Final Liga Conference mempertemukan Real Betis vs Chelsea, Kamis dini hari. Chelsea mengincar trofi UEFA kelima, sementara Betis ingin juara untuk pertama kalinya. Foto: UEFA.com
JAKARTA, (ERAKINI) -Real Betis bersiap menghadapi Chelsea di final Liga Conference Eropa 2024/2025, Kamis (29/5/2025) dini hari pukul 02.00 WIB. Chelsea mengincar trofi UEFA kelima mereka, sementara Betis siap mencatatkan sejarah sebagai juara Eropa untuk pertama kalinya.
Sejarah akan tercipta di Stadion Wroclaw, Polandia. Jutaan pasang mata akan menyaksikan siapa yang akan menorehkan namanya sebagai juara terbaru dalam kompetisi termuda di bawah naungan UEFA.
Chelsea datang ke final ini dengan ambisi besar. Jika mampu mengalahkan Real Betis, The Blues mereka akan menjadi klub pertama dalam sejarah yang berhasil meraih lima trofi UEFA, yakni 2 Liga Champions, 2 Liga Europa, 2 Piala Super UEFA, 2 Piala Winners (sudah tidak diselenggarakan), dan 1 Liga Konferensi (jika menang).
Liga Konferensi adalah kompetisi terbaru di Eropa. Kemenangan malam ini akan melengkapi koleksi lima trofi UEFA Chelsea. Tiga dari delapan kemenangan Eropa sebelumnya didapat dengan mengalahkan tim asal Spanyol, yakni Real Madrid di final Cup Winners’ Cup 1971 dan Piala Super 1998, serta Villarreal di ajang yang sama pada 2021.
Dikutip dari laman resmi UEFA.com, bagi pelatih Chelsea, Enzo Maresca, ini bukan sekadar laga penutup musim. Duel ini adalah momen untuk mempertegas status Chelsea sebagai kekuatan besar Eropa, sekaligus menanamkan mentalitas juara kepada skuat muda yang baru saja mengantongi tiket Liga Champions musim depan.
"Kami sudah melakukan sesuatu yang penting, tapi jika ingin membuktikan bahwa kita klub besar, kita harus punya keinginan menang. Ini pertandingan yang berbeda, ini final, dan kami ingin menang," ujar Maresca, yang pernah bermain untuk Sevilla dan menjadi asisten pelatih Betis saat ini, Manuel Pellegrini, di Malaga dan West Ham.
“Ini akan jadi pertandingan kelas atas. Kami menghadapi lawan yang sangat bagus. Kami akan tampil kuat dan dengan niat untuk menang. Ini akan sangat berarti bagi saya dan klub. Bagi banyak pemain, ini bisa jadi trofi pertama mereka,” timpal Reece James, kapten Chelsea.
Di sisi lain, Real Betis melangkah ke final Eropa pertamanya sepanjang sejarah klub. Tim asal Seville ini menyingkirkan Fiorentina secara dramatis di semifinal dan membawa semangat penuh ke Polandia.
“Kami menikmati persiapan menuju pertandingan ini. Ini adalah ganjaran atas kerja keras sepanjang musim. Ini adalah final Eropa pertama Betis, tapi kami sangat percaya diri bisa memberikan sesuatu yang membanggakan untuk para penggemar," kata sang pelatih, Manuel Pellegrini.
Pellegrini menegaskan tak gentar menghadapi nama besar seperti Chelsea. Pellegrini yang pernah membawa Villarreal dan Man City bersinar di Eropa, menyebut bahwa timnya siap tampil tanpa rasa minder.
"Kami tidak merasa seperti Daud melawan Goliat. Kami percaya punya peluang yang sama untuk menang, dan dari menit pertama kami akan mencoba melakukannya, tidak peduli berapa besar anggaran setiap tim. Kami punya pemain berpengalaman dan kami akan bermain penuh keyakinan. Untuk menang, kami harus jadi tim yang sama seperti selama ini," tegas Pellegrini.
Kapten tim, Isco, juga optimistis menatap laga ini. "Percaya adalah langkah pertama menuju kemenangan. Kami ingin memberikan kebahagiaan bagi para fans yang pantas mendapatkannya," ucapnya.
Pertarungan di Pinggir Lapangan
Pertemuan ini juga menyuguhkan drama menarik di pinggir lapangan. Maresca dan Pellegrini bukan sekadar lawan malam ini.
Mereka pernah bekerja sama selama dua musim dan menjalin hubungan profesional yang dekat. "Dia seperti ayah profesional saya," kata Maresca tentang Pellegrini.
Menariknya, Maresca juga merupakan mantan pemain Sevilla, rival sekota Betis, dan sempat mencetak gol kemenangan dalam derby panas tahun 2005. "Saya tahu fans Betis tidak menyukai saya," tambahnya.
Statistik dan Fakta Menarik Chelsea telah mencetak 38 gol dalam 12 laga Liga Konferensi musim ini, rekor baru klub di kompetisi Eropa. The Blues menang 3 dari 4 pertemuan sebelumnya dengan Betis, termasuk di perempat final Piala Winners 1997/98. Ini adalah final UEFA kedelapan Chelsea, dimana menang 6 kali dari 7 final sebelumnya.
Sementara Betis adalah tim Spanyol ke-24 sejak 2001/02 yang mencapai final kompetisi UEFA. Menariknya, semua final yang melibatkan klub Spanyol sejak saat itu dimenangi oleh tim La Liga.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung sengit. Chelsea memang lebih diunggulkan secara materi pemain dan pengalaman, namun Betis membawa semangat kejutan dan sejarah tim-tim Spanyol yang luar biasa di laga final.