Sejumlah pemain Timnas Indonesia mengungkapkan perasaan mereka setelah gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026. Meski kecewa, mereka yakin tim Garuda akan bangkit. Foto: Ilustrasi/X@Timnas Indonesia
JAKARTA, (ERAKINI) – Sejumlah pemain Timnas Indonesia mengungkapkan perasaan mereka setelah gagal ke putaran final . Meski kecewa, mereka yakin tim Garuda akan bangkit dan tampil lebih kuat di masa mendatang.
Gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye, mengaku kegagalan ini menjadi pengalaman yang menyakitkan setelah perjuangan panjang menuju ajang bergengsi tersebut.
“Sangat sulit menemukan kata yang tepat untuk momen ini. Kami berjuang keras mengejar impian mencapai Piala Dunia. Kali ini, bukan saatnya bagi kami, dan rasanya menyakitkan,” tulis Thom Haye melalui akun Instagram resminya, Senin (13/10/2025).
Pemain berusia 30 tahun itu menambahkan, di balik rasa sakit itu tersimpan kebanggaan besar terhadap perjuangan skuad Garuda. “Mungkin akan terasa lama. Namun, di balik rasa sakit itu ada kebanggaan. Kebanggaan untuk bangsa yang berani bermimpi, yang berdiri teguh melawan segala rintangan, dan mencapai hal-hal yang dulu dianggap mustahil,” tambahnya.
Thom juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendukung yang telah setia memberikan dukungan. “Perjalanan ini bukan hanya tentang kualifikasi. Ini tentang menunjukkan kepada dunia dan generasi mendatang, apa yang bisa kami lakukan,” kata pemain Persib Bandung itu.
Ia menegaskan, kegagalan kali ini bukanlah akhir dari segalanya. Garuda masih punya kesempatan menuju Piala Dunia 2030, edisi ke-100 sejak pertama kali digelar di Uruguay pada 1930.
Sementara itu, Calvin Verdonk menegaskan bahwa kegagalan ini justru akan menjadi bahan bakar semangat bagi tim untuk bangkit.
“Setiap kemunduran menyulut api kita. Kami akan kembali, lebih kuat, bersama. Bersyukur atas segalanya dan semua orang dalam perjalanan ini,” tulis pemain Lille tersebut di Instagram.
Verdonk hanya tampil sekali pada babak kualifikasi putaran keempat, saat Indonesia kalah dari Irak. Sebelumnya, ia absen menghadapi Arab Saudi karena cedera.
“Bangga mengenakan lambang ini dan mewakili Indonesia. Terima kasih untuk semua yang telah percaya pada kami,” tulis pemain kelahiran Dordrecht yang kini mencatat 12 caps bersama Indonesia itu.
Pemain belakang Shayne Pattynama juga menyampaikan pesan penuh haru kepada para pendukung. Ia menilai perjalanan dua tahun di Kualifikasi Piala Dunia 2026 memberi pelajaran berharga di luar lapangan hijau.
“Perjalanan ini telah mengajarkan kita lebih dari sekadar sepak bola. Perjalanan ini menunjukkan kepada kita persatuan, kebanggaan, dan kekuatan luar biasa dari sebuah mimpi bersama,” katanya.
Shayne menegaskan, kegagalan ini akan menjadi batu loncatan untuk masa depan. “Kami akan kembali lebih kuat dengan keyakinan, semangat, dan harapan baru untuk Indonesia. Perjalanan ini belum berakhir,” tutupnya.
Adapun bek tengah Rizky Ridho juga menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia. “Terima kasih atas doa dan dukungan yang selalu diberikan kapan pun dan di mana pun. Mohon maaf, kami belum bisa mewujudkan mimpi kalian semua,” tulis pemain Persija Jakarta itu.
Ridho tampil sebagai starter saat Indonesia kalah dari Irak, menandai penampilannya yang ke-47 bersama Garuda sejak debut melawan Oman pada Mei 2021. Ia berduet dengan Jay Idzes di jantung pertahanan dalam formasi empat bek — kombinasi yang baru pertama kali diterapkan pelatih.
Bek berusia 23 tahun itu tak menutupi rasa kecewanya. “Perjalanan panjang ini harus berhenti, tidak sesuai dengan harapan dan mimpi kita semua,” ujarnya.
Ridho menjadi salah satu pemain paling konsisten di skuad Garuda. Sejak kualifikasi putaran pertama melawan Brunei Darussalam pada Oktober 2023, ia hampir selalu menjadi pilihan utama, hanya absen dua kali dari total 20 pertandingan.
“Sampai di titik ini tidaklah mudah, tetapi kami selalu berusaha memberikan semuanya untuk negara ini,” tukasnya.