
Namun, setelah satu setengah tahun menetap dan berlatih di Bandung, perkembangan fisiknya terlihat signifikan. Gadis yang sebelumnya kurus kini tumbuh lebih kekar, tangguh, dan mandiri. Cita-cita Arimbi untuk tampil di Livoli dan Proliga kini telah terwujud. Selanjutnya, ia mulai menapaki mimpi lebih besar, yakni memperkuat Timnas Voli Indonesia.
Arimbi sadar impian itu tidak mudah. Ia harus disiplin dan rajin berlatih fisik. “Capek banget, terus latihan pagi sore. Bangun pagi udah fisik, pasti ditekanin banget sih karena kita punya target,” ujar Arimbi menggambarkan kerasnya dunia profesional yang ia masuki bersama Jakarta Livin Mandiri saat ini, seperti dikutip dalam akun IG miliknya.
Selain itu, Arimbi juga harus bisa beradaptasi dengan para pemain senior. Di Jakarta Livin Mandiri, Arimbi berlatih satu lapangan dengan pemain top dan selisih usianya nyaris dua dekade, seperti Yolla Yuliana.
Tapi Arimbi merasa bersyukur karena para senior terus membantu menopang mentalnya di tengah kerasnya persaingan. “Aku disemangatin terus. Dibilang jangan gugup, komunikasinya harus jalan. Kalau mental aku lagi down, dinaikin lagi sama senior-senior, banyak banget yang bantu,” tuturnya.
Diakui Arimbi, bermain di Proliga membuat jantungnya terus berdebar. “Perasaannya pasti deg-degan, karena ini first experience aku. Tapi senang banget bisa ikut Proliga,” katanya.
Biodata:
Nama Lengkap: Arimbi Syifana Andayani
Nama Populer: Arimbi
Julukan: Bocah Terbang
Tempat/Tanggal Lahir: Semarang, Jawa Tengah, 16 Maret 2012
Usia: 13 tahun
Tinggi Badan: 176 cm
Berat Badan: 60 kg
Posisi: Opposite
Agama: Islam
Instagram: @arwimbi
Klub:
Jakarta Livin Mandiri (Proliga)
Musim: 2026
Posisi: Opposite
Rajawali O2C (Livoli Divisi Utama)
Musim: 2025
Posisi: Outside Hitter