AC Milan akan menjalani laga hidup mati saat menghadapi Feyenoord di leg kedua playoff babak 16 besar Liga Champions, Rabu (19/2/2025) dini hari pukul 00.45 WIB. Foto: acmilan.com
JAKARTA, (ERAKINI) - AC Milan akan menjalani laga hidup mati saat menghadapi Feyenoord di leg kedua playoff babak 16 besar Liga Champions, Rabu (19/2/2025) dini hari pukul 00.45 WIB. I Rossoneri wajib menang dengan selisih 2 gol jika ingin lanjut di turnamen ini.
AC Milan yang baru sekali mencapai babak 16 besar dalam 10 musim terakhir harus membalikkan keadaan setelah kalah tipis 0-1 di leg pertama. Dengan kekalahan di Rotterdam, Rossoneri kini hanya memiliki satu cara agar lolos ke babak 16 besar, yakni menang dengan margin satu gol.
Hanya kemenangan yang dapat membawa Milan ke babak 16 besar. Sementara hasil imbang akan mengakhiri perjalanan si Merah Hitam di kompetisi Eropa. Terakhir kali AC Milan berhasil membalikkan keadaan setelah kalah di leg pertama di Liga Champions adalah semifinal 2006/07 melawan Manchester United. Saat itu Milan kalah 2-3 di leg pertama, namun berhasil menang 3-0 di leg kedua.
Pelatih Sergio Conceiçao mengungkapkan bahwa timnya harus tampil lebih agresif di leg kedua ini. Pemain seperti Strahinja Pavlovic dan Kyle Walker optimistis tim bisa membalikkan hasil tersebut. "Kami bisa membalikkan keadaan di leg 2. Bukan hanya penyerang, semua pemain perlu berkontribusi untuk mencetak gol," ujarnya dikutup dari laman UEFA.com.
AC Milan datang ke pertandingan ini dengan modal kemenangan 1-0 atas Hellas Verona di Serie A akhir pekan lalu. Kemenangan ini diharapkan memberikan kepercayaan diri pemain setelah kekalahan di leg pertama.
Meski tim menghadapi beberapa masalah yang perlu diatasi, Milan dapat memanfaatkan dukungan luar biasa dari para penggemar tuan rumah. Milan telah membuat rekor kandang begitu solid di Liga Champions musim ini. Di San Siro, Milan memenangkan tiga pertandingan kandang terakhir di Eropa.
“Kami harus tampil berbeda dari Rotterdam. Kami mengandalkan dukungan dari fans kami. Tim harus fokus, agresif, dan lebih klinis. Ini adalah final bagi kami. Kami benar-benar membutuhkan hasil ini untuk bisa lolos,” ujar penasihat senior Milan, Zlatan Ibrahimovic dikutip dari laman resmi klub.
AC Milan punya harapan dari pemain barunya seperti Santiago Gimenez, Warren Bondo, Joao Felix, Riccardo Sottil, dan Kyle Walker. Dari kelima pemain, Gimenez dan Felix telah menyumbang gol.
Ibrahimovic sangat berharap para pemain baru dapat membantu Rossoneri membalikkan keadaan. "Kami berharap banyak dari mereka. Mereka adalah pemain mapan yang bisa tumbuh dan menjadi lebih kuat. Joao Felix bisa melakukan lebih baik lagi, sementara Bondo dan Sottil punya ruang untuk berkembang. Gimenez kejam, tapi dia juga harus bekerja keras,” kata Ibrahimovic.
Hanya, Milan tidak akan diperkuat beberapa pemain kunci, seperti Warren Bondo, Raul Jimenez, Jovic, dan Sottil yang cedera, serta E Royal, Loftus-Cheek, dan Florenzi yang juga tidak bisa bermain. Yunus Musah kembali setelah menjalani skorsing, sementara Fofana, Theo Hernandez, dan Chukwueze semuanya berada dalam ancaman kartu kuning.
Sementara itu, Feyenoord tiba di San Siro dengan hasil imbang 0-0 melawan NAC Breda di Eredivisie. Feyenoord jelas akan berusaha mempertahankan keunggulannya dengan semangat kemenangan di leg 1. Sang kiper Timon Wellenreuther mengingatkan bahwa tugas mereka belum selesai.
Kemenangan Feyenoord di leg 1 bukan hal yang di luar dugaan, mengingat mereka kuat di kandang dan belum pernah kalah di leg 1 dalam 12 pertandingan dua leg terakhir di kompetisi Eropa.
Meski demikian, Feyenoord tetap menyadari tantangan berat yang akan dihadapi di kandang Milan. “Kami mempersiapkan diri dengan cara terbaik. Kami unggul 1-0 dan punya peluang besar untuk melaju ke babak berikutnya," ujar sang pelatih, Bosschaart.
"Kami akan menghadapi tim AC Milan yang berbeda dengan yang kami hadapi di Rotterdam, jadi kami harus siap bereaksi. Kami telah menganalisis pertandingan dengan baik dan berharap rencana kami berjalan sesuai harapan," lanjutnya.
Ini merupakan pertemuan keempat Feyenoord vs AC Milan. Sebelum laga leg 1, kedua tim hanya bersua di babak 16 besar Piala Eropa 1969/70. Kedua tim berbagi kemenangan.
Pada leg 1 dimenangkan Rossoneri 1-0, namun Feyenoord menang 2-0 pada leg 2, sehingga berhak lolos ke babak delapan besar. Sekarang posisi berubah, dimana Feyenoord yang terlebih dulu bertindak sebagai tuan rumah dan menang 1-0, dan Milan di leg 2. Akan hasil serupa bakal terjadi? Menarik untuk ditunggu.