Hansi Flick (kiri) dan Luis Enrique dalam konferensi pers jelang pertandingan Barcelona vs PSG pada matchday 2 Liga Champions UEFA, Rabu (1/10). Foto: FC Barcelona
JAKARTA, (ERAKINI) – Barcelona siap menjamu Paris Saint-Germain (PSG) pada matchday 2 Liga Champions UEFA di Estadi Olimpic Lluis Companys, Kamis (2/10) dini hari WIB. Pertandingan ini jelas jadi laga yang paling ditunggu musim ini.
Sang juara bertahan dengan mantan pelatih Blaugrana, Luis Enrique, datang menghadapi Barça yang berambisi merebut gelar tahun ini. Pelatih menegaskan pentingnya mengikuti rencana permainan dan tampil maksimal dari menit pertama hingga akhir. Pelatih asal Jerman itu menginstuksikan timnya konsentrasi penuh sejak awal pertandingan.
“Kami menghadapi tim terbaik musim lalu dan ini tantangan besar. PSG adalah tim yang sangat kuat. Kami harus menjalankan rencana permainan dengan baik, mengontrol penguasaan bola, dan menempatkan diri secara tepat," ujar Flick dalam konferensi pers jelang pertandingan, dikkutip dari laman resmi Barcelona, Rabu (1/10/2025).
Flick menilai laga ini tidak mudah. Sebab PSG juga hebat dalam mengontrol penguasaan bola. Maka itu, tidak boleh ada sedikit pun kesalahan. "Dari detik pertama hingga peluit akhir, kami harus tampil di level tertinggi. Ini Liga Champions, tidak ada ruang untuk kesalahan,” tegas Flick.
Ia menambahkan bahwa target Barcelona musim ini adalah kembali menjadi juara. “Kami adalah Barça dan kami senang menjadi favorit. Namun, kami tahu jalan masih panjang. Banyak tim hebat menanti, dan yang pertama adalah PSG,” tukasnya.
Meski dihadapkan pada cedera beberapa pemain, Flick enggan menjadikannya alasan. “Jadwal padat, cedera memang ada, tapi kedua tim punya banyak pemain berkualitas,” tegasnya.
Selalu Spesial Kembali ke Barcelona
Di kubu lawan, pelatih PSGLuis Enrique, yang merupakan mantan pemain dan pelatih Barcelona, mengaku emosional kembali ke rumah lamanya.
“Selalu spesial dan menyenangkan bisa kembali ke Barcelona. Ini rumah saya. Saya pernah bermain di sini saat Olimpiade 1992. Sangat indah bisa kembali,” ujar Enrique.
Ia juga memuji tim asuhan Flick. “Saya suka tim Hansi Flick. Mereka menyerang, menekan, dan bermain dengan garis tinggi. Filosofi mereka sejalan dengan gaya sepak bola Barcelona. Saya akan selalu menjadi culer selamanya,” katanya.
“Kedua tim sama-sama menyerang, berani ambil risiko, dan bertahan dengan penguasaan bola. Ini akan jadi pertandingan indah untuk ditonton,” lanjutnya.
Meski PSG kehilangan beberapa pilar seperti Marquinhos, Doue, Dembele, dan Kvaratskhelia, Enrique menegaskan bahwa itu bukan alasan. “Kami tidak ingin mencari-cari alasan karena pemain yang absen. Kami ingin hasil,” tegasnya.
Meski banyak pertanyaan soal pemain yang tidak bisa tampil, nama Pedri dan Lamine Yamal justru mencuri perhatian Enrique. Ia mengaku sudah mengenal Pedri sejak melatih Spanyol, dan melontarkan pujian khusus.
“Dia luar biasa. Pedri bagi saya seperti Harry Potter, semoga dia tidak memakai tongkat sihirnya. Tapi Barça bukan hanya Pedri. Mereka juga punya pemain top lain seperti Cubarsi, Frenkie de Jong, dan Lamine Yamal,” kata Enrique.
Dua Tim dengan Gaya Mirip
Bek kanan PSG Achraf Hakimi menilai laga ini akan berjalan seimbang. “Tidak banyak perbedaan di antara kami. Kedua tim sama-sama suka menguasai bola dan mendominasi permainan. Siapa yang lebih banyak menguasai bola akan punya peluang lebih besar mencetak gol,” ucapnya.
Hakimi pun menyoroti peran Yamal dan bagaimana PSG menyiapkan strategi menghadapi wonderkid tersebut.
“Sebagian besar permainan ditentukan di lini tengah. Saya akan membawa pengalaman dan kecepatan untuk membantu tim. Lamine Yamal akan menghadapi bek kiri terbaik di dunia, Nuno Mendes. Kami akan mendukung Mendes agar tidak satu lawan satu, karena kami tahu apa yang bisa dilakukan Yamal,” tukasnya.