Barcelona menorehkan sejumlah rekor dan sejarah usai merebut gelar Copa del Rey ke-32 dengan mengalahkan rival abadi Real Madrid, Minggu (27/4/2025) dini hari WIB. Foto: FC Barcelona
JAKARTA, (ERAKINI) - Barcelona menorehkan sejumlah rekor dan sejarah usai merebut gelar Copa del Rey ke-32 dengan mengalahkan rival abadi Real Madrid, di Stadion La Cartuja, Sevilla, Minggu (27/4/2025) dini hari WIB.
Barcelona menjuarai Copa del Rey 2025 usai menang dramatis 3-2 atas Real Madrid. Gol Jules Kounde di menit ke-116 memastikan gelar ke-32 untuk Blaugrana.
Gelar ini sekaligus memperkuat rekor Barcelona sebagai penguasa Copa del Rey. Tambahan trofi ini membuat Barcelona semakin menjauh dari El Real.
Blaugrana kini mengoleksi 32 gelar Copa del Rey, unggul delapan gelar dari Athletic Bilbao (24 gelar) dan Real Madrid (20 gelar).
Dilansir laman resmi klub, dalam satu dekade terakhir, Barcelona mengalami masa keemasan di ajang ini dengan enam gelar tambahan, termasuk kemenangan pada 2015, 2016, 2017, 2018, 2021, dan kini 2025.
Meski kini dijuluki Raja Piala, Barcelona sempat mengalami masa paceklik di awal abad ke-21. Gelar Copa del Rey pertama mereka di era modern baru diraih pada 2009 di bawah asuhan Pep Guardiola.
Setelah itu, trofi kembali hadir di bawah pelatih seperti Guardiola (2012), Luis Enrique (2015, 2016, 2017), Ernesto Valverde (2018), Ronald Koeman (2021), dan kini Hansi Flick (2025).
Sebelum memasuki abad ini, Barcelona telah memenangkan Copa del Rey dalam berbagai era sejak 1910, termasuk pada tahun 1912, 1913, 1920, 1922, 1925, 1926, 1928, 1942, hingga 1998.
Hansi Flick, Arsitek di Balik Kesuksesan
Bagi Hansi Flick, yang baru bergabung dengan Barcelona, ini menjadi trofi keduanya setelah sebelumnya memenangkan Supercopa de Espana. Ini menjadi rekor tersendiri bagi Hansi Flick.
Tak hanya itu, Hansi Flick juga memecahkan rekor sebagai pelatih yang membawa Barca memenangkan tiga El Clasico secara beruntun di tiga turnamen berbeda. Final Copa del Rey merupakan El Clasico jilid ketiga musim ini setelah pertemuan kedua tim di La Liga dan final Supercopa de Espana. Dari dua pertandingan sebelumnya, Barca keluar sebagai pemenang dengan skor telak, yakni 4-0 di La Liga dan 5-2 di final Supercopa de Espana
Pelatih asal Jerman itu memuji semangat juang timnya dalam laga final dini hari tadi, serta dukungan luar biasa dari fans yang hadir di Sevilla.
"Atmosfer di stadion sungguh luar biasa. Dukungan para fans sepanjang hari benar-benar luar biasa. Anda bisa melihat semangat dan kegembiraan di wajah mereka," kata Flick.
Ia juga memberikan pujian khusus kepada Pau Cubarsi atas ketangguhannya di lini belakang, Ferran Torres sebagai man of the match, dan tentunya Jules Kounde sebagai pencetak gol kemenangan.
"Kounde tidak hanya menghentikan dua peluang emas Real Madrid di masa tambahan, tapi juga mencetak gol yang membawa kami juara. Saya sangat senang untuknya," tutur Flick.
Pada laga tersebut. setelah 90 menit penuh ketegangan yang berakhir imbang 2-2, gol Jules Kounde pada empat menit tambahan waktu tersisa memicu euforia di seluruh jagat Blaugrana.
Barça mengawali pertandingan dengan sangat meyakinkan. Bahkan setelah unggul 1-0, banyak yang mengira laga ini akan berakhir seperti pesta gol di Riyadh pada Januari lalu.
Namun Real Madrid bangkit dengan penuh semangat, dan bahkan sempat berbalik memimpin 2-1, sebelum Ferran Torres mencetak gol penyama kedudukan di menit-menit akhir untuk memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.
Setelah kemenangan ini, Barcelona kini mengincar dua trofi lain, yakni La Liga dan Liga Champions, Di La Liga, Berca masih menguasai klasemen sementara dengan keunggulan empat poin dari Real Madrid. Sementara di Liga Champion, El Barca akan terlebih dulu melewati Inter Milan di babak semifinal.