Gunung Merapi Erupsi Luncurkan Guguran Lava 4 Kali, Ini Daerah Potensi Bahaya
Thomas Pulungan
YOGYAKARTA, (ERAKNI) - Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kembali erupsi dan mengeluarkan guguran lava sebanyak empat kali dengan jarak luncur maksimum 1,2 kilometer (km).
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta Agus Budi Santoso, menjelaskan berdasarkan pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, guguran lava itu meluncur ke arah Kali Bebeng.
"Teramati empat kali guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.200 meter (1,2 km). Terdengar satu kali suara guguran dengan intensitas sedang dari Pos Babadan," ujarnya dikutip dari Antara, Jumat (2/2/2024).
Selama periode pengamatan itu, Gunung Merapi juga mengalami 35 kali gempa guguran dengan amplitudo 3-27 mm selama 22.6-168.1 detik dan empat kali gempa fase banyak dengan amplitudo 3 mm selama 6-7,8 detik.
Asap kawah bertekanan lemah di atas puncak Gunung Merapi teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 10 meter di atas puncak kawah.
Pada periode pengamatan Kamis (1/2) pukul 00.00-24.00 WIB, Gunung Merapi juga tercatat 15 kali meluncurkan guguran lava ke arah Kali Bebeng dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter dan satu kali awan panas guguran ke arah Kali Bebeng sejauh 1,8 km.
Laporan BPPTKG periode 19-15 Januari 2024, morfologi kubah barat daya Gunung Merapi teramati adanya sedikit perubahan akibat aktivitas awan panas guguran dan guguran lava dengan titik panas terukur mencapai 319,7 derajat Celsius, lebih rendah dari suhu pengukuran sebelumnya.


















