Dua kekuatan besar Eropa, Spanyol dan Prancis, kembali saling berhadapan dalam laga panas semifinal UEFA Nations League 2025 di Stuttgart, Jumat (7/6/2025) dini hari. Foto: UEFA.com
JAKARTA, (ERAKINI) - Spanyol dan Prancis akan saling berhadapan di semifinal UEFA Nations League 2025 pada Jumat (7/6/2025) dini hari WIB. Pertandingan yang digelar di Stuttgart ini menjadi ulangan final Nations League 2021 dan semifinal EURO 2024, sehinggga dipastikan menjanjikan sarat gengsi, teknik, dan tensi tinggi.
Spanyol melangkah ke empat besar usai menyingkirkan Belanda dalam drama adu penalti. Setelah bermain imbang 2-2 di Rotterdam dan 3-3 di Valencia, La Roja memastikan tiket semifinal lewat kemenangan 5-4 di babak tos-tosan, dengan Pedri menjadi penentu.
Prancis juga melalui laga yang menegangkan. Tertinggal 0-2 dari Kroasia di leg pertama, Les Bleus bangkit di Paris lewat gol Michael Olise dan Ousmane Dembelé. Adu penalti kembali jadi penentu, dan Prancis menang 5-4 setelah Mike Maignan menggagalkan penalti terakhir Kroasia, dilanjutkan gol penentu Dayot Upamecano.
Pemenang laga ini akan melaju ke final di Munich Football Arena, tempat Spanyol mengalahkan Prancis tahun lalu di semifinal EURO 2024 melalui gol Lamine Yamal dan Dani Olmo.
Prancis pun tak kalah menegangkan. Setelah tertinggal 0-2 dari Kroasia di leg pertama, pasukan Didier Deschamps bangkit lewat gol Michael Olise dan Ousmane Dembélé di leg kedua. Adu penalti kembali jadi penentu, dengan Mike Maignan menggagalkan satu tendangan dan Dayot Upamecano mengunci kemenangan 5-4.
Spanyol dan Prancis terakhir kali bertemu di semifinal EURO 2024, saat gol Lamine Yamal dan Dani Olmo mengantarkan La Roja menang 2-1. Kini, Les Bleus punya peluang membalas di panggung yang tak kalah bergengsi.
Kabar Tim Spanyol dihadapakan dilema besar Luis de la Fuente, terutama di lini belakang. Robin Le Normand masih diandalkan sang pelatih, tapi Cubarsí dan Huijsen yang tampil memukau musim ini bisa saja dipasangkan sejak awal. Di lini tengah, Pedri kemungkinan kembali dimainkan bukan di posisi pivot, meski peran itu jadi andalannya di Barcelona.
"Kami sudah berada di empat besar. Lawan kami adalah juara Eropa. Tak ada yang diunggulkan. Empat laga, empat final. Pertandingan seperti Jerman vs Portugal bisa saja menjadi final EURO atau Piala Dunia. Saya tak bisa bilang kami favorit saat dikelilingi tim-tim hebat seperti ini. Siapa pun bisa menang,” kata sang pelatih, dikutip dari laman resmi UEFA.com.
"Semifinal seperti ini tak datang setiap hari. Kami ingin bermain di final dan mengangkat trofi. Kami siap memberikan segalanya," tambah sang gelandang, Pedri.
Di sisi lain, Didier Deschamps dihadapkan pada persoalan kebugaran skuad Prancis, setelah tujuh pemainnya baru saja tampil di final Liga Champions. Meski begitu, Michael Olise diyakini kembali memegang peran sentral dalam kreativitas serangan Prancis.
Didier Deschamps pun menatap laga ini tanpa mau menoleh ke belakang. "Saya tidak suka kata balas dendam. Ini turnamen berbeda, semifinal baru, dan kesempatan menuju final. Saya tidak ingin mengungkit semifinal EURO tahun lalu, meski saat itu Spanyol memang mendominasi dalam penguasaan bola. Mereka lebih unggul dalam beberapa aspek, tapi secara keseluruhan pertandingan itu sangat ketat.”" katanya.
"Ini bukan sekadar pertandingan. Banyak dari kami belum mengangkat trofi musim ini – dan kami ingin mempersembahkan yang terbaik," tambah Ibrahima Konaté, bek Prancis.
Deschamps, pelatih yang akan mengakhiri masa jabatannya usai Piala Dunia 2026, tetap lapar gelar meski sudah 13 tahun melatih timnas. Ia mengakui kekuatan Spanyol saat ini sebagai tim terbaik di dunia, terutama lewat kecepatan Yamal dan Nico Williams.
Sementara itu, De la Fuente telah mempersembahkan dua gelar (Nations League 2023 dan EURO 2024) hanya dalam dua tahun. Ia memuji kedalaman skuatnya, khususnya di lini tengah, serta kematangan Lamine Yamal yang baru berusia 17 tahun.
Perkiraan Susunan Pemain Spanyol (4-2-3-1): Unai Simon; Mingueza, Cubarsi, Huijsen, Cucurella; Pedri, Fabian Ruiz; Lamine Yamal, Dani Olmo, Nico Williams; Morata.
Prancis (4-2-3-1): Maignan; Kalulu, Konate, Lenglet, Theo Hernandez; Kone, Rabiot; Dembele, Olise, Doue; Mbappe.
Absen: Camavinga, Kounde, Saliba, Upamecano.
Statistik Menarik:
- Spanyol tak terkalahkan dalam 23 laga kompetitif terakhir.
- Prancis sudah mencapai semifinal di 6 turnamen besar sejak Deschamps memimpin.
- Lamine Yamal berpotensi menjadi pencetak gol termuda di semifinal Nations League.
Laga ini dipastikan berjalan ketat. Spanyol unggul dalam penguasaan bola dan kreativitas, namun Prancis punya kecepatan, fisik, dan daya ledak dalam serangan balik. Laga bisa kembali ditentukan lewat detail kecil, atau bahkan drama adu penalti lagi.
Apakah sejarah akan terulang? Atau Les Bleus berhasil membalikkan nasib? Semua akan terjawab di Stuttgart.