Sebanyak 8 tim akan berjuang habis-habisan dalam leg 2 playoff babak 16 besar Liga Champions 2024/25 pada Rabu (19/2/2025) dini hari WIB. Foto: uefa.com
JAKARTA, (ERAKINI) - Sebanyak 8 tim akan berjuang habis-habisan dalam leg 2 playoff babak 16 besarLiga Champions 2024/25 pada Rabu (19/2/2025) dini hari WIB. Menariknya, belum satu pun tim yang di atas angin karena selisih gol semua pertandingan hanya 1.
Artinya, semua tim masih memiliki peluang untuk lolos. Hal ini menjadikan laga leg 2 dipastikan sangat sengit. Lantas siapa saja yang bakal lolos ke fase gugur? Berikut preview singkat dari masing-masing pertandingan, dikutip dari UEFA.com.
AC Milan vs Feyenoord
Kickoff: Pukul 00.45 WIB
Hasil Leg 1: 0-1
AC Milan yang hanya mencapai babak 16 besar satu kali dalam dekade terakhir, harus membalikkan keadaan setelah kalah tipis 0-1 di leg pertama. Pelatih Sergio Conceiçao mengungkapkan bahwa timnya harus tampil lebih agresif di leg kedua ini. Pemain seperti Strahinja Pavlovic dan Kyle Walker optimistis tim bisa membalikkan hasil tersebut.
"Kami bisa membalikkan keadaan di leg 2. Bukan hanya penyerang, semua pemain perlu berkontribusi untuk mencetak gol," katanya.
Sementara Feyenoord jelas akan berusaha mempertahankan keunggulannya dengan semangat kemenangan di leg 1. Sang kiper Timon Wellenreuther mengingatkan bahwa tugas mereka belum selesai.
Kemenangan Feyenoord di leg 1 bukan hal yang di luar dugaan, mengingat mereka kuat di kandang dan belum pernah kalah di leg 1 dalam 12 pertandingan dua leg terakhir di kompetisi Eropa.
Benfica vs Monaco
Kickoff: Pukul 03.00 WIB
Hasil Leg 1: 1-0
Benfica menghadapi laga ini dengan keunggulan tipis 1-0 di kandang Monaco. Meski memimpin, striker Benfica, Vangelis Pavlidis, mengingatkan timnya untuk tetap fokus menghadapi leg kedua.
“Jika Anda bisa menang dan mencetak gol, itu indah,” kata sang striker. “Kami selangkah lebih maju, tapi itu tidak cukup. Kami tahu Monaco akan bersiap untuk pertandingan berikutnya. Kami harus fokus,” lanjutnya.
Sementara Pelatih Monaco, Adi Hütter, meski kecewa dengan hasil leg 1, percaya peluang masih terbuka lebar bagi timnya untuk membalikkan keadaan.
“Kami tidak senang tapi ada leg kedua dan kami harus menampilkan performa terbaik kami,” katanya. "Tantangannya lebih sulit, tetapi Anda harus percaya dan percaya bahwa apa pun bisa terjadi," sambungnya.
Monaco sendiri belum pernah mencapai babak 16 besar sejak 2017. Monaco juga tanpa kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir mereka di kompetisi Eropa melawan tim Portugal, yakni imbang 2 kali dan kalah 7 kali.
Bayern Munich vs Celtic
Kickoff: Pukul 03.00 WIB
Hasil Leg 1: 2-1
Bayern Munich berhasil meraih kemenangan 2-1 atas Celtic dalam leg 1, meski sempat tertekan di beberapa momen. Pemain Bayern, Eric Dier, menyebut soliditas tim menjadi kunci kemenangan mereka.
"Ada beberapa blok krusial, tekel, sundulan, itu adalah bagian dari permainan yang akan selalu penting,” kata Dier. “Kami menang dan sekarang kami bisa pulang dan bersiap untuk leg kedua,” lanjutnya.
Sementara Celtic sangat termotivasi di Leg kedua ini. Manajer Celtic, Brendan Rodgers, menilai timnya tetap punya kesempatan besar, mengingat Bayern sempat tertekan di menit-menit terakhir. “Kita punya satu kesempatan lagi. Ayo pergi dan jangan menyesal dan lihat ke mana hal itu membawa kita,” katanya.
Ia berharap Daizen Maeda kembali mencetak gol di laga ini. Sang penyerang telah mencetak 4 gol di Liga Champions musim ini, dan merupakan gol terbanyak pemain Jepang manapun dalam satu musim.
Atalanta vs Club Brugge
Kickoff: Pukul 03.00 WIB
Hasil Leg 2: 1-2
Atalanta menghadapi tugas berat setelah kalah 1-2 di leg 1 melawan Club Brugge. Meski kalah, Charles De Ketelaere yang kembali ke klub lamanya berharap Atalanta mampu bangkit di leg kedua.
Ia meminta rekan-rekanya fokus untuk menggagalkan ambisi Club Brugge melaju ke babak 16 besar. "Kami harus siap untuk memenangkan pertandingan berikutnya. Itu satu-satunya hal yang penting, untuk terus melaju di Liga Champions," tegasnya.
Club Brugge sendiri akan datang dengan percaya diri setelah Gustaf Nilsson mencetak gol penalti krusial di menit terakhir yang memberi mereka keunggulan tipis. Pelatih Club Brugge, Nicky Hayen, juga menilai penampilan timnya sangat solid, dan optimisme tinggi untuk leg kedua ini.
“Cara kami menampilkan diri adalah sesuatu yang bisa dibanggakan. Kami mendapat reaksi bagus di babak kedua dan terus memainkan permainan kami sendiri,” tandasnya.