JAKARTA, (ERAKINI) – Kualitas udara di Jakarta pada Minggu (29/3/2026) pagi kembali memburuk. Udara Jakarta pagi ini tidak sehat, terutama bagi kelompok sensitif.
Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.00 WIB, Jakarta menempati peringkat ketujuh kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.
Indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI) di ibu kota tercatat berada di angka 159, masuk kategori tidak sehat, dengan konsentrasi partikel halus PM2,5 yang cukup tinggi.
Sebagai perbandingan, kota dengan kualitas udara terburuk di dunia saat itu adalah Delhi, India, dengan AQI mencapai 198. Posisi kedua ditempati Chiang Mai, Thailand, dengan AQI 183, disusul Dhaka, Bangladesh, di peringkat ketiga dengan AQI 174.
Partikel PM2,5 merupakan polutan berukuran sangat kecil, yakni kurang dari 2,5 mikrometer, yang terdiri dari debu, asap, dan jelaga di udara. Paparan jangka panjang terhadap partikel ini dapat meningkatkan risiko kematian dini, terutama bagi penderita penyakit jantung dan paru-paru kronis.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat diimbau untuk mengambil langkah pencegahan, seperti mengenakan masker saat beraktivitas, mengurangi kegiatan di luar ruangan, menutup jendela rumah, serta menggunakan alat penyaring udara (air purifier).