Pengurus Lakpesdam PWNU Banten berfoto bersama usai Rakerwil di gedung PWNU Banten, Kemang, Kota Serang, Kamis (23/10/2025). (Foto: PWNU Banten)
SERANG, (ERAKINI) - Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Pengurus Wilayah NU Banten menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) perdana di Gedung PWNU Banten, Kamis (23/10/2025). Kegiatan ini menjadi tonggak awal bagi kepengurusan baru periode 2025-2030 di bawah kepemimpinan Ade Fakih Kurniawan.
Dalam sambutannya, Ketua Lakpesdam NU Banten Ade Fakih Kurniawan menegaskan bahwa Rakerwil bukan sekadar agenda formal organisasi, melainkan momentum memperkuat kebersamaan dan menyatukan visi ke depan.
“Raker ini bukan hanya sekadar formalitas, tetapi menjadi ajang silaturahmi dan ruang bertukar pikiran untuk merumuskan program satu tahun mendatang yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan organisasi,” ujar Ade Fakih.
Ia menjelaskan, Lakpesdam memiliki peran strategis dalam struktur organisasi Nahdlatul Ulama, terutama di bidang kajian, riset, dan pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, peran tersebut harus terus disesuaikan dengan dinamika zaman dan kebutuhan masyarakat yang berkembang.
“Lakpesdam adalah motor penggerak organisasi di bidang keilmuan dan SDM. Karena itu, kita harus adaptif terhadap perubahan serta responsif terhadap isu-isu aktual di masyarakat,” kata Ade Fakih.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua PWNU Banten, KH Hamdan Suhaemi menilai bahwa Rakerwil Lakspesdam PWNU sebagai langkah strategis dalam memperkuat sinergi antarstruktur NU.
“Kami mengapresiasi pelaksanaan raker ini. Harapan kami, semua program yang direncanakan dapat terealisasi dengan baik, rasional, dan terukur, serta kontekstual dengan kebutuhan masyarakat,” ujar KH Hamdan.
Dia menekankan pentingnya Lakpesdam untuk senantiasa berpijak pada prinsip keilmuan dan nilai-nilai dasar tradisi NU dalam merumuskan kebijakan dan kegiatan.
“Lakpesdam harus tetap berpijak pada nilai-nilai lama yang baik sekaligus terbuka terhadap hal-hal baru yang lebih baik. Di situlah keseimbangan antara tradisi dan inovasi,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana Rakerwil, Salim Rosyadi, menjelaskan bahwa pembagian ke dalam empat komisi tersebut dimaksudkan agar setiap bidang dapat fokus pada pengembangan program sesuai fungsinya.
“Setiap komisi membahas secara mendalam program kerja satu tahun ke depan, mulai dari penguatan kapasitas organisasi, riset sosial-keagamaan, peningkatan kualitas SDM, hingga optimalisasi media dan data publik,” tutur Salim.