Fatayat NU Banyumanik Ajak Kader Tanamkan Moderasi Beragama Sejak Dini
Akhmad Baihaqi Arsyad
SEMARANG, (ERAKINI) - Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Banyumanik Semarang Hj Endang Listyowati mengatakan, penanaman nilai-nilai moderasi beragama harus diterapkan kepada anak sejak usia dini melalui pendidikan agama Islam. Dengan begitu, anak-anak akan memiliki bekal di masa depan menjadi muslim yang moderat (tawasuth).
Hal itu disampaikan Endang Listyowati saat membuka diskusi bertema ‘Peran Fatayat NU dalam Moderasi Beragama di Lingkungam Keluarga dan Masyarakat’di Gedung Badan Diklat Keagamaan (BDK) Semarang, Minggu (24/12/2023).
Nilai-nilai moderasi beragama yang di antaranya adalah toleransi, keseimbangan, kebaikan, hikmah, kata Endang, sangat tepat diberikan sejak dini kepada anak. "Menanamkan nilai-nilai baik ini sangat tepat mengingat rata-rata pengurus dan kader Fatayat NU adalah ibu-ibu muda yang mengasuh anak-anak berusia dini," terangnya.
Endang menyebut, nilai-nilai tersebut juga erat kaitannya dengan pendidikan karakter. Pendidikan karakter itu sangat penting. Jika anak tumbuh pada lingkungan yang harmonis, toleran, maka anak-anak akan mengembangkan perilaku yang baik. Sebaliknya, jika tumbuh pada lingkungan intoleran, sarat kekerasan, terbiasa dengan ujaran kebencian, jelas akan berdampak negatif pada anak yang akan memengaruhi perilaku di masa depan.
Di sisi lain, menurutnya, pesatnya perkembangan teknologi informasi di mana semua orang bisa dengan mudah mengakses informasi apa pun di internet, juga perlu menjadi perhatian para orangtua. Anak harus mendapat bimbingan, tidak boleh dilepas begitu saja dalam mengakses internet.
"Era saat ini adalah era digital. Anak-anak usia sekolah sudah terbiasa mengakses internet. Kalau tidak secara bijaksana menggunakannya, internet dapat memberi dampak buruk," jelas Endang di acara yang dihadiri seratusan pengurus dan kader Fatayat ini.
















