Search

UIN Palembang Perkuat Karakter Mahasiswa KIP Kuliah, Orang Tua Wali Dilibatkan Langsung dalam Pembinaan

PALEMBANG, (ERAKINI) — Keberadaan Ma’had Al-Jami’ah dinilai memiliki peran strategis dalam membentuk karakter mahasiswa sekaligus memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat, inklusif, dan toleran dalam bingkai negara bangsa. Peran tersebut juga mencakup mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

Hal tersebut ditegaskan Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Sekretariat Jenderal Kementerian Agama, Ruchman Basori, dalam kegiatan Pertemuan Orang Tua Wali dan Mahasiswa Penerima KIP-K bersama pimpinan UIN Raden Fatah Palembang, beberapa waktu lalu.

“Mahasiswa yang cerdas penting, tetapi tak kalah pentingnya adalah lahirnya profil mahasiswa yang berkarakter, bermoral dan berakhlak. Kita titipkan kepada para kyai dan dosen Ma’had Al-Jamiah Perguruan Tinggi,” kata Ruchman.

Ruchman yang juga alumnus IAIN Walisongo ini mengatakan bahwa Ma’had Al Jamiah adalah model Islamic boarding school yang telah berumur sangat tua dalam konstruk Pendidikan, termasuk di dunia Islam, Barat dan Eropa. “Ma’had Al Jami’ah adalah kawah candradimuka menggembeleng intekeltual dan karakter calon cendekiawan untuk menjawab masa depan Indonesia,” katanya.

Ia turut memberikan apresiasi terhadap langkah Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Palembang, Syahril Jamil dan para Wakil Dekan III yang menggelar pembinaan mahasiswa dengan mempertemukan dengan orang tua walinya. “Kegiatan ini sangat penting dan langka sebagai ikhtiar membangun komunikasi baik antara PT-Mahasiswa dengan orang tuanya,” kata Ruchman.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Munir berpesan kepada mahasiswa KIP-K untuk mengembangkan perilaku mulia, hidup sederhana dan memegang etika relasi dosen-mahasiswa. “Para mahasiswa tidak boleh berprasangka butuk kepada para dosennya, karena akan menyebabkan ilmunya kurang bermanfaat. Kami UIN Palembang menganggap Ma'had Al Jami'ah sangat penting, termasuk bagi mahasiswa KIP Kuliah, karena harus menjadi orang yang pintar di satu sisi dan berakhlak di sisi lainnya,” kata Munir.

Menurut Wakil Rektor III UIN Raden Fatah Palembang, Dr Syahril Jamil, kegiatan ini dirancang untuk mempertemukan Mahasiswa Penerima Kartu Indonesia Pintar Kuiah (KIP-K) yang didampingi oleh para orang tuanya dipertemukan dengan Pengelola Ma'had Al Jami'ah.

Adapun penerima KIP-K Tahun 2025, kata Syahril Jamil, adalah mahasiswa yang berasal dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi tetapi berpotensi melanjutkan studi, agar mereka menjadi manusia-mansia sebagai agen Pembangunan. Pada tahun 2025 UIN Palembang merekrut 400 mahasiswa penerima KIP Kuliah dari bertbagai daedrah di Sumatera Selatan, Lampung, Jambi, Bengkulu dan juga daerah-daerah lainnya.

Sementara jumlah mahasiswa penerima KIP-K secara nasional pada Kementerian Agama pada tahun 2025 berjumlah 27.086 orang dan naik sedkit pada tahun 2026 menjadi 34.653 orang. 

Sebagai informasi, mulai tahun anggaran 2025 pengelolaan KIP Kuliah yang semula ditangani oleh Unit Eselon I pada Kemenag sekarang dialihkan kepada Puspenma Setjen. Disamping Program Indonesia Pintar (PIP) pada Pendidikan Dasar dan Menengah Kegamaan.