Tangkapan layar video yang menunjukkan sejumlah pengendara motor dan beberapa orang nampak melintasi di area titik banjir di Banjir Kanal Timur. (Foto: Ist)
SEMARANG, (ERAKINI) - Hujan yang mengguyur wilayah Kota Semarang sejak 2 hari terakhir hingga hari Rabu (13/3/2024) malam mengakibatkan sejumlah wilayah dikepung banjir.
Sejumlah video beredar di media sosial dan WhatsApp mengenai kondisi banjir yang menggenangi sejumlah titik di wilayah Kota tersebut. Dari informasi yang dihimpun, ada yang akibat dengan intensitas lama tersebut.
Salah satunya aliran air sungai di Banjir Kanal Timur juga mengalami peningkatan. Bahkan, debit air sampai meluap hingga ke jalanan. Nampak di video yang beredar di media sosial yang menunjukkan kondisi banjir lokasi Banjir Kanal Timur. Para beberapa pengendara sepeda motor melintas jalan yang terendambanjir itu dan beberapa wengecek nampak mengecek banjir di titik tersebut.
2. Jl Raya Kaligawe (Palang Pintu Kereta Arah Timur)
3. Jl Padi Raya Genuk
4. Jl Gebang Anom Raya Genuk
5. Jl Woltermongensidi (SPBU Genuk)
6. Jl Dong Biru Genuk
7. Jl Sendang Indah Genuk
8. Jl Raya Tambak Dalam
9. Kawasan Industri Terboyo
10. Jl Raya Tlogosari (Puskesmas Tlogosari Kulon)
11. Jl Sido Asih Muktiharjo Kidul
12. Wilayah Wahyu Temurun Tlogosari
13. Wilayah Nogososro Tlogosari
14. Jl Raya Muktiharjo Raya
15. Jl Fatmawati Depan Swalayan Ada
16. Jl Arteri Soetta Depan Kampus USM
17. Jl Puspanjolo
18. Jl Imam Bonjol
19. Jl Abdurahman Saleh
20. Bundaran Bubaan
21. Aloon aloon Johar
22. IGD RS Karyadi
23. Jl Pamularsih Raya
24. Wilayah Tanah Mas
25. Jl WR Supratman
26. Jl Gajah Raya
27. Jl Medoho Raya - Terowongan Medoho
28. Jl Dempel
29. Kawasan Kampus Udinus
30. Jl Raya Citarum
31. Jl Raya Dr Cipto (Depan RS Pantiwiloso)
Dilansir dari Antara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang Endro Martanto, Rabu (13/3/2024) mengatakan genangan banjir bervariasi antara 20 hingga 70 sentimeter.
"Titik yang banjir mengalami tren kenaikan menyusul hujan yang masih mengguyur Kota Semarang," katanya.
Selain banjir, kata dia, tanah longsor akibat cuaca buruk juga terjadi di sejumlah wilayah di Kota Semarang. "Sementara ada laporan 10 kejadian tanah longsor," ujar Endro.
Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam berbagai bencana hidrometeorologi tersebut. Berbagai upaya, kata dia, sudah dilakukan pihak BPBD, seperti menyiagakan pompa portabel di titik yang dilanda banjir, melakukan penanganan sementara di titik-titik longsor, serta melakukan pembersihan lokasi pohon tumbang akibat cuaca buruk ini.