Martinez Meledak! Tuding Bos Manchester United Pelit
Thomas Pulungan
JAKARTA, (ERAKINI) — Kekalahan Manchester United dari Atletico Madrid di Liga Champions memantik kemarahan Lisandro Martinez. Bek asal Argentina itu melancarkan kritik keras terhadap petinggi klub, terutama direktur sepak bola Jason Wilcox, yang dinilai gagal memperkuat skuad secara memadai pada bursa transfer musim panas.
Martinez tak lagi sekadar menyoroti buruknya permainan di lapangan. Pemain bertahan berusia 28 tahun itu justru mengarahkan sorotan ke jajaran petinggi Manchester United yang dianggap belum memberikan dukungan investasi sesuai kebutuhan tim untuk bersaing di level tertinggi.
Kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid menjadi pukulan terbaru bagi Setan Merah. Tim asuhan Michael Carrick itu menelan kekalahan ketiga dalam lima pertandingan melawan tim besutan Diego Simeone. Di sisi lain, posisi Carrick semakin tertekan setelah hanya mampu meraih satu kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhirnya.
Namun, Martinez menilai menjadikan pelatih sebagai kambing hitam bukanlah solusi. Menurut dia, kegagalan membangun skuad yang kompetitif juga harus ditelusuri hingga ke level manajemen klub.
“Benar-benar buruk. Sangat buruk,” kata Martinez kepada Amazon Prime seusai pertandingan di Madrid.
“Saya harus benar-benar mengendalikan diri, tetapi terkadang ini merupakan cerminan dari kondisi klub kami saat ini.”
Pernyataan tersebut menjadi sinyal keras bahwa persoalan Manchester United bukan semata-mata terletak pada strategi pelatih atau performa pemain. Martinez melihat ada persoalan mendasar dalam cara klub mempersiapkan tim menghadapi musim ini.
Investasi Rp3 Triliun Dinilai Belum Cukup
Manchester United dilaporkan menghabiskan sekitar 150 juta pound sterling atau sekitar Rp3 triliun untuk mendatangkan pemain baru pada bursa transfer musim panas. Nilai tersebut disebut jauh di bawah belanja sejumlah rival mereka di kelompok Big Six Liga Inggris.
Bagi Martinez, investasi tersebut belum cukup untuk membangun skuad yang mampu bersaing menghadapi klub-klub elite Eropa.
Ia mengingatkan bahwa performa apik pada musim sebelumnya semestinya menjadi pijakan bagi manajemen untuk memperkuat tim, bukan alasan untuk berpuas diri.
“Kami menjalani musim yang fantastis musim lalu dan sekarang kami mengharapkan lebih dari jajaran petinggi. Kami membutuhkan lebih banyak pemain agar bisa bersaing, karena banyak tim lain juga mendatangkan banyak pemain,” ujarnya.
Martinez mengakui Atletico Madrid memiliki tim yang luar biasa dan pantas memenangi pertandingan. Namun, ia menegaskan bahwa Manchester United seharusnya datang dengan persiapan lebih matang, terutama untuk menghadapi laga-laga besar seperti ini.
“Saya mengharapkan investasi lebih besar. Seratus persen. Saya mengharapkan lebih dari direktur sepak bola kami, Jason Wilcox,” kata Martinez.
Meski melontarkan kritik tajam kepada manajemen, Martinez tidak sepenuhnya membebaskan para pemain dari tanggung jawab.
“Sebagai pemain, kami juga harus berbuat lebih banyak. Tetapi, membangun skuad yang kuat agar siap menghadapi pertandingan seperti ini juga sangat penting,” tuturnya.
Pernyataan Martinez memperlihatkan kekecewaan terhadap arah pembangunan tim. Ia menilai ambisi untuk kembali bersaing harus disertai keberanian manajemen memperkuat kedalaman skuad, bukan hanya mengandalkan pemain yang sudah ada.
Bela Michael Carrick
Ketika ditanya mengenai tekanan yang kini membayangi Carrick, Martinez memberikan jawaban yang secara terang-terangan mengalihkan perhatian kepada pihak-pihak di atas sang pelatih.
Menurut dia, Manchester United tidak bisa terus-menerus menjadikan pergantian manajer sebagai jalan keluar setiap kali hasil pertandingan mengecewakan.
