JAKARTA, (ERAKINI) - Final Liga Champions 2023/24 yang mempertemukan Borussia Dortmund vs Real Madrid akan tersaji di Stadion Wembley, Inggris pada Sabtu (1/7/2024) atau Minggu (2/7/2024) pukul 02.00 WIB.
Baik Borussia Dortmund dan Real Madrid telah berjuang keras untuk menyingkirkan tim-tim kuat Eropa sebelum menyegel tempat di final Liga Champion musim ini. Real Madrid telah mencapai final Liga Champions yang ke-18 musim ini.
Menariknya, Madrid belum pernah kalah di Liga Champions musim ini dengan catatan delapan kali menang dan empat kali imbang. Real Madrid sukses menyingkirkan Manchester City di perempatfinal, dan Bayern Munchen di semifinal.
Sementara Dortmund mencapai final untuk pertama kalinya sejak 2012/13 setelah menyingkirkan Atletico Madrid di perempatfinal, dan PSG di semifinal.
Stadion Wembley telah menjadi saksi beberapa momen terhebat dalam sejarah sepak bola Eropa selama bertahun-tahun. Pada final musim ini, Stadion Wembley juga akan menjadi saksi bisu sejumlah momen penting.
Berikut beberapa fakta penting menjelang final Liga Champions 2024 Borussia Dortmund dan Real Madrid, dilansir laman resmi UEFA Champions League, Jumat (31/6/2024):
1. Akhir Sempurna untuk Reus atau Kroos?
Setelah 12 tahun dan 428 penampilan di klub masa kecilnya, Marco Reus akan mengakhiri kariernya di Dortmund pada musim ini.
Gelandang serang, yang baru-baru ini digambarkan oleh pelatih Edin Terzic sebagai "legenda hidup", telah membuktikan dirinya sebagai salah satu pemain terbaik yang menghiasi Bundesliga setelah bergabung kembali dengan BVB dari Borussia Monchengladbach pada tahun 2012. Ia mencatatkan 170 gol dan 131 assist untuk Die Schwarz-Gelben sekaligus mengangkat dua kali Piala Jerman.
Sementara bagi Toni Kroos, ini akan menjadi pertandingan terakhir di Real Madrid dalam karier profesionalnya menyusul keputusannya untuk pensiun setelah Piala Eropa 2024 bersama timnas Jerman. Pemenang Liga Champions empat kali itu telah menjadi pemain ketujuh yang mencapai 150 pertandingan di Liga Champions saat tampil di semifinal kedua melawan Bayern.
"Ambisi saya adalah selalu menyelesaikan karier saya di puncak level performa saya," katanya
usai leg kedua melawan Bayern dan saat mengumumkan pengunduran dirinya.
2. Pemain Muda Masa Depan Inggris Saling Berhadapan
Musim pertama Jude Bellingham di Real Madrid setelah kepindahannya dari Dortmund, sungguh luar biasa. Pemain Inggris berusia 20 tahun itu mencetak 24 gol dalam 132 pertandingan bersama Dortmund, tetapi ia lebih menggila di La Liga dengan mencetak 23 gol hanya dalam 40 pertandingan di Spanyol, saat Merengues meraih gelar La Liga dan mencapai final ini.
Di Stadion Wembley, ia akan berhadapan dengan bintang muda Inggris Jadon Sancho. Sancho yang kini berusia 24 tahun sedang menjalani periode keduanya di Dortmund dan sudah mencetak 50 gol. Pemain sayap lincah ini saat Old Trafford bersama Manchester United tidak mencapai level terbaik dan ia menemukan keajaiban setelah kembali ke Jerman.
3. Ancelotti Ingin Memperpanjang Rekor
Josep Guardiola, Bob Paisley, dan Zinedine Zidane, semuanya telah memenangkan kompetisi ini tiga kali sebagai pelatih. Namun nama-nama besar tersebut masih berada di bawah Carlo Ancelotti dengan empat kemenangannya–dua bersama AC Milan dan dua bersama Madrid–tak tertandingi. Dua kali memenangkan Liga Champions sebagai pemain di Milan, kini pria berusia 64 tahun itu sedang menatap tropi baru di final Liga Champions.
Meski begitu, Ancelotti tetap rendah hati dan memberikan pujian kepada para pemainnya. “Saya sangat berterima kasih kepada mereka (pemain), karena mereka bekerja sangat keras. Ada suasana yang luar biasa,” katanya.
“Mereka sangat rendah hati, sangat murah hati. Saya pikir ini adalah skuad terbaik yang pernah saya miliki dalam karier saya," lanjutnya.
4. Modric, Carvajal, Guler, dan Ozcan Mengincar Landmark
Ancelotti bukan satu-satunya yang ingin menambah rekor prestasi di Stadion Wembley, karena dua pemainnya bisa mencatatkan nama mereka sendiri ke dalam buku rekor jika Madrid kembali meraih trofi tersebut.
Luka Modric dan Dani Carvajal, keduanya bisa bergabung dengan legenda Madrid Paco Gento sebagai satu-satunya pemain yang memenangkan piala Eropa sebanyak enam kali. Kedua pemain masing-masing berusia 38 dan 32 tahun itu sudah duduk bersama Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo sebagai pemain paling berprestasi di era Liga Champions dengan lima kemenangan. Toni Kroos juga sedang mengincar kemenangan kelimanya.
Pemain Madrid Arda Guler dan pemain Dortmund Salih Ozcan juga berharap bisa berperan dalam kemenangan klub mereka, dan memastikan nama mereka sebagai pemain Turki pertama yang memenangkan Liga Champions.
5. Akankah Bakal Pesta Gol?
Dortmund dan Madrid akan saling berhadapan untuk ke-15 kalinya di kompetisi antarklub Eropa dan sejarah menunjukkan pertemuan ini penuh dengan hiburan dan gol. Sebanyak 14 pertandingan mereka sebelumnya telah menghasilkan 43 gol atau rata-rata 3,07 gol per pertandingan. Empat pertandingan terakhir telah menghasilkan 17 gol, dengan masing-masing pertandingan menghasilkan setidaknya empat gol.
Jadi, pertandingan ini diprediksi bakal mematahkan tren final minim gol sebelumnya di babak penentuan, yakni empat final terakhir semuanya berakhir 1-0. Hanya mengingatkan kembali kemenangan 3-1 Madrid melawan Liverpool pada tahun 2018, terakhir kali final menyajikan lebih dari dua gol atau kedua tim sama-sama mencetak gol.