Lamine Yamal: LaLiga Paling Berat di Eropa, Perebutan Takhta Masih Membara
Akhmad Baihaqi Arsyad
JAKARTA, (ERAKINI) - Bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, menilai Liga Spanyol sebagai kompetisi paling berat dan menuntut, dengan persaingan gelar juara yang sama sekali belum menemui titik terang musim ini.
Barcelona saat ini terus mendapat tekanan intens dari rival klasik mereka, Real Madrid, dalam perburuan trofi LaLiga. Selisih poin di puncak klasemen pun sangat tipis, hanya satu angka yang memisahkan kedua raksasa Spanyol tersebut.
Menurut Yamal, panjangnya musim dan ketatnya persaingan membuat LaLiga menjadi liga yang sangat menguras energi dan konsentrasi. Ia menegaskan bahwa tidak ada jaminan juara sebelum laga terakhir dimainkan.
“Ini liga tersulit karena musimnya panjang dan segalanya baru ditentukan di akhir. Tidak ada yang pasti. Seperti musim lalu, kami harus terus berjuang, mengumpulkan poin, dan sebisa mungkin tidak kalah. Semua itu sangat krusial,” ujar Yamal, dikutip dari Football Espana, Sabtu (7/2/2026).
Sebelumnya, Barcelona sempat berada dalam posisi lebih nyaman dengan keunggulan empat poin atas Real Madrid. Namun, hasil buruk saat menghadapi Real Sociedad tiga pekan lalu membuat jarak tersebut terpangkas drastis.
Saat ini, Blaugrana masih memimpin klasemen dengan raihan 55 poin dari 22 pertandingan. Sementara itu, Los Blancos terus membayangi di posisi kedua dengan 54 poin, membuat persaingan kian panas dari pekan ke pekan.
Yamal menyadari betul bahwa mempertahankan gelar LaLiga bukanlah tugas mudah. Ia menilai konsistensi permainan menjadi faktor penentu jika ingin tetap bertahan di jalur juara hingga akhir musim, terlebih di tengah jadwal padat dan tekanan persaingan yang tinggi.
















