Search

Kemenhaj Pastikan Jemaah Wafat Dibadalhajikan

MAKKAH, (ERAKINI) - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan jemaah haji Indonesia yang wafat di Arab Saudi akan dibadalhajikan. Hingga 3 Mei 2026, tercatat sebanyak sembilan jemaah meninggal dunia.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan penyebab wafat didominasi penyakit kardiovaskular dan gangguan pernapasan.

“Kami turut berduka cita atas wafatnya jemaah haji Indonesia. PPIH memastikan seluruh hak jemaah terpenuhi, termasuk pelaksanaan badal haji. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ujar Maria, Senin (4/5/2026).

Selain itu, Kemenhaj menegaskan komitmennya meningkatkan kualitas layanan, termasuk penataan layanan kursi roda bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, dan mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Layanan kursi roda tersebut dikelola secara terstandar dan terkoordinasi, mencakup layanan di sektor, transportasi antarkota, hingga area Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Setiap pengguna dan petugas diwajibkan memiliki Kartu Kendali resmi yang diterbitkan oleh PPIH.

“Kami memperkuat tata kelola layanan kursi roda untuk memastikan layanan tepat sasaran, aman, dan bebas dari praktik penyimpangan. Seluruh layanan harus melalui mekanisme resmi, dan tidak boleh ada pungutan liar dalam bentuk apa pun,” tuturnya

Kemenhaj melarang keras seluruh petugas meminta atau menerima imbalan dari jemaah. Pelanggaran terhadap ketentuan tersebut akan dikenai sanksi tegas.

Jemaah pun diimbau menggunakan layanan kursi roda melalui jalur resmi serta menghindari jasa dorong non-prosedural.

“Kami mengimbau jemaah untuk tidak menggunakan jasa dorong non-prosedural karena berisiko dari sisi keamanan dan berpotensi menimbulkan biaya yang tidak wajar,” kata Maria.

Di sisi lain, jemaah diingatkan untuk bijak dalam membawa barang bawaan, termasuk saat membeli oleh-oleh, guna menjaga kelancaran mobilitas.

Menghadapi suhu di Makkah dan Madinah yang berkisar antara 39 hingga 43 derajat celcius, jemaah diminta menggunakan pelindung diri seperti payung, topi, masker, serta alas kaki yang nyaman, dan menjaga kecukupan cairan untuk mencegah dehidrasi.

“Kami mengingatkan seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan di tengah cuaca panas. Gunakan pelindung diri dan pastikan kebutuhan cairan terpenuhi agar ibadah tetap berjalan dengan baik,” ujar Maria.

Kemenhaj juga mengimbau jemaah segera melapor kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan.

Sementara itu, memasuki hari ke-14 operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kemenhaj memastikan seluruh proses berjalan lancar, tertib, dan terkendali.

Berdasarkan data per 3 Mei 2026, sebanyak 211 kelompok terbang (kloter) dengan 81.992 jemaah dan 841 petugas telah diberangkatkan ke Tanah Suci.

Dari jumlah tersebut, 199 kloter dengan 77.269 jemaah dan 793 petugas telah tiba di Madinah.
Adapun pergerakan jemaah dari Madinah ke Makkah berlangsung bertahap. Sebanyak 52 kloter yang terdiri dari 20.689 jemaah dan 212 petugas telah tiba di Makkah untuk melaksanakan umrah wajib.

“Alhamdulillah, hingga hari ke-14 operasional, seluruh proses pemberangkatan dan pergerakan jemaah berjalan lancar dan terkendali. Kami memastikan setiap jemaah mendapatkan pendampingan petugas di seluruh titik layanan,” ujar Maria.

Dari aspek kesehatan, secara kumulatif tercatat 8.575 jemaah menjalani rawat jalan, 130 jemaah dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), serta 172 jemaah dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi. Saat ini, sebanyak 58 jemaah masih dalam perawatan.

Secara umum, kondisi kesehatan jemaah tetap terpantau dan mendapatkan penanganan melalui layanan kesehatan di kloter, sektor, hingga fasilitas rujukan.