Barcelona akan menghadapi Inter Milan pada leg pertama semifinal Liga Champions di Estadi Olimpic, Kamis (1/5/2025) dini hari pukul 02.00 WIB. Foto: UEFA.com
JAKARTA, (ERAKINI)- Setelah menjuarai Copa del Rey, fokus Barcelona kini beralih ke semifinal Liga Champions. El Barca akan menghadapi Inter Milan pada leg pertama di Estadi Olimpic, Kamis (1/5/2025) dini hari pukul 02.00 WIB.
Pertandingan Barcelona vs Inter Milan tak ubahnya final dini. Dua tim dengan sejarah, gaya bermain, dan ambisi besar bertemu di semifinal langka. Barcelona bertekad menghapus trauma lama dan menapak ke final pertama dalam enam tahun terakhir.
Sementara Inter ingin membuktikan bahwa final musim 2023 bukan keberuntungan semata, tapi bukti bahwa mereka telah kembali sebagai kekuatan elite Eropa.
Blaugrana menatap laga ini dengan penuh percaya diri usai mengalahkan Real Madrid di final Copa del Rey, empat hari lalu. Gelar tersebut melengkapi pencapaian Barca musim ini setelah sebelumnya menjuarai Piala Super Spanyol.
Barcelona datang ke semifinal ini dalam performa luar biasa. Mereka hanya kalah satu kali di semua kompetisi sepanjang 2025. Kekalahan itu pun terjadi di Borussia Dortmund yang tetap membawa Barca lolos ke semifinal. Barca juga belum terkalahkan di kandang sepanjang tahun ini. Bahkan, di Liga Champions Barca belum pernah kalah di Estadi Olimpic musim ini.
Gelar Copa del Rey dan Piala Super Spanyol memang prestasi membanggakan. Namun semifinal Liga Champions adalah panggung berbeda. Setelah kalah lima kali dari enam perempat final Liga Champions sebelumnya, pasukan Hansi Flick kini bermimpi bisa melaju lebih jauh. Terakhir kali Barcelona berada di titik ini adalah musim 2018/19, namun mimpi mereka hancur di Anfield dari Liverpool.
Pertemuan Barcelona dan Inter kali ini bukan sekadar duel dua raksasa Eropa, tapi benturan filosofi. Dilansir UEFA.com, daya tarik utama pertandingan ini terletak pada pertarungan antara serangan tajam Barcelona dan pertahanan solid Inter.
Barca dengan gaya menyerangnya yang dominan dan produktif, yakni 37 gol dari 12 laga Liga Champions musim ini, menempatkan mereka yang tertajam di antara semua tim. Trio lini depan Barca benar-benar menakutkan. Raphinha, Lamine Yamal, dan Lewandowski telah mencetak 27 dari 37 gol Barca di kompetisi ini.
Di sisi lain, Inter datang sebagai benteng yang sulit ditembus, dimana hanya kebobolan lima gol dan mencatat delapan clean sheet. Meski Nerazzurri kebobolan tiga gol saat menyingkirkan Bayern Munich di perempat final, mereka tetap mencatat delapan clean sheet sepanjang musim ini..
Kendati demikian Inter tetap menakutkan di lini depan. Lautaro Martinez datang ke laga ini sebagai mesin gol yang sedang on fire. Delapan gol di Liga Champions musim ini, termasuk di dua leg melawan Bayern, menjadikannya ancaman utama bagi lini belakang Barcelona.
Di Liga Champions, Inter tampil impresif di fase liga dengan hanya satu kekalahan dari Bayer Leverkusen. Mereka langsung lolos ke babak 16 besar dan menang agregat 4-1 atas Feyenoord. Di perempat final, Inter menyingkirkan Bayern Munchen dengan kemenangan 2-1 di Jerman dan hasil imbang 2-2 di kandang.
Namun, Inter Milan sedang mengalami penurunan performa dalam beberapa pekan terakhir. Dua kekalahan beruntun dari Bologna dan AS Roma membuat mereka tergeser dari puncak klasemen Serie A oleh Napoli. Inter juga harus mengubur mimpi menjuarai Coppa Italia setelah kalah telak dari rival sekota AC Milan di final.
Dendam Luka Tahun 2010
Inter dan Barcelona sudah 16 kali bertemu di kompetisi Eropa. Dari pertemuan itu Barcelona menang 8 kali, 5 imbang, dan 3 kemenangan untuk Inter.
Tapi, hanya sekali keduanya berduel di fase gugur, yakni semifinal Liga Champions 2009/10. Kala itu, tim Jose Mourinho memupus mimpi indah Pep Guardiola. Inter menang 1-0 di Giuseppe Meazza dan menahan imbang 3-3 di Camp Nou, sehingga berhak melaju ke final.
Inter akhirnya menjuarai Liga Champions setelah mengalahkan Bayern Munich di Madrid. Itu merupakan gelar Liga Champions ketiga dan terakhir bagi Inter, serta satu-satunya di era modern (dua gelar sebelumnya diraih tahun 1964 dan 1965).
Pelatih Barcelona Hansi Flick menyadari bahwa laga ini lebih dari sekadar 90 menit. "Kami hanya dua pertandingan dari final. Kami tahu betapa pentingnya leg pertama ini. Inter adalah tim yang disiplin dan sangat berpengalaman, jadi kami tidak boleh lengah sedetik pun," ujarnya.
Lamine Yamal, yang menjadi sensasi musim ini, juga menekankan pentingnya tetap setia pada identitas tim: "Kami kuat dalam penguasaan bola, dan kami percaya pada cara bermain kami. Inter sangat berbahaya dalam transisi, jadi kami harus cerdas dalam mengatur tempo."
Dari sisi Inter, Simone Inzaghi seakan merendah dan tak segan memuji lawannya. "Barcelona adalah contoh klub yang merawat talenta muda dengan luar biasa. Lamine Yamal adalah fenomena. Tapi kami juga berkembang dan ingin sekali lagi mencapai final," ucapnya
"Dalam tiga tahun, kami dua kali ke semifinal. Ini bukan kebetulan. Kami datang ke sini bukan untuk bertahan, kami ingin ke final," tambah sang menyerang Lautaro Martínez.
Pertemuan di Liga Champions:
- 2002–03 (fase grup): Barça 3–0 Inter / Inter 0–0 Barça
- 2009–10 (fase grup & semifinal): Inter 0–0 Barça / Barça 2–0 Inter; Inter 3–1 Barça / Barça 1–0 Inter
- 2018–19: Barça 2–0 Inter / Inter 1–1 Barça
- 2019–20: Barça 2–1 Inter / Inter 2–1 Barça
- 2022–23: Inter 1–0 Barça / Barça 3–3 Inter
Skuad Tim
Dikutip dari laman klub, Barcelona dipastikan tanpa mesin gol Robert Lewandowski, Alejandro Balde, Marc Bernal, dan Marc Casado karena cedera. Kiper Marc-Andre ter Stegen telah pulih, namun pelatih Hansi Flick memastikan bahwa Wojciech Szczęsny tetap menjadi starter.
Sementara Inter Milan tidak akan diperkuat bek Prancis Benjamin Pavard karena cedera, dan Marcus Thuram juga diragukan tampil. Namun Inzaghi dipastikan menurunkan sang striker asal Argentina, Lautaro Martinez.