Pelatih Como, Cesc Fabregas, menyebut kemenangan itu menjadi momen istimewa bagi klub yang untuk pertama kalinya tampil di Liga Champions. Foto: UEFA.com
JAKARTA, (ERAKINI) —Como mencatat debut bersejarah di Liga Champions. Klub Italia itu tampil cepat dan presisi untuk menghancurkan RB Leipzig 4-1 dalam laga perdana yang berlangsung di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Jumat (11/9/2026) dini hari.
Como hanya membutuhkan 15 menit untuk membuka keunggulan. Martin Baturina mencetak gol setelah melakukan kombinasi apik dengan Tasos Douvikas.
Como terus menekan dan kembali mencetak gol pada menit ke-38. Kali ini, giliran Douvikas yang menyelesaikan peluang setelah sebelumnya bertukar peran dengan Baturina.
Memasuki babak kedua, Como semakin menunjukkan ketajamannya melalui serangan balik. Assane Diao mencetak gol ketiga untuk membawa tuan rumah unggul 3-0.
Leipzig sempat memperkecil ketertinggalan melalui Andrija Maksimović. Namun, Como tidak membiarkan momentum beralih.
Pemain pengganti Máximo Perrone memastikan kemenangan Como dengan mencetak gol pada menit ke-90 sekaligus mengembalikan keunggulan tiga gol. Pertandingan pun berakhir 4-1 untuk Como.
Martin Baturina dinobatkan sebagai Player of the Match berkat penampilan impresifnya dalam kemenangan bersejarah tersebut.
Pelatih Como, Cesc Fabregas, menyebut kemenangan itu menjadi momen istimewa bagi klub yang untuk pertama kalinya tampil di .
"Itu adalah penampilan yang luar biasa malam ini. Ini merupakan pertandingan pertama kami di Liga Champions, jadi ini adalah malam yang bersejarah bagi kami," kata Fabregas kepada UEFA.
Menurut Fabregas, Como sudah mempersiapkan diri menghadapi tekanan tinggi yang diperkirakan akan diberikan Leipzig.
"Kami tahu Leipzig akan menekan kami secara agresif. Karena itu, kami mencoba menganalisis permainan mereka, mempelajari posisi mereka dan memahami apa yang akan mereka lakukan terhadap kami," ujarnya.
Fabregas mengakui Como sempat mengalami kesulitan ketika Leipzig meningkatkan intensitas permainan pada babak kedua.
"Kami harus menderita pada beberapa momen ketika mereka meningkatkan intensitas di babak kedua. Jadi, setelah sekitar 60 menit kami harus beradaptasi," katanya.
Namun, Como mampu merespons tekanan tersebut dengan baik, terutama melalui serangan balik.
"Kemudian kami bermain dengan sangat baik, terutama melalui serangan balik. Skor 4-1 menunjukkan level yang bisa kami capai," tutur Fabregas.
Fàbregas juga menegaskan pentingnya mengawali kompetisi dengan kemenangan.
"Selalu penting untuk memulai sebuah kompetisi dengan tiga poin, baik itu Liga Champions maupun kompetisi lainnya," katanya.
"Bagi kami, ini adalah penghargaan atas kerja keras tim sepanjang tahun lalu dan kami sangat bahagia bisa menjadi bagian dari kompetisi ini. Tetapi kami tidak boleh melupakan siapa kami. Kami harus tetap rendah hati dan tetap membumi," tandasnya.
Di kubu Leipzig, pelatih Martín Demichelis mengakui timnya tampil buruk, terutama dalam bertahan.
"Itu pertandingan yang sulit malam ini. Saya pikir kami bertahan dengan sangat buruk," kata Demichelis.
Demichelis mengaku Leipzig sebenarnya sudah mempelajari pola permainan Como, termasuk pergerakan, rotasi dan posisi para pemainnya.
"Kami sudah mempelajari bagaimana mereka bergerak, bagaimana mereka melakukan rotasi dan bagaimana mereka mengatur posisi. Namun, dalam banyak fase pertandingan, kami bertahan dengan buruk ketika tidak menguasai bola," jelasnya.
Leipzig juga kesulitan mengembangkan permainan pada babak pertama.
"Pada babak pertama, kami juga tidak cukup baik dalam menguasai bola untuk menciptakan lebih banyak ancaman," kata Demichelis.
Demichelis menilai gol ketiga Como menjadi pukulan emosional yang sangat penting bagi timnya.
"Kami memulai babak kedua dengan sangat baik, menggerakkan bola dan mendorong mereka kembali ke wilayah sendiri. Namun, ketika kami sedang berada dalam performa terbaik, mereka kembali mencetak gol melalui serangan pertama mereka," ucapnya.
"Itu merupakan pukulan emosional yang sangat penting. Tim tidak menyerah dan terus mendominasi serta mencari jalan untuk kembali ke pertandingan. Tetapi kami harus bertahan jauh lebih baik dalam situasi seperti ini," lanjut Demichelis.
Demichelis menegaskan kekalahan tersebut bukan semata-mata karena Como memiliki intensitas permainan yang lebih tinggi.
"Apakah kualitas dan intensitas mereka mengejutkan saya? Tidak. Saya tidak berpikir itu yang menjadi perbedaan," sebutnya.
"Dalam hal intensitas, saya pikir kedua tim cukup berimbang. Como adalah tim yang melakukan rotasi dengan sangat baik dan sudah memiliki identitas yang sama selama tiga tahun," lanjut Demichelis.
Sebaliknya, Leipzig masih dalam proses membangun gaya permainan setelah kedatangan sejumlah pemain baru pada akhir bursa transfer.
"Kami baru mulai membentuk gaya permainan kami, dengan banyak pemain yang datang pada akhir bursa transfer dan baru bekerja bersama selama satu atau 10 hari," katanya.