Chelsea akhirnya kembali ke Liga Champions UEFA setelah dua musim absen. Perjuangan The Blues musim ini pun patut diacungi jempol, karena dihuni skuad muda. Foto: chelseafc
JAKARTA, (ERAKINI) - Chelsea akhirnya kembali ke Liga Champions UEFA setelah dua musim absen. Perjuangan The Blues musim ini pun patut diacungi jempol, karena dihuni skuad muda.
Rata-rata usia pemain Chelsea dalam starting XI di musim ini hanya 24 tahun dan 36 hari, menjadikan mereka tercatat dalam sejarah sebagai skuad termuda di .
Sempat banyak suara sumbang terhadap skuad muda Chelsea. Namun, saat momen penentuan musim ini, lima kemenangan dari enam laga terakhir sudah cukup berbicara. Termasuk kemenangan atas Liverpool dan Manchester United, serta laga tandang ke markas Fulham dan Nottingham Forest di pertandingan pamungkas. Hasil ini membuat Chelsea finis di urutan keempat klasemen akhir dan berhak lolos ke Liga Champions.
Tak heran jika sang pelatih, Enzo Maresca, begitu bangga atas pencapaian anak asuhnya. “Saya sangat bangga dengan para pemain,” ujar Maresca, dikutip dari laman resmi klub, Senin (26/5/2025).
“Saya bangga dengan perkembangan mereka, cara mereka tumbuh sepanjang musim. Mereka adalah kelompok yang fantastis dan bekerja keras satu sama lain. Banyak suara (sumbang) dari luar meragukan mereka, menyebut terlalu muda, tidak punya pemimpin, dan tak cukup bagus. Tapi semua dibuktikan lewat hasil,” sambungnya.
Maresca menegaskan sajak awal tak pernah meragukan kemampuan para pemain muda Chelsea. “Keraguan hanya datang dari luar. Para pemain pantas meraih kemenangan ini, dan saya sudah sering mengatakan betapa luar biasanya usaha yang mereka berikan,” tegasnya.
Atmosfer Emosional di City Ground
Kemenangan atas Nottingham Forest di laga terakhir menjadi momen emosional dan bersejarah. Di tengah para pemain Forest yang bersiap merayakan kelolosan mereka ke Liga Champions untuk pertama kalinya dalam 30 tahun, para pemain dan staf Chelsea yang pada akhirnya berpesta.
Levi Colwill, pencetak gol tunggal dalam laga tersebut mendapat sambutan hangat dari rekan setimnya. Sementara itu, suasana di terowongan dipenuhi semangat dan rasa lega. Direktur olahraga hingga pemilik klub tampak sumringah menyaksikan euforia yang terjadi.
Di tengah keramaian itu, sang kapten Reece James memberikan pernyataan jujur usai pertandingan. “Datang ke markas Nottingham Forest di laga terakhir musim, dan tahu bahwa kami harus meraih hasil, itu sangat berat. Mereka menjalani musim yang luar biasa, pertahanan mereka sangat kuat, dan mereka juga berbahaya saat menyerang,” katanya.
Maka itu, ia tak dapay menyembunyikan kebahagiaannya bisa membawa Chelsea, klub yang telah dibelanya sejak akademi, kembali ke panggung Eropa. “Mengamankan tiket Liga Champions lagi untuk klub ini adalah perasaan yang luar biasa,” ujar James.
James juga menyinggung kritik dari luar yang meragukan kemampuan tim muda Chelsea. "Ada banyak suara dari luar yang mengatakan kami terlalu muda, terlalu tidak berpengalaman untuk menghadapi momen besar dan kami tidak akan berhasil. Tapi, saya pikir kami sudah membuktikan bahwa kami bisa,” tegasnya.
Fokus ke Final Liga Konferensi
Meskipun Premier League telah berakhir, musim Chelsea belum selesai. The Blues masih akan menghadapi Real Betis di final Liga Konferensi yang akan digelar di Polandia pada Kamis dini hari.
“Kami akan menikmati kemenangan ini, tapi fokus kami sudah tertuju ke Real Betis dan final Conference League,” tambah sang kapten.
Kata dia, musim ini terasa panjang dan berat. Chelhea mengalami pasang surut, dimana kalah dan imbang di laga-laga yang seharusnya bisa dimenangkan.
“Tapi sepanjang musim, kami tetap bertahan dan saling mendukung, dan sekarang kami berada di posisi untuk meraih trofi Eropa, selain memastikan tiket Liga Champions. Itu harus dianggap sebagai pencapaian positif,” ucapnya.
“Semua orang ingin memenangkan trofi Eropa dan saya tahu artinya bagi klub. Ini adalah kesempatan untuk melengkapi koleksi gelar Eropa kami, dan kami sangat lapar untuk mewujudkannya,” pungkasnya.