DUBAI, (ERAKINI) - Pemerintah Uni Emirat Arab mengambil langkah cepat dengan menghentikan sementara kegiatan belajar tatap muka di seluruh sekolah. Keputusan ini diambil sebagai respons atas rangkaian serangan yang belakangan menyasar wilayah negara tersebut.
Melalui Kementerian Pendidikan UEA, otoritas setempat menginstruksikan agar seluruh institusi pendidikan beralih ke sistem pembelajaran jarak jauh untuk sementara waktu. Dalam pernyataan resminya, kementerian menegaskan: "Kementerian Pendidikan mengumumkan keputusan untuk beralih ke sistem pembelajaran jarak jauh mulai Selasa, 5 Mei 2026, hingga Jumat, 8 Mei 2026."
Kebijakan ini berlaku secara nasional dan diharapkan mampu menjaga keselamatan siswa, tenaga pengajar, serta seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan pendidikan, tanpa harus menghentikan proses belajar mengajar sepenuhnya.
Langkah ini mencerminkan kesiapsiagaan pemerintah dalam menghadapi situasi darurat, sekaligus memastikan bahwa kegiatan akademik tetap berjalan meski dalam kondisi yang tidak menentu.
UEA mencegat rudal dari Iran, menyatakan ‘hak untuk merespons’ terhadap ‘eskalasi berbahaya’.
Sebelumnya, Uni Emirat Arab pada hari Senin (4/5/2026) mengatakan bahwa sistem pertahanan udaranya telah menanggapi empat rudal yang ditembakkan dari Iran, dengan Kementerian Pertahanan mengkonfirmasi tiga di antaranya telah dicegat sementara yang keempat jatuh ke laut.
Emirat Fujairah di timur UEA juga mengatakan sebuah drone Iran memicu kebakaran di fasilitas minyak. Fujairah adalah ujung dari jalur pipa yang digunakan UEA untuk menghindari pengiriman sebagian minyaknya melalui Selat Hormuz di tengah perang Iran.
Pihak berwenang di emirat tersebut mengatakan tiga warga India terluka setelah serangan itu. Kementerian Luar Negeri UEA mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa serangan Iran menandai "eskalasi serius" dan menimbulkan "ancaman langsung terhadap keamanan negara." Ditambahkan bahwa mereka memiliki "hak penuh dan sah untuk menanggapi" serangan tersebut.
Meskipun demikian, televisi pemerintah Iran mengatakan Teheran "tidak memiliki rencana untuk menargetkan UEA."