MADINAH, (ERAKINI) - Keberhasilan penyelenggaraan ibadah haji dinilai tidak lepas dari kesiapan para petugas di lapangan. Hal itu disampaikan Kolonel (Purn) Muftiono, Wakil Ketua Diklat sekaligus Kepala Bidang Perlindungan Jemaah (Kabid Linjam) PPIH Arab Saudi, saat memantau langsung kinerja petugas haji di Madinah.
Menurut Muftiono, program pendidikan dan pelatihan (diklat) yang dijalani para petugas sebelum keberangkatan terbukti memberikan hasil positif. Ia menyebut, pelatihan selama satu bulan yang terdiri dari 20 hari pembekalan tatap muka (offline) dan 10 hari secara daring (online) mampu membentuk karakter petugas yang disiplin dan berintegritas.
“Kami memantau proses kegiatan diklat selama satu bulan, 20 hari offline dan 10 hari online. Ternyata nilai-nilai disiplin itu bisa diterapkan di sini,” ujar Muftiono di Bandara Madinah, Senin (4/5/2026).
Ia menilai perubahan perilaku petugas terlihat jelas, mulai dari aspek dasar seperti penampilan hingga teknis pelayanan kepada jemaah. Kedisiplinan, kata dia, kini tidak lagi sebatas teori, melainkan telah menjadi budaya kerja di Tanah Suci.
“Dilihat dari cara kerja, pakaian, dan penampilan lainnya, termasuk yang paling utama adalah pelayanan. Mereka sangat disiplin,” lanjutnya.
Muftiono menjelaskan, penerapan disiplin tersebut berdampak langsung terhadap kualitas layanan yang diterima jemaah haji. Menurut dia, capaian ini selaras dengan target yang telah ditetapkan sejak masa pelatihan di Indonesia.
Laporan Positif dari Lapangan
Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi berkala, kinerja petugas haji tahun ini menunjukkan tren yang positif. Hal itu diperkuat dengan berbagai laporan dari lapangan mengenai dedikasi petugas di sejumlah sektor layanan.
“Alhamdulillah, apa yang kami laksanakan saat pelatihan terbukti signifikan di sini. Kami banyak mendapatkan laporan bahwa kinerja petugas cukup tinggi,” kata Muftiono.