Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah (berpeci). Foto : Ist
SEMARANG, (ERAKINI) - Wakil Ketua DPRD Jawa TengahSarif Abdillah mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menciptakan terobosan dan ide-ide besar dalam memasarkan komoditas unggulan daerah ke pasar internasional. Langkah ini guna meningkatkan nilai tambah serta daya saing di tingkat global.
“Selama ini Jateng. memiliki berbagai komoditas unggulan. Tantangannya tentu adalah bagaimana komoditas unggulan itu memberikan nilai tambah dan nilai jual di pasar global," kata Sarif Abdillah yang akrab disapa Kakung, Selasa (11/8/2026).
Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa tersebut mengatakan, jika hanya diekspor dalam bentuk bahan baku maka nilai tambah terbesarnya, justru dinikmati oleh industri negara tujuan.
Oleh karena itu, kata Kakung, perlu terus digerakkan bagaimana masing-masing daerah bisa membangun ekosistem industri yang utuh.
“Pemerintah provinsi bisa terus mendorong bagaimana daerah bisa mengembangkan pusat riset, hingga laboratorium pengujian berstandar internasional,” kata dia.
Selain itu, kata Kakung, sisi lain juga mencarai solusi bisa memperkuat standar pengelolaan limbah, dan sertifikat hijau.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Jateng selama Januari-Juni 2026 mencapai 7.207,69 juta dolar AS, atau naik 23,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Tiga negara tujuan utama ekspor Jawa Tengah masih didominasi Amerika Serikat, Jepang, dan Tiongkok. Secara kumulatif, peningkatan nilai ekspor nonmigas didorong oleh sektor industri pengolahan, yang tumbuh sebesar 18,29 persen.
Sementara itu, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan serta sektor pertambangan dan lainnya, mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,78 persen dan 13,19 persen.
Legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini menambahkan, persaingan global saat ini bukan hanya soal kualitas produk. "Tapi juga kepatuhan terhadap standar lingkungan dan pengelolaan limbah," tandas Kakung.