“Anda tidak bisa terus berganti, berganti, dan berganti manajer. Bagaimana dengan bagian-bagian lain?” kata Martinez sembari mengarahkan pandangannya ke atas.
Ia kemudian kembali menegaskan bahwa kritik setelah kekalahan tidak boleh hanya diarahkan kepada pelatih dan pemain.
“Malam ini, sangat mudah menyalahkan pelatih, sangat mudah menyalahkan pemain. Tetapi, kita juga harus melihat bagian-bagian lain,” ujarnya sambil menunjuk ke arah atas.
Martinez menilai Carrick telah berusaha menjalankan tugasnya. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap musim menghadirkan tantangan berbeda dan tim tidak bisa terus mengandalkan pendekatan yang sama.
“Dia melakukan yang terbaik. Setiap musim berbeda. Anda tidak bisa hanya bertahan dengan apa yang Anda lakukan musim lalu,” katanya.
Menurut Martinez, lawan-lawan Manchester United kini semakin memahami pola permainan mereka. Jika tidak ada pembaruan taktik dan peningkatan kualitas skuad, Setan Merah akan menghadapi masalah yang lebih besar.
“Tim-tim lain tahu bagaimana Anda bermain. Mereka mengetahui setiap detail. Jika Anda tidak berubah pada musim berikutnya, itu menjadi masalah besar,” ucapnya.
Ia menyebut musim sebelumnya seharusnya menjadi fondasi untuk membangun tim yang lebih kuat. Karena itu, kegagalan menunjukkan perkembangan membuat kekalahan dari Atletico Madrid terasa semakin menyakitkan.
“Musim lalu kami melakukan segalanya. Kami menciptakan fondasi untuk membangun tim yang luar biasa,” tukasnya.
Martinez mengaku frustrasi karena tidak melihat Manchester United mampu tampil sesuai harapan dalam pertandingan di Madrid.
“Ini menjengkelkan dan mengecewakan. Saya datang ke sini dan tidak melihat tim saya berusaha mendapatkan hasil luar biasa,” katanya.
Carrick Pilih Menahan Diri
Carrick kemudian dimintai tanggapan mengenai pernyataan keras Martinez. Namun, pelatih Manchester United itu memilih tidak memberikan penilaian karena mengaku belum melihat komentar yang disampaikan pemainnya.
“Saya belum melihatnya. Setelah pertandingan seperti ini, Anda datang ke sini dengan harapan mendapatkan sesuatu dari pertandingan, lalu Anda kecewa dan bisa terbawa emosi,” kata Carrick.
Ia menilai situasi setelah kekalahan bukan waktu yang tepat untuk memperuncing persoalan internal, terlebih ketika tim membutuhkan kebersamaan untuk melewati periode sulit.
“Kami semua peduli dan menunjukkan kepedulian itu dengan cara yang berbeda. Namun, sekarang adalah waktunya untuk tetap bersama dan bekerja melewati situasi ini,” ujarnya.
Carrick juga membantah anggapan bahwa ruang ganti Manchester United telah kehilangan kekompakan. Menurut dia, hasil pertandingan memang belum sesuai harapan, tetapi hal tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya masalah mendasar dalam hubungan antarpemain.
“Sebagai sebuah kelompok, saya tidak meragukan kebersamaan mereka ataupun keinginan mereka untuk menang. Jika melihat hasilnya, Anda mungkin berpikir ada sesuatu yang sangat salah, tetapi kenyataannya tidak demikian,” kata Carrick.
“Para pemain sudah tampil dengan baik, hasilnya saja yang belum sesuai harapan. Mereka sangat ingin mendapatkan sesuatu dari pertandingan ini.”
Pernyataan Martinez kini menambah tekanan terhadap manajemen Manchester United di tengah rentetan hasil mengecewakan. Ketika posisi Carrick mulai dipertanyakan, bek Argentina itu justru mengingatkan bahwa persoalan Setan Merah tidak akan selesai hanya dengan mengganti pelatih.
Pesannya jelas: jika Manchester United ingin kembali menjadi penantang gelar, pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk di ruang pengambilan keputusan di Old Trafford.


















